Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Asosiasi Ksatria Saga


__ADS_3

Setelah hampir sepanjang malam Madika bersemedi, kini pagi pun telah tiba.


tampak Madika yang terbaring di atas ranjang kini perlahan membuka mata-nya.


Setelah ia bangun, ia pun mulai bersiap dan hendak kembali melakukan perjalanan-nya.


Namun untuk saat ini ia memilih untuk berjalan-jalan dulu mengelilingi kota, mungkin saja ada hal menarik di kota kecil ini.


Seperti yang Madika lakukan kemarin, hari ini ia hanya berjalan dan bersenang-senang dengan uang yang ia miliki saat ini.


"untung saja aku sempat bekerja sebagai pengawal pribadi Natalia, jika tidak maka aku pasti akan kesulitan mencari uang sekarang.... kan tidak mungkin aku membayar sesuatu yang murah mengguna-kan emas?" batin Madika sambil mengunyah jajanan yang baru saja ia beli.


Setelah cukup bosan berkeliling, kini Madika pun memilih untuk pergi ke tempat yang di datangi oleh Emi kemarin, yakni kantor asosiasi ksatria Saga kota Kayau.


Asosiasi ksatria Saga adalah sebuah tempat berkumpul-nya para pengguna Saga yang tidak mendapat-kan pekerjaan dari pemerintah.


Hal itu di karena-kan saat ini sudah sangat banyak ksatria Saga di hasil-kan dari berbagai akademi ksatria Saga. saking banyak-nya tentu kuota untuk masuk dalam kstaria kerajaan dan pekerjaan ksatria lain-nya yang berhubungan dengan pemerintahan tentu terbatas.


hingga akhir-nya pemerintah pun memutus-kan untuk mencipta-kan asosiasi ksatria Saga untuk mempekerja-kan seluruh ksatria Saga agar tak satu pun dari mereka menjadi pengangguran.


******


Saat ini, tampak di kantor asosiasi ksatria Saga serang terjadi keributan.


Keributan itu di sebab-kan oleh seorang pria yang saat itu tampak sangat marah terhadap seorang wanita.


Pria itu tidak lain adalah Hongu, dan gadis yang di marahi-nya itu adalah Emi.


"berani-nya kau menunjuk-kan wajah-mu di hadapan-ku!" bentak Hongu yang langsung menampar Emi hingga terjatuh.


Seorang gadis yang sedari tadi berdiri di belakang Emi langsung mendekati Emi dengan cepat dan membantu Emi untuk berdiri.


"Emi, kau baik-baik saja?" tanya gadis itu dengan ekspresi wajah yang tampak khawatir.


"tidak apa-apa Nia, ini tidak-lah seberapa jika di banding-kan dengan apa yang adik-nya derita saat itu." ucap Emi yang terlihat tidak berdaya saat mengingat kejadian kemarin saat seekor laba-laba raksasa memangsa adik laki-laki Hongu.

__ADS_1


"berani-beraninya kau melarikan diri dan membiar-kan adik-ku terbunuh!.... kau pengkhianat terburuk!" bentak Hongu lagi sambil menendang wajah Emi dan membuat Emi sekali lagi terkapar di lantai.


"tu..... tuan, mohon bersabar, tolong jangan buat keributan di sini." ucap salah satu wanita yang bekerja di asosiasi itu.


Wanita itu ingin menenang-kan Hongu, namun emosi-nya tetap tidak bisa di tenang-kan begitu saja.


"Emi!.... akan ku buat kau mati sekarang juga agar kau menyesali perbuatan-mu di neraka!" ucap Hongu dengan penuh emosi sambil mencekik leher Emi.


Seketika wanita yang sebelum-nya berusaha melerai itu langsung mundur.


ia melihat ke arah para penjaga asosiasi itu, namun mereka semua hanya diam saja karena mereka tak mau membuat masalah dengan Hongu.


Hal itu di karena-kan keluarga Hongu adalah keluarga yang sangat berpengaruh di kota Kayau ini.


keluarga Hongu juga merupa-kan orang nomor satu yang selalu menyumbang dana kepada asosiasi hingga asosiasi ini pun bisa berkembang pesat hingga saat ini.


Hal itu tentu saja membuat orang-orang di asosiasi itu takut melawan Hongu.


Namun akhir-nya gadis yang bernama Nia yang sebelum-nya membantu Emi kini langsung menodong-kan pedang api milik-nya ke wajah Hongu.


"keluarga-mu mungkin orang terkaya di kota ini dan memiliki pengaruh besar di tempat ini.... tapi bukan berarti segala-nya bisa kau beli dengan uang-mu itu!" ucap Nia dengan tatapan mengancam.


Melihat tatapan Nia itu, seketika Hongu pun jadi semakin marah.


"hanya orang kaya baru seperti-mu berani-nya menatap-ku seperti itu!" bentak Hongu sambil melempar Emi yang sedang di cekik-nya itu ke arah Nia.


Nia dengan cepat langsung menangkap tubuh Emi agar tidak tergelak di lantai.


Namun saat Nia membantu Emi, tiba-tiba sebuah tendangan berlapis petir menghantam tubuh Nia dan Emi sehingga mereka berdua langsung terhempas hingga menabrak sebuah meja dan kursi.


Meja dan kursi itu pun kini berhamburan di lantai.


lalu Hongu yang masih belum puas menghajar mereka kini berjalan perlahan ke arah Nia dan Emi yang saat ini tampak berusaha untuk berdiri.


Semua orang yang melihat Hongu berjalan ke arah Emi dan Nia kini langsung membuka jalan untuk Hongu dengan rasa takut.

__ADS_1


mereka semua hanya bisa menunduk dan seolah tidak peduli dengan keadaan Emi dan Nia


Nia yang kini sudah berdiri langsung terlihat kesal pada Hongu.


"meski-pun keluarga-ku tidak sekaya dan berpengaruh seperti keluarga-mu, tapi setidak-nya keluarga kami masih lebih mengenal aturan ketimbang keluarga-mu yang tidak tau aturan sama sekali!" bentak Nia dengan kesal-nya.


"Nia!" ucap Emi menegur Nia dengan ekspresi khawatir.


"jangan membela-ku lagi!.... kau bisa dalam masalah besar jika seperti itu." ucap Emi.


"berani-nya mulut-mu berkata seperti itu tentang keluarga ku!.... kau seperti-nya benar-benar mengingin-kan kematian!" bentak Hongu yang kini makin emosi.


tampak wajah Hongu kini mengeluar-kan banyak urat padahal usia-nya belum seberapa tua.


Hongu pun langsung mendekat dengan cepat ke arah Nia dan Emi.


Emi yang melihat emosi Hongu makin memuncak kini langsung menghalangi Hongu yang berjalan ke arah Emi.


"Hongu, ini salah-ku, tolong jangan melampiaskan-nya pada nia." ucap Emi memohon.


"Emi!" seru Nia berusaha menghenti-kan Emi.


namun Emi hanya menoleh sambil menggeleng-kan kepala-nya untuk melarang Nia berbuat lebih jauh.


Seketika Hongu pun tiba di depan Emi dan langsung mencekik leher Emi dengan sangat kuat.


"kau tidak perlu membela gadis itu juga!" bentak Hongu yang kini sudah muak dengan kedua gadis yang saling membela satu sama lain itu.


"setelah aku membunuh-mu, Nia juga akan menjadi incaran-ku karena dia sudah berani menghina keluarga-ku!" bentak-nya lagi.


Kemudian Hongu pun mengeluar-kan sebuah senjata energi milik-nya.


Senjata energi tu berbentuk kaus tangan dengan tiga pedang ramping yang terlihat seperti sebuah cakar di bagian punggung tangan-nya.


"matilah!" bentak Hongu sambil menusuk-kan cakar itu ke arah perut Emi.

__ADS_1


"Emi!!" teriak Nia yang langsung ketakutan melihat Emi yang kini sudah sangat dekat dengan ajal-nya.


__ADS_2