Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Gino Dan Nono


__ADS_3

Kakek Natalia yang melihat cara bertarung Madika kini terlihat tertarik dengan aksi Madika yang sedang bertarung itu.


"dia berhasil mengalahkan tiga lawan hanya dalam waktu singkat.... dia benar-benar tahu apa yang harus ia lakukan saat bertarung." batin kakek Natalia.


Setelah beberapa lama pertarungan bertahan hidup itu berlangsung, kini terdengar suara pemberitahuan dari sebuah speaker. pemberitahuan itu menyatakan bahwa pertarungan bertahan hidup telah selesai karena kini hanya tersisa tiga puluh orang yang berhasil bertahan.


Setelah mendengar pemberitahuan itu, kini para siswa yang tersisa itu langsung berhenti bertarung.


"hah.... akhir-nya selesai juga." ucap Madika sambil menghela nafas. "sekarang hanya perlu melanjutkan ke pertarungan satu lawan satu di stadion."


Setelah berkata seperti itu, kini Madika langsung mengikuti instruksi untuk segera kembali ke stadion arena pertarungan.


saat semua-nya telah tiba di stadion, kini mereka di beri waktu sejenak untuk persiapan pertarungan berikut-nya.


Saat ini Madika terlihat sedang berjalan keluar dari stadion. ia berjalan sambil memasuk-kan kedua tangan-nya di saku celana.


di saat yang tak di sangka, tiba-tiba Ariel datang tiba-tiba dari belakang Madika dan langsung merangkul tangan Madika.


"ternyata kau bisa lolos juga ya...." ucap Ariel sambil tersenyum menatap Madika.


"tentu saja.... lagi pula pertarungan bertahan hidup itu bukanlah pertarungan yang sesungguh-nya, karena pertarungan yang sesungguh-nya itu adalah pertarungan satu lawan satu nanti-nya." jelas Madika sambil menoleh dan menatap Ariel yang saat ini juga sedang menatap-nya.


"semangat ya.... mungkin setelah ini kau bisa segera mendapat pekerjaan layak-nya para ksatria di luar sana." ucap Ariel dengan senyum yang terkesan sedikit di buat-buat karena sebenar-nya ia punya sedikit masalah dengan Natalia.


Sementara itu, Madika yang saat ini melihat senyuman itu hanya membalas-nya dengan senyuman pula.


"mendapat kerjaan di usia muda memang tidak buruk, bahkan itu sangat bagus karena bisa menunjang kehidupan, terutama kepada orang yang tinggal seorang diri seperti-ku." ucap Madika menanggapi perkataan Ariel.


"oh iya, sebelum-nya nama kalian sudah di undi bukan?" tanya Ariel memastikan. "aku tidak terlalu memperhatikan tadi.... jadi aku tidak tahu kau akan bertarung di urutan ke berapa."


"oh soal itu.... aku berada di posisi paling akhir untuk pertarungan satu lawan satu nanti-nya." jawab Madika.


"oh.... begitu ya." ucap Ariel menanggapi.


Saat ini, Madika dan Ariel tepat berada di sebuah mesin pendingin yang berisikan berbagai minuman kaleng dan minuman botol.


Madika kemudian mendekati mesin pendingin itu. lalu ia menggunakan sebuah kartu khusus milik-nya yang di berikan oleh akademi setelah mendapatkan poin dalam latihan gabungan sebelum-nya.


lalu Madika memilih jenis minuman yang ingin ia ambil. ia memilih minuman itu menggunakan sebuah layar yang ada di depan mesin pendingin itu.

__ADS_1


"kau mau minum apa?" tanya Madika sambil menoleh pada Ariel.


"aku mau minum minuman rasa anggur itu." ucap Ariel sambil menunjuk ke arah minuman itu.


"baiklah....." ucap Madika yang kemudian langsung memilihkan minuman anggur.


Madika mengambil dua minuman anggur itu untuk mereka berdua.


setelah memilih dua minuman itu, Madika langsung menggesek-kan kartu-nya pada mesin itu untuk melakukan pembayaran menggunakan poin.


Setelah itu kini minuman itu jatuh ke bawah. lalu Madika langsung mengambil dua minuman itu dan memberikan salah satu-nya kepada Ariel.


"ini untuk-mu." ucap Madika sambil tersenyum.


"terimakasih." balas Ariel sambil tersenyum.


Tak lama setelah itu kini terdengar pemberitahuan bahwa pertarungan pertama sudah di mulai.


Madika dan Ariel kini kembali ke stadion arena pertarungan itu.


saat mereka tiba di sana, tampak pertarungan pertama telah selesai dan kini di lanjutkan dengan pertarungan kedua.


"hmm.... pantas saja cepat, ternyata yang bertarung itu adalah Nono, dia adalah salah satu siswa terkuat di kelas dua es." ucap Ariel sambil menatap Nono.


Di sisi lain, tampak saat ini tuan Samon tengah mengelus-elus janggut-nya dan menatap Nono dengan tatapan menilai.


"anak ini cukup kuat, dia memiliki insting bertarung yang alami." batin tuan Samon sambil menatap Nono.


Setelah itu, kini Nono pergi meninggalkan arena bertarung. lalu pertarungan ke-dua pun langsung di mulai.


kini tampak dia orang pria yang sedang maju ke arena.


tak butuh waktu lama, kini wasit sudah memerintahkan mereka untuk bertarung. lalu pertarungan pun terjadi.


Pertarungan demi pertarungan terus terjadi. hingga tak terasa kini pertarungan yang ke-sepuluh akan segera di mulai.


saat ini tampak seorang siswa dari kelas 3 petir kini berjalan memasuki arena latihan. pria itu bernama Gino. tubuh-nya cukup kekar dan terlatih. tinggi badan-nya melampaui tinggi siswa-siswa lain-nya di akademi ini.


banyak siswa yang melihat kedatangan Gino ke tengah lapangan langsung berteriak dan menyoraki nama Gino.

__ADS_1


Gino adalah salah satu siswa yang cukup populer di akademi. namun ia bukan-lah orang yang lahir dari keluarga bangsawan. diri-nya hanyalah seorang anak yang di lahir-kan di keluarga yang sederhana.


meskipun demikian, tampang-nya yang tampak serta kemampuan saga-nya itu membuat diri-nya menjadi orang yang terkenal selain si ketua OSIS.


"semangat Gino!"


"kamu pasti bisa!"


"Gino....!!"


Banyak siswa perempuan yang saat ini tampak menyoraki dan memberi semangat pada Gino.


sementara beberapa siswa laki-laki yang melihat hal itu hanya bisa menatap Gino dengan tatapan iri.


"kenapa yang ganteng selalu di lirik?"


"gini amat nasib jadi orang jelek, liat orang di semangati malah jadi iri!"


berbagai ocehan dan keluh kesah muncul dari bibir para siswa laki-laki yang merasa iri.


Tak lama setelah itu, kini lawan Gino telah memasuki arena pertarungan.


di tengah lapangan luas itu kini mereka berdua berdiri saling berhadapan, dan tampak Gino sudah memasang kuda-kuda bertarung-nya.


"MULAI!!!" teriak si wasit.


Tak butuh waktu lama, kini sebuah bola api melesat cepat ke arah Gino.


Gino yang melihat hal itu langsung menghindar dengan santai.


tak cukup sampai di situ, kini lawan Gino dengan cepat melesat ke arah Gino sambil menciptakan sebuah tombak api di tangan kanan-nya.


ketika lawan Gino itu tiba di hadapan Gino, pria itu pun langsung mengayun tombak-nya dengan sangat kuat ke arah leher Gino.


Gino yang melihat serangan itu hanya tersenyum tipis menatap pria itu.


"sadarilah posisi-mu." ucap Gino dengan tenang sambil berseringai.


Pria yang menyerang Gino pun langsung terkejut, mengapa tidak, Gino yang saat ini tampak tidak bergerak sama sekali namun sebuah petir bergerak dengan sendiri-nya memblokir serangan pria itu. hal itu tentu-nya pria itu sangat terkejut.

__ADS_1


"yang benar saja!" ucap pria itu dengan mata yang terbelalak.


__ADS_2