Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kemenangan Freon


__ADS_3

Ketika Freon sudah memasrahkan diri untuk kalah, tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga.


mata para penonton terbelalak oleh hal itu.


bagaimana tidak, Ntau yang hanya tinggal sedikit lagi pasti menang kini harus kalah karena diri-nya sudah mencapai batas.


ia tak lagi sanggup mempertahankan tubuh-nya karena hawa dingin sudah mulai menggerogoti tubuh-nya dan mengambil alih tubuh-nya.


Serangan es runcing yang muncul dari lantai es sebelum-nya melambat karena saat itu Ntau sedang berusaha memaksakan diri agar segera menang. namun nasib dan keberuntungan berkata lain.


Ntau seolah tak di beri kesempatan di pertarungan ini. diri-nya yang sudah over power terpaksa harus kalah karena kehabisan waktu.


Kini es runcing milik Ntau langsung lenyap begitu saja, begitu juga dengan lantai es yang kini terlihat mulai lenyap.


Saat Freon melihat hal itu, freon pun kini mendaratkan kaki-nya ke lantai.


ia kemudian melihat tubuh Ntau yang kini perlahan membeku.


pembekuan itu terjadi mulai dari kaki-nya.


tampak es yang lenyap tadi berubah menjadi uap yang tampak seperti asap yang membawa muatan hawa dingin.


lalu uap yang memuat hawa dingin itu langsung masuk ke seluruh tubuh Ntau dan menyerang balik diri-nya sendiri.


"sekarang Ntau sudah kalah.... kini hawa dingin yang ia gunakan kembali pada diri-nya dan menyerang balik tubuh-nya sendiri..... inilah jadi-nya jika menggunakan teknik ini.... karena itu teknik ini sangat jarang di gunakan dan jarang ada yang mau mempelajari-nya." jelas Madika mengenai hal yang terjadi pada Ntau.


"tapi aku masih merasa sedikit heran pada Ntau.... bukan-kah dia memiliki teknik pembekuan area yang sangat kuat itu?.... lalu kenapa dia memilih untuk menggunakan teknik hawa dingin terlebih dahulu..... padahal jika dia hanya menggunakan pembekuan area, maka sudah pasti dia tidak akan kalah seperti ini..... bukan-kah begitu?" tanya Ariel memastikan.


"sebagai orang yang tidak terlalu mengerti, aku membenarkan pandangan-mu.... akan tetapi, aku yang mengetahui kebenaran-nya berkata bahwa kau salah." ucap Madika sambil menoleh pada Ariel.


Mendengar ucapan Madika, Ariel pun langsung menatap wajah Madika dengan ekspresi kesal.


"tentu saja aku tidak tahu!.... makan-nya aku menanyakan-nya pada-mu." ucap Ariel dengan wajah yang kesal namun terkesan imut.


"hahahaha.... maaf-maaf..... sebenar-nya alasan Ntau menggunakan teknik hawa dingin lebih dulu karena dengan teknik itu ia bisa memaksimalkan kekuatan-nya..... nah dengan memaksimalkan kekuatan-nya hingga ke tingkat yang lebih tinggi, maka ia pun bisa menggunakan teknik yang harus-nya hanya bisa di gunakan oleh pengguna Saga tingkat tinggi..... meskipun dia sudah berhasil, namun sayang-nya ia masih terlalu lambat untuk merealisasikan teknik-nya sehingga ia malah berujung pada kekalahan." jelas Madika.

__ADS_1


"begitu ya..... kau ada benar-nya...." balas Ariel sambil mengangguk pelan.


"bukan ada benar-nya, tapi memang benar ada-nya!" balas Madika dengan ekspresi wajah suram.


"ternyata para senior di akademi ini memang berisikan orang-orang yang memiliki kemampuan khusus.... sangat banyak orang berbakat di sini..." ucap Natalia yang saat ini duduk sambil memegang dagu-nya.


"ini minuman tolong di minum Natalia.... aku sudah capek-capek membawakan-nya untuk-mu!" ucap Nina yang saat ini berada di samping Natalia.


"ahh.... maaf, aku terlalu serius melihat pertarungan ini...." balas Natalia.


Tak lama setelah itu, kini terdengar suara wasit yang memberitahukan bahwa pertarungan ke tiga belas berakhir dan pertarungan telah di menangkan oleh Freon.


lalu Freon pun kini berjalan keluar dari arena pertarungan.


"hah.... tidak ku sangka aku akan menang seperti ini." ucap Freon sambil menghela nafas dengan ekspresi lega.


Di sisi lain, di tempat duduk para penonton tampak beberapa pria yang menonton itu sedang berdiri dan menatap Freon dengan tatoan sinis.


tak lama setelah itu salah satu pria meneriaki freon.


"hahahaha ku kira dia benar-benar kuat.... tapi ujung-ujungnya dia malah di selamatkan oleh keberuntungan saja..... hahahaha ternyata dia tak sekuat yang di rumorkan." ucap pria itu mengolok Freon.


"tchi.... dasar anak kelas satu.... apa perlu di kasi paham dulu baru bisa diam?" ucap salah satu pria yang duduk cukup jauh dari para pria yang mencolok Freon.


"siapa yang bicara itu hah?!" ucap salah satu pria yang mengolok itu sambil menoleh ke belakang.


serentak empat teman-nya juga ikut menoleh.


Kini mereka berlima melihat seorang siswa kelas tiga di akademi itu.


siswa laki-laki kelas tiga itu tampak duduk dengan tenang. rambut panjang-nya berwarna hitam itu tampak di kuncir belakang.


dari tampilan luar-nya, pria itu terlihat cukup kuat. namun hal itu tidak di pedulikan oleh lima siswa kelas satu yang bod0h dan sombong itu.


"kalian semua hanya-lah tong kosong berbunyi nyaring.... sebaik-nya kalian tidak perlu banyak bicara." ucap pria itu.

__ADS_1


keempat pria itu mulai bertanya-tanya pada pria berambut kuncir belakang itu dengan nada yang kasar dan terkesan meremehkan.


"apa kata-mu hah?"


"kau pikir kau berhak mengatur mulut kami?"


"mulut-mulut kami..... kau tak perlu mengurus-nya!"


Lalu salah satu dari mereka mengolok Freon sambil menunjuk freon dengan ekspresi meremehkan dan menghina.


"hahahaha apa jangan-jangan kau ini teman orang yang sok jago itu?"


~DUAAARRRRR~


Sebuah ledakan yang kuat terjadi di tempat lima pria sombong itu.


kini dari balik kepulan asap serta kobaran api tampak lima pria itu terlempar keluar dari kepulan asap dan kobaran api itu.


kelima pria itu kini terjatuh ke lantai yang berada dekat dengan arena pertarungan.


mereka berlima jatuh tepat di depan Freon.


Freon yang melihat kejadian itu kini tampak tersenyum tipis.


lalu ia melambaikan tangan-nya pada pria itu.


"terimakasih sudah membawa mereka pada-ku." ucap Freon dengan senyuman di wajah-nya.


Melihat Freon yang melambai sambil tersenyum pada-nya, kini pria itu langsung membalik-kan badan-nya.


"lakukan saja sesuka-mu." ucap pria itu. kemudian pria itu langsung berlalu dari tempat-nya berdiri.


"baiklah." jawab Freon sambil memandangi punggung pria itu yang kini semakin menjauh.


Setelah itu, kini Freon langsung menatap kelima pria itu.

__ADS_1


"kalian tadi bilang bahwa kalian bisa melawan-ku dan mengalahkan-ku dengan mudah bukan?" tanya Freon sambil menghentak-kan kaki-nya ke tanah.


seketika tekanan angin menghantam lima pria itu saat Freon menghentak-kan kaki-nya.


__ADS_2