
Saat ini Madika pun memutus-kan untuk menjadi-kan serigala itu sebagai hewan peliharaan-nya.
"baik-lah, kalau begitu coba kau bicara dengan serigala itu, apa-kah bisa?" tanya Madika memberi Bunggu arahan.
"tentu saja bisa tuan." jawab Bunggu tanpa ragu.
Lalu Bunggu pun langsung berbicara dengan serigala petir itu, dan memberi penawaran pada-nya.
"baiklah, aku setelah ku pikir-pikir, mungkin sebaik-nya aku memberi-mu sebuah pilihan." ucap Bunggu dengan tatapan serius.
Mendengar ucapan Bunggu, kini serigala petir itu tampak memahami ucapan Bunggu dan ia terlihat sedang penasaran dengan pilihan yang akan di beri-kan oleh Bunggu.
"pilihan-mu hanya dua, mati di sini atau jadi hewan peliharaan Madika." ucap Bunggu sambil memutar tubuh-nya dan menunjuk ke arah Madika.
Mendengar syarat dari Bunggu, si serigala petir itu pun langsung melolong panjang. setelah itu ia menggoyang-goyangkan ekor-nya pertanda bahwa ia sedang senang.
"tuan Madika, dia bersedia menjadi hewan peliharaan anda." ucap Bunggu pada Madika melalui perantara energi.
Mendengar perkataan dari Bunggu kini Madika pun langsung tersenyum tipis.
"baik-lah, sekarang sudah aman." ucap Madika sambil menghilang-kan perisai angin milik-nya.
"sekarang serigala petir itu akan jadi milik-ku." ucap Madika sambil tersenyum ke arah Natalia.
"ehh?"
Natalia kini tampak kebingungan. semua terjadi dengan sangat cepat dan ia tak berhasil memahami apa yang sedang terjadi.
"ehh?.... ba.... bagaimana bisa?.... bukan-kah serigala itu sangat berbahaya? bagaimana mungkin dia mau jadi peliharaan-mu?" ucap Natalia dengan ekspresi tidak percaya.
"kalau tidak percaya kau cukup lihat saja dari sini." ucap Madika dengan percaya diri.
lalu Madika pun langsung beranjak dari tempat ia berdiri, ia kini berjalan ke arah serigala petir itu.
"Madika, hati-hati." ucap Natalia saat melihat Madika yang kini berada di dekat serigala petir itu.
"tenang saja, semua-nya akan baik-baik saja kok.... bukan begitu Bunggu?" ucap Madika sambil menoleh ke arah Bunggu.
"hmm.... tenang saja.... tak perlu ada yang di khawatir-kan." ucap Bunggu meyakin-kan.
__ADS_1
Mendengar ucapan Bunggu, Natalia kini hanya bisa diam dan hanya bisa memilih untuk percaya dengan apa yang mereka kata-kan.
meski-pun demikian, ia tetap merasa sedikit khawatir saat Madika mendekati serigala petir itu.
"baik-lah, langsung saja kita mulai membuat kontrak antara majikan dan peliharaan." ucap Madika yang tampak sedikit bersemangat.
Setelah itu Madika pun langsung menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan.
seketika di kedua tangan Madika tampak berkumpul energi Saga yang memancar-kan warna biru.
setelah Madika memutar kedua tangan-nya dan menggerakkan-nya ke atas dan bawah, kini Madika pun langsung mendorong tangan kiri-nya ke kepala serigala petir itu dengan posisi telapak tangan terbuka dan hanya jari tunjuk dan jari tengah saja yang tegak lurus.
sementara itu tangan kanan Madika kini di letak-kan tepat di dahi-nya sendiri.
Tak lama setelah itu, kini terjadi luapan energi di sekitar mereka berdua. energi itu jumlah-nya sangat banyak dan bergerak bebas mengelilingi Madika dan serigala petir itu.
setelah itu, kini energi itu langsung berkumpul di dahi Madika serta di dahi serigala.
tak lama setelah itu, kini di dahi Madika dan dahi serigala petir itu langsung muncul sebuah simbol yang sama.
simbol itu adalah simbol kontrak antara Madika dan serigala petir itu.
Saat Natalia melihat simbol itu, Natalia pun langsung terkejut sekaligus senang karena kekhawatiran-nya tidak berarti apa-apa saat ini.
"di.... dia benar-benar berhasil!" ucap Natalia yang tampak terkejut seolah tak percaya.
Tak lama setelah itu, kini proses pembentuk-kan kontrak telah selesai, dan Natalia pun langsung berlari ke arah Madika.
"syukur-lah kau berhasil melakukan-nya." ucap Natalia yang tampak bersemangat dan senang.
"ehm." Madika hanya bergumam sambil mengangguk menanggapi ucapan Natalia barusan.
"hei Bunggu." ucap Madika melalui perantara Saga.
"ada apa tuan?" tanya Bunggu.
"apa sekarang aku bisa berbicara dengan serigala ini?" tanya Madika.
"tentu saja tuan.... anda bisa berbicara dengan-nya sekarang." jawab Bunggu.
__ADS_1
Mendengar hal itu kini Madika pun langsung tersenyum tipis.
"baiklah, mulai sekarang nama-mu adalah 'Askila'!" ucap Madika sambil mengelus kepala serigala petir itu.
"terimakasih sudah memberi-ku nama tuan." ucap Askila dengan nada bahagia sambil menggerak-gerakkan ekor-nya ke kiri dan ke kanan.
Setelah Madika memberi nama pada serigala itu, kini Askila langsung mengecil dan berubah menjadi serigala kecil yang sangat imut dengan buluh putih yang sangat halus dan tampak teratur dengan baik.
lalu Askila pun langsung berlari-larian mengelilingi kedua kaki Madika dengan tingkah yang imut.
Natalia yang melihat perubahan Askila kini langsung tertarik dengan Askila.
seketika Natalia langsung merasa gemas dengan tingkah dan keimutan Askila.
lalu Natalia pun langsung mengambil Askila dan menggendong-nya.
"huwaaaa.... imut sekali!" ucap Natalia dengan ekspresi gemas melihat Askila.
Sementara itu Askila yang saat ini berada di tangan Natalia kini tampak menjilati tangan Natalia.
"hahahaha.... tidak ku sangka ternyata hewan monster yang satu ini ternyata bisa jadi seimut ini." ucap Natalia yang tampak menyukai Askila.
"tuan, apa gadis ini istri anda?" tanya Askila sambil menoleh ke arah Madika.
"sebaik-nya kau jangan berpikir yang tidak-tidak." ucap Madika sambil tersenyum dengan tatapan yang tak enak di pandang.
"ada apa Madika?" tanya Natalia saat Madika tiba-tiba berbicara sendiri.
"ehh?" Madika sedikit terheran-heran mendengar ucapan Natalia.
"tuan, sebenar-nya saat ini aku hanya bisa berbicara dengan anda.... aku belum bisa mengeluar-kan suara yang sama dengan manusia, jadi satu-satunya yang memahami-ku saat sedang berbicara hanya-lah anda seorang dan juga hewan peliharaan anda yang satu-nya lagi." ucap Askila melalui perantara Saga.
"kenapa kau tak mengatakan-nya sejak tadi." ucap Madika melalui perantara Saga sambil pasang ekspresi malas.
"hehehehe maaf tuan." jawab Askila.
"hei Madika.... kau baik-baik saja?" tanya Natalia sambil melambai-kan tangan kiri-nya di depan Madika.
"aku baik-baik saja kok." jawab Madika sambil menangkap tangan Natalia yang sedang melambai di depan wajah-nya.
__ADS_1
"untuk sekarang sebaik-nya kita segera pulang.... sudah sekitar setahun kita tidak ada kabar, aku yakin orang tua-mu pasti akan khawatir pada-mu, terutama kakek-mu." ucap Madika.
"baiklah, kalau begitu sebaik-nya kita segera keluar dari hutan ini." balas Natalia sambil mengangguk-kan kepala-nya saat mendengar ucapan Madika.