
Setelah itu kini Esi pun bergerak ke arah Natalia. ia dari awal memang sengaja bergerak acak agar Natalia bisa terkecoh akan pergerakan Esi yang sebenar-nya.
ketika Esi berada sekitar lima puluh meter dari Natalia, Esi pun dengan segera menyerang naga api milik Natalia menggunakan sebuah es runcing yang cukup besar yang terbentuk di udara tepat di depan Esi.
lalu Esi mengayunkan tangan-nya. seketika es runcing itu langsung melesat cepat ke arah naga milik Natalia.
Sementara es runcing itu melesat, Esi dengan cepat langsung menciptakan es runcing lain-nya yang ia arahkan kepada Natalia.
sementara naga api menghindari es runcing yang mengarah pada-nya, saat itu pula es runcing yang lain-nya sedang melesat cepat ke arah Natalia yang saat ini masih fokus mengendalikan naga-nya.
~BRRUUFFFHH~
Terdengar suara es runcing milik Esi telah menghantam tanah.
bahkan hantaman-nya membuat lokasi target-nya kini di penuhi dengan kepulan debu tanah yang nampak seperti asap tebal.
Tak lama setelah itu, kini naga api milik Natalia perlahan lenyap. api yang sebelum-nya berkobar-kobar dan menyala-nyala seolah ingin membakar apa saja kini tampak pusar seolah di terbangkan angin. hingga akhir-nya kini naga api itu benar-benar lenyap dari pandangan Esi.
Melihat hal itu, Esi pun tersenyum tipis untuk merayakan kemenangan diri-nya secara pribadi.
Sementara itu, beberapa menit sebelum-nya, saat itu Mindo sedang berjuang melawan Lulu.
saat ini Lulu tampak sedang menggunakan jurus petir yang cukup merepotkan.
Lulu maju menghadapi Mindo. di tangan kanan Lulu tampak ada sebuah bola cahaya berwarna biru tua. bola cahaya itu di kelilingi oleh petir yang merambat hingga dua meter panjang-nya.
Ketika Mindo melihat Lulu mendekat ke arah-nya, Mindo langsung menyerang Lulu menggunakan es runcing yang muncul dari bawah kaki-nya.
"terima ini!!" teriak Mindo bersemangat.
Serangan es runcing itu Mindo gandakan menjadi tiga.
kini tiga es runcing menghadang Lulu yang sedang bergerak ke arah Mindo.
Lulu tidak diam saja.
dengan cepat Lulu mengayunkan tangan kanan-nya, dan seketika petir yang berada di sekitar bola cahaya itu langsung menyambar dan menghancurkan es itu hingga sepuluh meter jauh-nya.
__ADS_1
Sambaran petir itu hampir mengenai Mindo. namun Mindo berhasil melompat ke samping dan menghindari serangan petir itu.
"sial! petir-nya kuat sekali!.... sampai-sampai es-ku hancur hanya dengan sekali serang!" batin Mindo yang tampak sedikit kesal.
"serangan pria ini sangat mudah di tebak, seperti-nya dia bukan masalah bagi-ku..... aku tak perlu menunjukan kemampuan-ku yang sebenar-nya pada orang ini." batin Lulu memperkirakan kemampuan bertarung Mindo.
Setelah itu Lulu pun melambaikan tangan kanan-nya ke samping, dan seketika bola cahaya itu lenyap bersama dengan petir di sekitar-nya.
"aku sudah mendengar tentang-mu dari Esi, tapi tidak ku sangka kau selemah ini." ucap Lulu sambil menciptakan sebuah pedang dari elemen petir.
"apa kata-mu?" ucap Mindo dengan ekspresi yang tampak makin kesal. "jadi kau meremehkan-ku hanya karena bisa menghancurkan serangan-ku barusan!?.... seperti-nya kau terlalu angkuh!" ucap Mindo.
"memang-nya kenapa jika aku terlalu angkuh?" tanya Lulu dengan ekspresi datar.
"orang yang terlalu angkuh akan kalah karena keangkuhan-nya sendiri." ucap Mindo yang berdasarkan pengalaman pribadi-nya.
"hahahaha.... kau pikir bab1 seperti-mu bisa mengalahkan-ku?.... jangan bercanda.... sadarilah posisi-mu dasar bab1." ucap Lulu merendahkan Mindo dengan kata-kata yang sangat menghina.
"ap-apa kata-mu!!" teriak Mindo dengan ekspresi yang tampak sangat kesal.
seketika raut wajah Mindo langsung berubah. diri-nya yang tadi-nya berusaha menahan emosi kini tampak sangat marah karena bahasa hinaan yang di lontarkan Lulu benar-benar membuat diri-nya sangat marah dan merasa di rendahkan.
Mindo mengeluarkan sebuah pedang es yang sangat kokoh.
ketika berada di depan Lulu, Mindo langsung menebas Lulu dari arah atas tepat ke arah bahu Lulu. niat-nya ingin menebas bahu Lulu hingga tembus ke bagian perut yang bersebelahan. namun serangan itu berhasil di hentikan oleh Lulu menggunakan pedang petir.
Ketika serangan-nya di hentikan, kini Mindo langsung melompat ke tanah. saat mendarat, Mindo langsung mengayunkan kaki-nya ke arah Lulu.
seketika tanah di sekitar-nya membeku dan menjalar dengan cepat ke arah Lulu.
Lulu langsung melompat, dan tampak di tempat pijakan Lulu tadi es yang menjalar itu langsung berubah menjadi es runcing. es runcing itu kini langsung melesat ke arah Lulu yang masih berada di udara.
jumlah es runcing itu cukup banyak. Mindo berniat menyerang Lulu dengan serangan bertubi-tubi saat Lulu masih berada di udara.
Serangan es runcing kini mencapai Lulu.
namun Lulu dengan lincah langsung menebas es runcing itu satu persatu sambil bergerak kesana-kemari menghindari serangan es runcing itu.
__ADS_1
Lulu memanfaatkan jumlah es runcing itu sebagai pijakan saat di udara. ia menginjak es runcing yang berada di sis-nya untuk melompat ke sisi lain agar terhindar dari es runcing lain-nya yang sedang mengarah kepada-nya.
Sementara menghindari serangan es runcing itu, tiba-tiba Mindo menyerang Lulu menggunakan pedang dari arah kiri dan membuat Lulu terkejut.
Lulu berhasil menghindari tebasan Mindo, tapi beberapa helai rambut panjang Lulu terkena tebasan pedang es milik Mindo hingga terpotong.
tidak cukup sampai di situ, Mindo kini dengan cepat menebas ke arah samping tepat ke arah Lulu menghindar.
Lulu yang melihat hal itu langsung menunduk dan membuat tebasan Mindo meleset.
lalu setelah itu Mindo kembali menebas Lulu dari arah atas ke arah bawah tepat ke arah kepala Lulu.
Lulu pun dengan cepat langsung memblokir serangan Mindo menggunakan pedang petir-nya.
kedua pedang mereka kini saling bertumbuk-kan.
mereka kini terlihat sedang beradu kekuatan. Mindo terus mendorong Lulu. begitu pula sebalik-nya, Lulu terus berusaha mendorong mundur serangan Mindo.
"HUUAAAA!!" Mindo berteriak dengan penuh semangat. Saga di dalam tubuh-nya langsung mengalir cepat memenuhi tubuh-nya. ia memaksimal-kan Saga di seluruh tubuh-nya dengan paksa.
teknik ini memungkin-kan Mindo untuk memperkuat tubuh-nya hingga melewati batas.
"TERIMA INI!!" teriak Mindo sambil mendorong pedang-nya sekuat tenaga.
~BRHHUFFF~
~WHHUUUSSS~
~DUARRRR~
Lulu terhempas dengan sangat kuat.
ia terhempas ke tanah dan membuat tanah di sekitar-nya tampak di penuhi kepulan debu tanah yang menyerupai asap tebal.
note: teknik yang di gunakan Mindo adalah teknik memaksimalkan Saga di seluruh tubuh hingga melewati batas. nama teknik itu adalah 'Nakampaliu'.
dengan teknik ini, energi Saga yang mengalir di tubuh akan merembes keluar dan menyelimuti seluruh tubuh dari luar.
__ADS_1
kekuatan yang di dapat-kan memang lebih besar dari sebelum-nya, akan tetapi teknik ini memiliki kelemahan, yaitu boros energi Saga. dengan kata lain, energi Saga akan sangat cepat habis karena energi-nya banyak yang meluap keluar dari tubuh.