Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kekuatan Pedang Energi


__ADS_3

Saat ini Madika berhasil menyerang Kindo dengan serangan sikut yang tepat mengenai rahang bawah-nya sehingga kini wajah Kindo pun langsung terdorong dan menghadap ke atas serta di bagian mulut dan hidung-nya keluar darah.


Setelah itu Madika pun langsung maju selangkah sambil memutar lagi tubuh-nya untuk membelakangi Kindo dan setelah itu ia melakukan tendangan memutar ke belakang yang kini tepat mengenai ulu hati Kindo dan saat kaki Madika menghantam ulu hati Kindo, seketika ledakan energi serta hentakan angin terjadi dan hal itu pun membuat Kindo langsung terhempas sangat kuat ke belakang hingga ia menabrak dinding ruangan itu.


Kindo yang tadi-nya menabrak dinding itu kini langsung berusaha untuk berdiri.


ia kini tampak berdiri dengan posisi punggung yang di tekuk ke bawah sehingga dada-nya menghadap ke lantai, sementara itu kepala-nya menatap lurus ke depan dengan tatapan tajam di mata-nya saat menatap Madika.


sementara itu tangan kiri-nya sedang memegang ulu hati-nya, sedangkan tangan kanan-nya ia biar-kan menggantung dan sedikit berayun di tengah-tengah kedua kaki-nya yang terbuka lebar dengan posisi kuda-kuda.


"bocah sialan!" ucap Kindo dalam hati.


Kini rasa kesal memenuhi pikiran dan hati Kindo, apa lagi saat ia teringat akan kejadian di mana adik-nya mati di bunuh oleh hewan peliharaan Madika.


"kau tidak akan ku maaf-kan bocah!!" teriak Kindo yang kemudian langsung berdiri tegak dan melurus-kan tubuh-nya.


Lalu ia ia kembali berlari ke arah Madika sambil mengangkat tangan kanan-nya ke samping kanan.


seketika itu juga kini pedang energi milik Kindo yang sebelum-nya terjatuh saat ia terhempas oleh tendangan Madika kini langsung melesat kembali ke tangan Kindo.


Begitu pedang itu berada di tangan-nya, kini Kindo pun langsung melompat ke udara.


ia kemudian mengangkat pedang-nya ke udara dan memegang pedang itu mengguna-kan kedua tangan-nya.


Setelah itu, kini pedang tersebut langsung memancar-kan cahaya kebiruan yang di selingi oleh percikan-percikan petir yang cukup besar di sekitaran pedang tersebut.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, kini di udara pun terbentuk sejumlah monster babi dengan ukuran tubuh sebesar sebuah mobil sedan.


Jumlah monster babi itu ada puluhan ekor dan di tubuh mereka memancar-kan kilatan-kilatan petir yang cukup banyak.


Setelah itu kini Kindo pun langsung mengaktif-kan mode penargetan dari jurus-nya itu untuk menarget-kan Madika, dan sesudah penargetan selesai dengan sangat cepat, kini Kindo pun langsung menebas-kan pedang-nya itu ke arah Madika.


Seketika itu juga kini puluhan ekor monster babi raksasa itu langsung berlarian di udara dan langsung menunju ke arah Madika.


mereka semua kini menarget-kan Madika dan akan menyerang Madika hingga mereka di hancur-kan.


jika tidak di hancur-kan, maka mereka akan terus bergerak mengejar Madika yang sudah di target-kan oleh pengguna jurus tersebut.


Madika yang melihat hal itu kini langsung berlari dan menghampiri salah satu monster babi itu.


kemudian ia pun langsung melompat menghampiri babi itu di udara, dan dengan cepat ia mengayun-kan pedang-nya serta menebas satu monster babi itu dengan sangat kuat . tebasan itu menghasil-kan ledakan energi serta tekanan angin yang sangat kuat dan hal itu pun membuat satu monster babi itu kini langsung terhempas ke lantai dan membuat lantai langsung mengalami keretakan yang cukup luas.


Sementara itu, Madika kini di serang oleh monster babi lain-nya yang bergerak ke arah-nya.


namun Madika dengan cepat menebas-kan pedang-nya ke wajah monster babi itu sambil mendorong tubuh ke samping untuk menghindari benturan dengan si monster babi itu.


setelah menghindar ke samping, kini Madika langsung menarik pedang-nya dan mengarah-kan ujung pedang-nya ke arah salah satu monster babi lain-nya yang hendak menyerang-nya.


lalu kini Madika pun menancap-kan pedang-nya itu tepat di kepala si monster babi itu dan membuat monster babi itu langsung meledak dan menghasil-kan energi yang berhamburan di udara.


Begitu satu monster babi itu meledak, kini Madika tampak lima ekor monster babi yang mengepung-nya langsung melesat secara bersamaan menyerang ke arah-nya.

__ADS_1


Melihat hal itu, Madika pun langsung dengan cepat mengeluar-kan sayap angin milik-nya, dan sesegera mungkin ia langsung terbang ke udara saat para monster babi itu melesat ke arah-nya.


Lesatan para monster babi itu tak sempat tertahan dan hasil-nya para monster babi itu pun langsung saling bertabrakan di tengah-tengah.


benturan-benturan yang terjadi di antara mereka kini membuat mereka semua langsung meledak secara bersamaan dan ledakan itu menghasil-kan sangat banyak energi yang berhamburan dan mewarnai udara di sekitar-nya.


bersamaan dengan ledakan itu terbentuk pula gelombang angin yang cukup kuat yang kini menghantam tubuh Madika hingga Madika pun sedikit terdorong ke belakang.


Tak cukup sampai di situ saja, saat ini masih sangat banyak monster babi yang berhamburan di udara dan sedang bergerak ke arah Madika untuk menyerang Madika.


"sialan!.... mereka sangat banyak dan memiliki ketahanan tubuh yang luar biasa!" ucap Madika dalam hati.


Lalu beberapa monster babi lain-nya kini melesat lagi ke arah Madika.


namun dengan cepat Madika menghindar ke samping dan tiba-tiba satu monster babi lain-nya muncul dari bawah dan langsung mencoba menabrak Madika, namun dengan segera Madika terbang cepat menjauh dari para monster babi itu agar bisa menyiap-kan serta melancar-kan sebuah jurus yang mirip dengan jurus yang di miliki oleh Kindo itu.


Madika terus mempercepat terbang-nya sambil menghindari beberapa monster babi yang menghalangi jalan-nya saat ini.


Tampak di depan Madika yang sedang melesat saat ini ada lima ekor monster babi yang saling membelakangi dengan letak posisi yang berbeda-beda.


madika kini berhadapan dengan satu monster babi, namun dengan cepat Madika memutar tubuh-nya di udara sambil menghindar ke samping.


dan saat berada di samping, dua ekor monster babi lain-nya akan menabrak diri-nya.


namun dengan segera Madika memiring-kan tubuh-nya serta terbang melewati sela-sela di samping tubuh dari dua ekor monster tersebut.

__ADS_1


Kini Madika pun berhasil melewati dua ekor monster babi itu dan baru saja melewati dua monster babi itu kini seekor monster babi lain-nya sudah berada di depan Madika.


namun dengan sangat cepat Madika langsung mengarah-kan ujung pedang-nya ke kepala monster babi itu sehingga kini dorongan dari lesatan Madika itu membuat pedang Madika langsung menusuk kepala monster babi itu hingga kepala monster babi itu langsung tertusuk dan di saat itu juga si monster babi yang tertusuk kepala-nya itu pun kini langsung meledak.


__ADS_2