Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Dunia Bawah Tanah


__ADS_3

Kini Natalia dan Madika berada di udara dan terlempar cukup jauh dari si paus raksasa itu.


Madika saat ini masih meluk Natalia sambil menutup mulut-nya.


"persiap-kan diri-mu! kiat akan jatuh ke laut lagi!" ucap Madika sambil menyingkir-kan tangan-nya dari mulut Natalia.


Natalia pun langsung mengangguk paham.


tak butuh waktu lama, kini kedua-nya langsung terjatuh dan masuk ke dalam lautan yang sangat dalam itu.


Saat kedua-nya masuk ke dalam air dan berhenti terdorong ke bawah, kini Madika pun berusaha menarik Natalia dan membawa-nya berenang ke atas permukaan.


kedua-nya pun kini berenang bersama ke permukaan air itu.


Note: lautan di tempat ini tidak-lah asin.


selain itu, tempat ini sering di sebut-sebut sebagai 'dunia bawah tanah'


Di sisi lain, saat Madika dan Natalia sedang berenang ke permukaan, tampak ada beberapa ikan misterius dari tempat yang dalam kini sedang mengintai mereka berdua.


ikan-ikan itu berjumlah empat ekor, dan mata mereka tampak memantul-kan cahaya berwarna merah menyala di kedalaman laut yang gelap itu.


Saat ini Madika dan Natalia telah mencapai permukaan laut. kedua-nya kini tampak terengah-engah karena dari tadi harus menahan nafas saat berenang di dalam laut.


lalu Madika dan Natalia pun segera mengedar-kan pandangan mereka ke segala arah hingga akhir-nya mereka berdua melihat sebuah pulau besar yang jarak-nya sudah tidak begitu jauh lagi dari mereka.


"ayo berenang kesana!" ucap Madika mengajak Natalia.


Natalia hanya mengangguk patuh sambil bergumam.


Kini Natalia dan Madika pun langsung berenang ke pulau besar itu dengan gerak-kan yang cepat karena khawatir jika ternyata masih ada mahluk laut lain-nya yang sedang mengincar mereka berdua.


Ketika Natalia dan Madika berada setengah jalan dari tempat sebelum-nya, tiba-tiba sepatu Natalia di gigit oleh seekor ikan yang ukuran-nya sebesar betis orang dewasa.


ikan itu panjang seperti belut namun bentuk tubuh-nya pipih seperti ikan mas.


Ikan itu kini menggigit sepatu Natalia dan menarik Natalia ke dalam laut.


melihat Natalia yang tiba-tiba berteriak sambil tenggelam, Madika pun dengan cepat menangkap tangan Natalia.

__ADS_1


kini kedua-nya di tarik oleh ikan itu ke dalam laut.


Madika yang kini melihat sosok ikan itu kini langsung mengeluar-kan sebuah belati kecil yang selalu ia siap-kan untuk jaga-jaga jika ia kehabisan Saga saat bertarung.


ia pun mengeluar-kan belati itu dari belakang pinggang-nya dan dengan cepat Madika pun langsung menyembelih ikan itu dan membuat ikan itu langsung berhenti bergerak dan mati seketika.


darah ikan itu kini menyebar di air itu.


sementara itu, Natalia yang tadi-nya panik kini langsung di tarik oleh Madika untuk kembali ke permukaan.


Sesampai-nya di permukaan, kedua-nya kembali terengah-engah.


"ayo percepat berenang-nya!... takut-nya masih ada yang sedang mengincar kita sekarang!" ucap Madika yang tampak sedikit tergesa-gesa.


"tapi kaki-ku terluka, aku tak bisa berenang lebih cepat lagi!" balas Natalia sambil berenang mengikuti Madika yang kini sudah berenang di depan-nya.


Mendengar perkataan Natalia itu, kini Madika pun langsung memegang tangan kiri Natalia dan langsung membawa-nya berenang dengan cepat.


Di sisi lain, tiga ekor ikan lain-nya yang melihat satu teman-nya telah terbunuh kini langsung terlihat marah.


mereka melihat darah teman-nya tersebar di dalam air itu.


Tak lama setelah itu kini tiga ikan itu pun menyerang Madika dan Natalia.


tampak salah satu ikan itu menabrak Madika dan membuat Madika terkejut.


bahkan kini tiga ikan itu terus menyerang dengan cara menabrak Madika dan Natalia berkali-kali.


Kini mereka berdua tampak kesulitan berenang karena di hantam oleh ketiga ikan itu.


"sial!... ternyata untuk kabur dari sini benar-benar sulit." ucap Madika yang tampak kesal.


Sementara itu, Natalia kini tampak makin kesulitan untuk berenang karena di serang oleh ikan-ikan itu.


saat ikan itu menabrak kaki natalia yang sebelum-nya terluka karena terkena gigitan, kini Natalia pun menjerit kesakitan.


Madika yang melihat hal itu pun kini tampak langsung marah.


Madika pun dengan cepat mengeluar-kan kembali belati kecil-nya itu. lalu dengan segera ia menyelam dan menghadapi tiga ikan itu di dalam air.

__ADS_1


Natalia yang melihat hal itu jadi khawatir pada Madika.


"Madika! hati-hati!" ucap Natalia yang saat ini masih terlihat meringis kesakitan.


Sementara itu, Madika yang kini berada di dalam air langsung memancing tiga ikan itu untuk menarget-kan diri-nya.


ia menebas-kan belati-nya ke salah satu tubuh ikan yang hendak menyerang Natalia.


ikan itu sempat menggigit rok Natalia hingga sobek, dan setelah ikan itu mendapat-kan luka dari tebasan Madika, ikan itu pun langsung menjauh sambil menarik rok yang di kenakan Natalia hingga akhir-nya rok Natalia terlepas dan kini hanya menyisakan celana pendek-nya saja.


Ketika salah satu ikan itu terluka karena madika, kini mereka langsung menoleh ke arah Madika dan mulai menarget-kan Madika.


lalu tiga ikan itu pun kini langsung melesat ke arah Madika.


ikan pertama yang menghampiri Madika dengan sangat cepat.


Madika yang melihat hal itu kini langsung menusuk kepala ikan itu sambil memutar badan-nya untuk menghindari hantaman dari si ikan.


kini kepala ikan itu bocor dan langsung mati seketika. lalu Madika menendang ikan itu dengan sekuat tenaga.


"aneh, sejak tadi ikan-ikan ini tak mengguna-kan energi Nosa mereka, apa jangan-jangan mereka juga tak memiliki energi sama seperti saat kami jatuh ke tempat ini?" batin Madika bertanya-tanya.


Kini dua ekor ikan melesat ke arah Madika dari dua sisi.


Madika kini langsung waspada sambil mengedar-kan pandangan-nya.


ketika kedua ikan itu menyerang secara bersamaan, Madika pun langsung memutar tubuh-nya untuk menghindari tabrakan dari si ikan, dan di saat yang bersamaan ia menusuk-kan belati-nya itu ke salah satu kepala ikan itu. kemudian ia menarik belati-nya itu hingga ke bagian badan ikan sehingga ikan itu langsung mati seketika.


Ketika tersisa satu ikan saja di tempat itu, kini ikan itu langsung kabur karena tak berani lagi melawan Madika.


melihat hal itu, Madika pun langsung menoleh ke atas. ia melihat Natalia yang kini sedang menunggu-nya.


saat ia berada di dekat Natalia, Natalia langsung mengulur-kan tangan-nya dan membantu Madika untuk segera naik ke permukaan.


Kini kedua-nya pun telah berada di permukaan. Madika tampak sangat kecapean dan kini sedang berusaha menstabil-kan pernapasan-nya.


setelah sudah cukup stabil, kini Madika pun langsung mengajak Natalia untuk segera berenang ke pulau itu.


"ayo." ucap Madika mengajak Natalia sambil mengulur-kan tangan-nya pada Natalia.

__ADS_1


Natalia hanya mengangguk patuh sambil menyambut tangan Madika. lalu Madika pun kini membantu Natalia berenang hingga ke pulau itu.


__ADS_2