Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Awal Latihan Gabungan Antar Kelas


__ADS_3

Setelah itu, kini Natalia langsung beranjak dari tempat-nya berdiri.


Di sisi lain, saat ini tampak Madika berhenti membelai rambut Ariel. ia langsung membalik-kan badan dan membelakangi Ariel. lalu ia menoleh ke belakang tanpa memutar tubuh-nya.


"apa kau mau ikut dengan-ku ke kantin?" tanya Madika sambil tersenyum ramah.


"uhmm..." gumam Ariel sambil mengangguk-kan kepala-nya sekali.


Setelah itu kini kedua-nya pun beranjak dari area latihan itu dan langsung pergi ke kantin.


>SKIP<


Setelah Madika dan Ariel selesai mengisi perut, kini kedua-nya langsung pergi ke kelas.


ketika kedua-nya berjalan di selasar kelas 1 api, mereka melihat Natalia yang sedang berdiri dekat pintu sambil menyandarkan punggung-nya di dekat pintu.


saat ini Natalia berdiri berhadapan dengan dua gadis yang merupakan teman dekat-nya sejak lama.


mereka terlihat sedang serius membincangkan sesuatu, namun sesaat kemudian mereka terlihat tertawa.


namun hanya Natalia saja yang tersenyum dan tidak terlalu menunjuk-kan ekspresi yang sama seperti kedua teman-nya.


Ketika Madika dan Ariel melihat Natalia, kini Ariel langsung berpindah posisi.


diri-nya yang awal-nya berada di sebelah kiri Madika kini langsung berpindah ke arah kanan Madika karena Natalia saat ini berdiri di dekat pintu yang tepat berada di sebelah kiri mereka.


"ada apa?" tanya Madika yang ingin tahu mengapa Ariel terlihat menghindar.


"tidak apa-apa, aku hanya merasa tak suka pada wanita itu." ucap Ariel sambil menatap Natalia.


"hmm.... apa kau ada masalah dengan-nya?" tanya Madika lagi.


"ya..." jawab Ariel singkat.


"wajah!!..... jadi kau orang-nya!!" ucap salah satu teman Natalia sambil mendekati Madika.


Madika dan Ariel yang melihat gadis itu langsung terkejut. bagaimana tidak, mereka yang tadi-nya sedang serius berbincang sambil berjalan tiba-tiba di datangi seperti itu.


sementara itu, Madika masih belum bisa menangkap maksud perkataan gadis itu, tapi Ariel sudah bisa menebak kira-kira apa yang di maksud oleh gadis itu.


"apa maksud-mu?" tanya Madika yang berusaha tenang dari keterkejutan-nya.

__ADS_1


"kau kan, orang yang sudah mengalahkan Natalia?" ucap salah satu teman Natalia tanpa peduli dengan natalia yang masih ada di dekat mereka.


mereka berdua seolah tidak peduli dengan perasaan Natalia yang sudah di kalahkan oleh Madika.


"ehm.... soal itu...." ucapan Madika terhenti karena tiba-tiba gadis di depan-nya menyela perkataan-nya.


"bukan hanya itu!! tadi ku dengar-dengar kau juga mengalahkan si Mindo anak bangsawan yang sok keras itu!!.... kau benar-benar hebat."


"dia hanya beruntung saja!" ucap Natalia yang tiba-tiba menyela dengan nada tegas.


"ehh?...." gadis di hadapan Madika tampak kebingungan sambil menoleh ke arah Natalia.


"hei Nina...." teman Natalia memberi kode pada gadis yang ada di hadapan Madika.


kode itu di tujukan agar Nina tak melanjut-kan perkataan-nya karena Natalia terlihat sedikit kesal mendengar-nya.


"hei...." ucap Natalia sambil menoleh ke arah Madika yang sedang berdiri bersebelahan dengan Ariel.


"lain kali kau tidak akan menang melawan-ku!.... lebih tepat-nya, saat latihan gabungan antar kelas yang akan di laksanakan tiga hari lagi.... saat itu aku pasti akan menang!" ucap Natalia dengan tegas sambil menatap dengan tatapan yang mengintimidasi.


Setelah itu Natalia langsung masuk ke kelas tanpa mempedulikan Nina dan Lili.


melihat Natalia yang tampak kesal, kini Nina dan Lili langsung beranjak dari tempat itu dan langsung mengejar Natalia yang masuk ke dalam kelas.


Madika yang mendengar perkataan Natalia itu kini tampak menghela nafas panjang dengan ekspresi malas.


"hah.... latihan gabungan ya....?" ucap Madika.


"apa kau takut pada-nya?" tanya Ariel sambil memegang tangan kanan Madika.


"ehmm...." Madika tampak seperti sedang berpikir. "sejujur-nya aku tak takut, tapi sayang-nya aku tidak percaya diri seperti Natalia.... aku tak tahu apakah bisa menang atau tidak." jelas Madika.


"uhm.... begitu ya." gumam Ariel yang terlihat puas dengan penjelasan Madika.


"ayo pergi.... jangan sampai kita terlambat." ucap Madika sambil perlahan menarik Ariel yang masih memegang tangan kanan-nya.


"uhmm...." gumam Ariel sambil mengangguk.


>SKIP<


Saat ini kabar tentang Madika yang mengalah-kan Mindo sudah tersebar.

__ADS_1


hal itu di karenakan kepopuleran Mindo itu sendiri sehingga banyak yang tertarik dengan kabar kekalahan Mindo itu.


banyak siswa yang sudah mengetahui hal itu. bahkan kini di kelas satu angin pun tampak para siswa di kelas sedang membicarakan Madika.


mereka merasa kagum mendengar cerita yang sambung-menyambung hingga sampai ke telinga mereka.


namun di sisi lain ada juga beberapa teman di kelas Madika yang masih tidak terima dengan kenyataan itu, mereka merasa lebih bisa dari Madika karena tingkat Saga mereka jauh lebih tinggi dari Madika.


Ketika Madika dan Ariel tiba di kelas, Madika langsung di kerumuni oleh beberapa siswa baik perempuan maupun laki-laki.


mereka terus menanyakan tentang pertarungan Madika dengan Mindo hingga ke akar-akarnya.


Madika tampak kerepotan menghadapi berbagai pertanyaan mereka hingga Madika terlihat seolah tidak tahan lagi karena di pertanyakan terus.


"di keroyok pertanyaan!" batin Madika dengan ekspresi malas.


Tak lama setelah itu, kini bel berbunyi, pertanda mereka harus masuk ke pelajaran selanjut-nya.


pelajaran selanjut-nya adalah pelajaran praktek seperti yang di katakan oleh pak Kulimu sebelum-nya, dan kini mereka semua langsung pergi ke tempat khusus untuk melakukan praktek.


>SKIP<


Tiga hari kemudian.


"hah...." Madika menghela nafas dengan ekspresi malas. ia duduk di kursi-nya sambil membungkuk dan menyandarkan kepala-nya di atas meja-nya. "tidak terasa hari ini datang sangat cepat."


"apa kau tidak senang dengan latihan gabungan ini?" tanya Ariel. "atau jangan-jangan kau takut pada Natalia?"


Mendengar perkataan Ariel, Madika pun langsung mengangkat tubuh-nya dan duduk dengan rileks.


"aku tidak takut.... hanya saja hari-hari ini terasa cepat berlalu dan itu berarti aku juga akan cepat tua." jawab Madika sambil bergurau.


Ariel yang mendengar gurauan Madika langsung tertawa kecil.


"hahaha begitu ya..."


Tak lama setelah itu, kini pak Kulimu datang ke kelas.


seluruh siswa langsung duduk dengan rapi dan mereka langsung memberi salam kepada pak Kulimu.


Pak Kulimu tanpa basa-basi langsung menyuruh seluruh siswa di kelas-nya untuk bersiap-siap pergi ke tempat yang akan di laksanakan-nya latihan gabungan antar kelas.

__ADS_1


"akhir-nya di mulai juga." ucap Madika sambil menunjuk-kan seringai-nya dengan semangat.


__ADS_2