Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Amukan Ular Berkepala Tiga


__ADS_3

Saat ini ular berkepala tiga tampak sedang menarget-kan Natalia.


ular itu terus menyerang Natalia, namun Natalia masih bisa menghindari serangan ular itu secara terus-menerus.


"tidak boleh seperti ini terus!.... aku harus mencoba melawan!.... aku tak mau mati sebelum mencoba bertarung!" batin Natalia.


Kemudian Natalia pun berhenti dan dengan cepat langsung memuncul-kan dua pedang di tangan-nya.


di tangan kiri-nya muncul pedang api, dan di tangan kanan-nya muncul pedang petir.


Baru saja Natalia memuncul-kan kedua pedang-nya, kini terlihat ular itu sudah berada di depan Natalia sambil membuka mulut-nya lebar-lebar.


Natalia yang terkejut melihat hal itu langsung mengangkat pedang-nya dan mencoba menebas mulut ular itu meski-pun ia yakin itu tak akan berpengaruh melawan si ular.


Namun belum sempat Natalia menebas, kini sebuah serangan laser api yang sangat kuat memancar dan menghantam kepala si ular dengan sangat kuat.


hal itu pun membuat ular berkepala tiga itu langsung terlempar cukup jauh.


Melihat hal itu, Natalia pun langsung menoleh ke arah datang-nya laser api itu, dan tampak di sana ada Lili yang baru saja berhasil melancar-kan serangan laser api-nya.


"cepat menjauh dari sana!" teriak Lili.


Mendengar teriakan Lili, kini Natalia pun langsung mengangguk dan dengan segera menjauh dari tempat itu.


Natalia dengan cepat berkumpul dan bergabung bersama lili dan yang lain-nya.


"jangan mencoba menghadapi ular itu seorang diri!.... kita ini satu kelompok, jadi berusaha-lah untuk tetap bertarung bersama!" ucap Lili dengan tegas sambil menatap Natalia.


"maaf, aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja ular itu tiba-tiba terus menarget-kan ku." balas Natalia berterus terang.


"hah.... baiklah.... yang terpenting sekarang kau baik-baik saja." ucap Lili dengan ekspresi lega.


Sementara itu, si ular berkepala tiga yang sebelum-nya terhempas itu kini melihat beberapa siswa dari akademi Narodo yang tampak berusaha menjauh dari-nya.


hal itu pun langsung menarik perhatian si ular, dan ular itu pun langsung mengejar para siswa dari akademi Narodo itu.

__ADS_1


"seperti-nya ular itu tidak peduli siapa yang harus lebih dulu ia habisi.... ia kelihatan-nya lebih mementing-kan mangsa terdekat yang bisa ia habisi terlebih dahulu." ucap Natalia saat melihat ular itu mengejar para siswa dari akademi Narodo.


"kau benar, ular ini seperti-nya punya sifat yang membabi-buta." timpal Nina.


Di sisi lain, para Niverom yang saat ini sedang berada di atas pohon tampak menikmati tontonan mereka.


"lihat-lah para sampah itu!..... mereka semua ketakutan!.... hahahaha." ucap salah satu Niverom yang kemudian tertawa terbahak-bahak.


"hahahaha...... ayo taruhan, kira-kira ada yang akan kencing di celana atau tidak?" timpal Niverom lain-nya.


"aku bertaruh pasti akan ada yang kencing di celana.... bahkan aku berani bertaruh si culun itu pasti sedikit lagi akan kencing di celana." ucap Niverom lain-nya sambil menunjuk salah satu siswa akademi Narodo yang terlihat culun.


Tak lama setelah itu, kini si ular itu pun tiba di depan si culun yang saat ini terjatuh.


kali si culun itu tampak gemetar bukan main, bahkan dari raut wajah-nya saja bisa terlihat bahwa dia sangat ketakutan saat melihat ular berkepala tiga yang mengangkat kepala-nya hingga ketinggian delapan meter dari tanah.


Si culun itu adalah siswa yang berasal dari anak seorang bangsawan. namun karena terlalu manja, si culun itu pun seumur hidup-nya tak pernah bertemu hewan monster, dan ini adalah pertama kali-nya bagi-nya berhadapan dengan hewan monster.


apes-nya lagi hewan monster yang ada di depan-nya adalah hewan monster yang sangat menakut-kan yang bahkan guru-nya sendiri pun pasti kesulitan menghadapi-nya.


sementara itu, si ular yang melihat hal itu langsung bisa mencium bau pesing dari tubuh si culun.


"hahahaha..... lihat!... si culun itu benar-benar kencing di celana! hahahaha!" ucap si Niverom yang menebak sebelum-nya.


Sementara itu, si ular yang mencium bau Pesing itu kini langsung melempar pandangan-nya ke arah siswa lain-nya. ia kini tampak tidak tertarik pada si culun.


lalu perlahan si ular itu langsung merayap ke arah siswa lain-nya.


Melihat hal itu, si culun pun kini langsung merasa lega dan ia langsung menghela nafas.


"huh..... untung saja dia tidak tertarik dengan-ku." ucap si culun sambil menghela nafas.


Baru saja berkata seperti itu, tiba-tiba sebuah cairan merah panas langsung membasahi seluruh tubuh si culun.


cairan merah panas itu tentu-nya berasal dari mulut si ular berkepala tiga.

__ADS_1


hal itu membuat si culun langsung berteriak kesakitan, ia terus menjerit sambil berguling-guling hingga akhir-nya tubuh-nya perlahan meleleh dan ia pun mati di tempat.


Para Niverom yang menyaksi-kan hal itu langsung tertawa terbahak-bahak sambil mengeluar-kan kata-kata mengejek kepada siswa culun itu.


sementara itu, siswa-siswa dan kedua guru dari akademi Narodo kini langsung menatap Natalia dan seluruh anggota kelompok-nya dengan tatapan kesal dan penuh amarah.


"ini semua karena ulah kalian!!" teriak salah satu gadis dari akademi Narodo. "gara-gara kalian membawa monster itu kemari! sekarang semua-nya jadi makin runyam!"


Mendengar hal itu, Natalia dan kawan-kawan pun hanya bisa diam karena memang mereka-lah yang telah membawa ular berkepala tiga itu ke tempat ini.


Tak lama setelah itu, kini ular berkepala tiga itu langsung bergerak ke arah siswa akademi Narodo dan langsung mengobrak-abrik mereka semua.


Kedua guru dari akademi Narodo pun kini langsung maju membantu para siswa-nya untuk berhadapan dengan ular berkepala tiga itu.


meski-pun mereka tahu itu akan sangat sulit di hadapi, namun mereka tetap mencoba dan berusaha untuk tetap bertarung.


********


Saat ini di tempat kelompok Bu Meri tampak para Niverom telah tumbang.


beberapa Niverom tidak terlihat di tempat itu karena telah di makan oleh harimau api milik Madika.


beberapa Niverom lain-nya bahkan sudah kehilangan beberapa anggota tubuh-nya.


Melihat hal itu, kini Bu Meri pun langsung tersenyum lega.


sementara itu, para murid yang sebelum-nya meragu-kan kemampuan Madika kini langsung terlihat kagum terhadap Madika, terutama siswa pria yang sejak awal terus menerus menolak Madika untuk ikut dalam perburuan ini.


Melihat para Niverom sudah di kalah-kan, kini Madika pun langsung berdiri dari singgasana-nya.


kemudian ia pun langsung mengeluar-kan sayap angin-nya.


saat sayap angin itu muncul di punggung Madika, seketika para siswa terutama para gadis langsung terpesona dengan bentuk sayap milik Madika.


bahkan mereka pun sadar bahwa memuncul-kan sayap itu adalah sebuah jurus yang cukup langka di Agrillis.

__ADS_1


__ADS_2