Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Berpindah Hati?


__ADS_3

Saat ini si kakek tua yang merupa-kan sesepuh sekte Balumba itu tampak mengalami sedikit kesulitan untuk menyatu-kan tongkat kaisar rotan api milik Madika itu.


"Ayolah!... Aku hanya perlu menyatu-kan satu pecahan ini saja maka kekuatan tongkat ini akan mencapai 100%!" Ucap kakek tua itu dengan ekspresi serius dan wajah yang sedikit di tekuk karena kesulitan menyatu-kan pecahan yang ke empat.


Sebenar-nya, di sekte Balumba sudah terdapat satu pecahan tongkat kaisar rotan api, karena itu-lah sesepuh sekte yakni kakek tua yang saat ini sedang menyatu-kan tongkat bersikeras menyuruh para murid terkuat di sekte-nya untuk mendapat-kan pecahan itu apa pun yang terjadi.


Namun kemunculan tiga pecahan yang sudah menyatu ini sama sekali tidak ada dalam dugaan si kakek yang bernama Wilasopu.


"Tidak ku sangka akan seberuntung ini bisa mendapat-kan tiga pecahan sekaligus!... Tapi aku juga tak menyangka akan sesulit ini menyatu-kan pecahan tongkat yang terakhir!... Padahal semua-nya sudah ku pelajari dengan benar dari buku kuno rahasia peninggalan para leluhur!" Ucap si kakek tua dalam hati.


******


Saat ini keadaan di sekte Balumba tenang seperti biasa-nya.


Para murid mulai dari murid tingkat tinggi hingga tingkat elite tampak sedang melakukan latihan di bawah bimbingan para senior berada di tingkat master ke atas.


Sementara itu, kunjungan dari akademi Walawatu di tempat itu juga terlihat baik-baik saja.


Para murid akademi Walawatu yang sudah berada di tingkat tinggi itu ternyata bisa berbuat dengan sangat baik kepada para murid lain-nya yang ada di sekte itu.


Mereka bahkan melakukan latihan bersama dengan para murid sekte Balumba yang juga berada di tingkat tinggi.


Bukan hanya akademi Walawatu saja, beberapa akademi lain-nya yang juga di undang ke sekte Balumba dalam kegiatan ini juga tampak bisa berbaur dengan baik dengan para murid sekte Balumba.


Meski-pun ada beberapa murid dari sekte Balumba yang memiliki sifat arogan dan sombong, namun para siswa dari akademi sama sekali tak mau bermasalah dengan mereka karena mereka tahu betul bagaimana kekuatan tempur yang di miliki oleh sekte besar itu.

__ADS_1


Sekte Balumba ini memang terkenal sebagai salah satu sekte besar yang sangat berpengaruh di kekaisaran Balengga ini.


Berdasar-kan beberapa informasi dan perkiraan para raja di kekaisaran ini, jika seandai-nya sekte Balumba ini ingin mendiri-kan sebuah kerajaan baru, maka itu tidak-lah sulit dan tidak akan ada yang berani menentang sekali-pun itu adalah seorang raja.


Hal itu di karena-kan sekte ini memang berisi-kan orang-orang kuat.


Tak ada satu pun orang di sekte ini merupa-kan masyarakat sipil yang tidak memiliki kekuatan. Semua-nya memiliki kekuatan, dan mereka memiliki kekuatan yang jauh lebih besar karena sangat banyak orang berbakat yang menjadi murid di sekte itu.


Namun untung-nya di setiap generasi, sang pemimpin sekte itu selalu memiliki pemikiran yang tidak haus akan kekuasaan, oleh karena itu sekte Balumba selalu diam dan hanya terus membantu para ksatria untuk terus meningkat-kan kekuatan dengan cepat.


Di sisi lain, saat ini Natalia yang baru saja selesai berlatih bersama para murid tingkat tinggi di sekte ini tampak di datangi oleh seorang pria dari sekte ini.


"Apa kau kelelahan?" Tanya pria itu sambil tersenyum manis ke arah Natalia serta menyodor-kan sebotol air mineral pada Natalia.


"Uhm..." Balas Natalia sambil mengangguk-kan kepala-nya sekali dan langsung meraih botol minuman itu dari tangan si pria.


Pria itu berusia 26 tahun, namun paras-nya seperti seorang pria usia belasan tahun, dan ia merupa-kan sosok pria termuda yang sudah berada di tingkat grand master serta menjadi sosok yang terkuat di antara para pemuda di sekte Balumba ini.


Natalia kini langsung meminum air yang di berikan itu.


Sementara pria yang bernama Axel itu kini langsung duduk di samping Natalia.


Melihat hal itu, para pria dari sekte Balumba maupun pria dari akademi Walawatu sendiri langsung menatap Axel dengan tatapan iri karena Natalia mau menanggapi dan merespon perkataan dan tindakan Axel.


"Biasa-nya dia itu sangat dingin!... Tapi kenapa?... Kenapa sekarang dia malah akrab dengan pria itu!" Ucap salah satu pria dari akademi Walawatu saat melihat Natalia yang sedang mengobrol dengan Axel.

__ADS_1


"Jadi ganteng itu memang sebuah keharusan!" balas salah satu pria dari sekte Balumba.


"Kau benar!" Sanggah pria lain-nya.


"Enak ya, jadi tampan dan berani!" timpal pria yang lain-nya.


Sementara itu, Diana yang merupa-kan teman baik Natalia semenjak masuk ke kelas tingkat tinggi kini hanya bisa menatap Natalia dari samping karena saat ini Natalia dan Axel tampak keasikan mengobrol sampai-sampai diri-nya seolah di abai-kan oleh Natalia.


Tampak Axel saat ini benar-benar bisa menghibur Natalia sampai-sampai membuat Natalia bisa tertawa bahagia serta tersenyum.


Jika di lihat-lihat, Natalia kini seolah sudah melupa-kan tentang Madika karena diri-nya seolah sudah menemu-kan sosok Madika yang lain dalam diri pria bernama Axel itu.


"Sekarang kau sudah bahagia ya, Natalia." Tegus Diana dengan suara lirih.


Namun tak di sangka Natalia mendengar ucapan Diana dan langsung menoleh ke arah Diana yang berada di samping-nya itu.


"Ehh?... Diana?... maaf aku membuat-mu jadi terabai-kan." Ucap Natalia yang kini tampak sedikit panik karena raut wajah Diana seketika terlihat suram.


"Ti... Tidak masalah, lanjut-kan saja, aku mau ke kamar kecil dulu!" Ucap Diana sambil berdiri dan segera berlalu dari tempat itu.


"Diana!" Teriak Natalia sambil berdiri dan mencoba untuk mengejar Diana. Namun tangan Natalia tiba-tiba di genggam oleh Axel sehingga langkah Natalia pun berhenti begitu saja.


Axel kini menggeleng-kan kepala-nya seolah melarang Natalia untuk mengejar Diana.


"Di lihat dari wajah-nya, seperti-nya dia hanya ingin sendiri untuk saat ini, jadi jika kau ke sana, maka keinginan-nya tidak akan bisa terpenuhi." Ucap Axel membujuk Natalia agar tetap di sini dan menemani diri-nya.

__ADS_1


Natalia pun kini hanya bisa menatap kepergian Diana dalam diam.


Kemudian ia kembali duduk di samping Axel, dan Axel pun segera mencari topik baru untuk mencair-kan suasana.


__ADS_2