Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Freon vs Ntau (4)


__ADS_3

Di sisi lain, pedang angin milik Freon ternyata benar-benar tak bisa menembus serangan es milik Ntau. justru saat ini tampak beberapa tongkat es milik Ntau berhasil menembus serangan pedang angin milik Freon.


kini terlihat tongkat es itu melesat cepat ke arah Freon.


melihat hal itu, Freon pun segera melompat ke belakang untuk menghindar.


Namun saat es milik Ntau menghantam lantai, terjadilah ledakan hawa dingin di sekitar tempat itu. bahkan es itu menghancurkan lantai serta menghasilkan tekanan hawa dingin yang sangat kuat sampai-sampai Freon terdorong dan langsung berguling-guling di atas lantai akibat tekanan hawa dingin yang menghentak di udara.


Melihat Freon yang terguling di atas lantai membuat Ntau berpikir untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melancarkan serangan dan bergerak mendekati Freon.


Kini Ntau langsung berlari dengan cepat menghampiri Freon sambil menciptakan sebuah pedang es.


lalu ia segera menebaskan pedang-nya itu ke arah Freon.


seketika dari tebasan itu muncul beberapa es runcing kecil yang langsung melesat ke arah Freon.


Freon yang baru saja berhenti terguling kini langsung mengambil posisi berdiri.


saat melihat serangan es datang, Freon pun langsung melompat ke belakang untuk menghindari serangan itu sekaligus menjauh dari Ntau.


kini es runcing itu langsung menancap di tanah satu per-satu.


"ini cukup merepotkan! aku tak bisa menggunakan teknik angin biasa saja untuk mengalahkan-nya." ucap Freon yang kini tampak kesal.


Setelah berkata seperti itu, kini Freon langsung menciptakan sebuah pedang angin di tangan-nya. lalu ia dengan segera menebas ruang kosong di depan-nya.


seketika dari tebasan itu terbentuk sebuah lengkungan angin yang melesat ke arah Ntau.


Freon tidak berhenti pada satu tebasan, ia terus menebas ruang kosong itu sambil bergerak menjauh.


Sementara itu, Ntau yang melihat serangan itu kini tampak berdecak kesal melihat hal itu.


"tchi!!.... dari tadi dia terus menyerang sambil menjaga jarak!" batin Ntau.

__ADS_1


lalu Ntau langsung melambaikan tangan-nya ke samping.


seketika seluruh lengkungan angin yang di lancarkan oleh Freon langsung membeku dan terhempas ke samping seolah ada angin yang menghempaskan-nya.


"aku tak boleh membuang-buang waktu!.... dia harus ku tangkap!.... pergerakan-nya harus bisa ku hentikan!!" ucap Ntau dalam hati.


Lalu dengan Ntau pun kini mengangkat tangan kanan-nya tegak lurus di atas kepala. ia mengepalkan tangan-nya dengan sangat erat.


dari kepalan tangan kanan-nya itu muncul asap.... asap itu bukan-lah asap biasa, melainkan hawa dingin yang sangat kuat.


Ketika ni kepalan tangan Ntau di penuhi oleh hawa dingin itu hingga tangan-nya sendiri terlihat seperti membeku.


setelah itu, Ntau dengan sangat cepat mengayunkan tangan kanan-nya itu dan langsung meninju lantai dengan sangat kuat hingga lantai itu retak. jangkauan retak-nya cukup luas.


Di saat yang bersamaan dengan retak-nya lantai itu, kini lantai itu langsung membeku.


tidak hanya di sekitar Ntau saja, melainkan di seluruh arena pertarungan.


"apa-apaan itu?!"


"kekuatan yang sangat luar biasa!"


"kenapa dia tidak menunjuk-kan kekuatan ini sejak awal!?"


"jika dari awal dia menunjuk-kan kemampuan asli-nya ini, aku yakin pasti dia sudah menjadi salah satu orang terkenal yang bisa bersaing dengan OSIS di akademi ini!."


"kau benar!.... ini salah satu teknik pembekuan area dengan jangkauan yang luas!"


Berbagai ocehan muncul dari mulut para penonton yang sedang menikmati pertarungan itu.


mereka merasa kagum dengan apa yang di tunjuk-kan oleh Ntau pada mereka.


Melihat es yang terus menjalar di arena pertarungan, kini Freon pun mulai panik.

__ADS_1


"sial!.... kalau tidak salah ini adalah teknik tingkat tinggi!" batin Freon.


"ini adalah teknik yang bisa memastikan kemenangan pengguna-nya, terutama jika berduel satu lawan satu seperti ini." ucap Freon lagi dalam hati sambil berusaha mundur dan mengulur waktu.


"ini adalah teknik pembekuan area tingkat tinggi." ucap Madika sambil menyilang-kan kedua tangan-nya di depan dada. lanjut-nya. "berdasarkan apa yang ku ketahui, teknik ini adalah teknik yang sangat efektif untuk pertarungan di arena seperti ini..... hal itu di karenakan dengan teknik ini si pengguna di pastikan bisa menyerang musuh-nya dengan serangan yang pasti akan kena sasaran..... saat lawan berdiri di atas es yang ia buat itu, maka yang terjadi adalah sama seperti sedang berdiri di atas telapak tangan pengguna es itu.... dengan kata lain, hanya kematian-lah yang menanti lawan-nya." jelas Madika dengan ekspresi serius dan tetap memandangi pertarungan.


"lalu bagaimana cara melawan jika kita sudah berdiri di atas es itu?.... apakah benar-benar tak ada cara untuk melawan lagi?" tanya Ariel yang tampak penasaran.


"tentu saja ada cara untuk melawan.... namun kau harus lebih kuat dari lawan yang menggunakan teknik ini..... dengan kata lain, jika lawan yang lebih lemah mengaktifkan teknik ini maka kau dengan kemampuan yang lebih tinggi bisa melawan-nya dengan menggunakan teknik yang serupa.... dengan demikian, maka teknik milik-mu lah yang akan mendominasi dan membatalkan teknik lawan itu." ucap Madika menjelaskan sambil menoleh pada Ariel.


Mendengar penjelasan itu, kini Ariel hanya mengangguk paham. lalu mereka berdua pun kembali fokus untuk melihat pertarungan.


Saat ini Freon terlihat semakin terdesak. lantai arena pertarungan yang tersisa kini hanya sedikit, dan es yang membekukan lantai itu terus menjalar.


kini hanya tersisa lantai yang di pijaki oleh Freon saja yang belum di selimuti es.


ketika es itu sudah semakin dekat dengan kaki Freon, kini Freon pun tak punya pilihan lain selain melompat ke udara untuk mendarat ke arena pertarungan yang sudah membeku dan di selimuti oleh es itu.


Saat Freon masih di udara, tiba-tiba muncul ribuan es runcing berukuran kecil dari lantai es itu. es runcing kecil itu langsung melesat ke arah Freon.


melihat serangan itu, Freon pun langsung mengaktifkan lingkaran angin milik-nya untuk menahan serangan es itu.


Sejenak serangan bisa di tahan, akan tetapi, karena serangan di lancarkan secara berturut-turut, kini lingkaran angin milik Freon langsung hancur dan membuat Freon langsung terkejut dengan mata yang terbelalak.


dari tatapan mata serta ekspresi freon, ia tampak sedang menunjuk-kan seolah diri-nya tidak percaya akan apa yang terjadi.


"mati aku...." batin Freon.


Kini Freon langsung jatuh. ia memposisikan tubuh-nya untuk mendarat di atas lantai es itu.


namun hal yang mengejutkan membuat diri-nya langsung panik. hal itu di karenakan lantai itu kini tidak rata, dan tampak di lantai es itu muncul es runcing berukuran agak besar. es runcing itu tampak perlahan naik dan menyambut kedatangan Freon ke atas-nya.


"sial!.... aku benar-benar akan kalah kali ini." batin Freon sambil memejamkan mata-nya dan pasrah akan kekalahan-nya itu.

__ADS_1


__ADS_2