Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Kombinasi Kekuatan Monster Semut


__ADS_3

Saat ini Madika hanya bisa menatap serangan para monster semut itu dengan ekspresi sedikit malas.


"hah.... benar-benar sangat merepot-kan." ucap Madika sambil menghela nafas.


Kini serangan tanah runcing bagai tombak serta tanah runcing yang menjulang ke atas sedang melesat cepat ke arah Madika.


"hoi!.... lakukan tugas kalian dengan benar." ucap Madika dengan ekspresi tenang sambil menatap kedua harimau api milik-nya itu.


"siap tuan." jawab kedua harimau api itu dengan patuh.


Kini kedua harimau api itu pun langsung mengambil posisi mereka.


satu harimau api berdiri cukup jauh di depan Madika, sementara yang satu-nya lagi berdiri cukup jauh di belakang Madika.


Setelah itu mereka pun langsung mencipta-kan sebuah perisai api yang sangat kuat untuk menahan serangan para monster semut tersebut.


Kini sebuah perisai api berbentuk setengah lingkaran pun berhasil di buat.


"mungkin sebaik-nya aku sedikit memberi bantuan." ucap Madika dengan santai-nya sambil mengangkat tangan-nya ke depan.


Seketika itu juga terbentuk-lah sebuah perisai angin di depan perisai api milik kedua harimau api itu.


"nah, dengan begini aku bisa sedikit mengurangi daya hancur dari serangan musuh saat ini." ucap Madika dengan tenang.


Tak lama setelah itu, kini serangan para monster semut itu pun langsung menghantam perisai angin Madika.

__ADS_1


Perisai angin Madika itu tampak hanya bertahan sesaat saja dan kemudian perisai angin itu pun langsung hancur begitu saja sehingga kini semua serangan itu langsung menghantam perisai api milik kedua harimau api itu.


"senjata pusaka yang ku sebut sebagai Singgasana Harimau Api ini adalah sebuah senjata pusaka yang berasal dari seekor raja harimau api yang sudah berada di tingkat pro seperti si raja monster semut saat ini.... karena itu-lah aku bisa merasa sedikit yakin bahwa senjata pusaka ini bisa menahan serangan para monster semut saat ini." ucap Madika dalam hati.


Saat ini serangan para bawahan raja monster semut itu memang tidak berhasil membuat perisai itu tergores sedikit pun. namun, saat ini serangan pedang raksasa tampak-nya belum ada satu pun yang di lesat-kan oleh para monster tersebut.


Sementara itu, semua serangan yang di arahkan untuk menghabisi Madika itu kini tertahan di perisai api itu, sementara beberapa tanah runcing mirip dengan tombak kini hancur saat menghantam perisai itu dengan sangat kuat.


"seperti-nya para monster semut ini merencana-kan sesuatu." ucap Madika dalam hati.


Baru saja berpikir seperti itu, tiba-tiba si raja semut itu langsung melompat ke atas perisai api itu dan langsung menghantam perisai api itu mengguna-kan kaki-nya.


Hal itu pun membuat mereka semua yang ada di dalam perisai itu sempat terkejut.


"tchi.... ternyata dia memang merencana-kan sesuatu." ucap Madika dengan ekspresi sedikit kesal.


Raja monster semut itu terus menghantam-kan kaki-nya ke perisai itu, bahkan saat ini ia tampak membuat sebuah pedang tanah di kedua kaki bagian depan-nya itu.


Lalu dengan kedua pedang di kedua kaki-nya itu, kini si raja semut itu pun langsung menghantam-kan pedang-nya ke perisai itu hingga akhir-nya kini perisai itu pun mulai retak.


"oi oi oi.... yang benar saja.... dia seperti-nya sedang mencoba menghancur-kan perisai ini agar serangan pedang raksasa itu bisa mengenai kami." ucap Madika yang terlihat sedikit terkejut. "tidak ku sangka ternyata monster juga bisa sepintar ini."


Sementara itu, Aurel yang melihat si raja semut yang sedang mengamuk tak terkendali itu kini hanya bisa menelan ludah kasar karena diri-nya benar-benar sudah sangat ketakutan hingga seluruh tubuh-nya kini semakin gemetar.


Tak lama setelah itu, kini satu serangan lagi dari si raja semut itu di lancar-kan, dan serangan terakhir itu kini berhasil menghancur-kan perisai api milik kedua harimau api Madika.

__ADS_1


Aurel pun langsung menunduk ketakutan, sementara Madika yang melihat hal itu kini masih bisa terlihat santai-santai saja sambil berkacak pinggang dengan satu tangan.


Sementara itu, kini serangan tanah runcing yang sempat tertahan sebelum-nya langsung menghancur-kan seluruh perisai api itu hingga perisai itu hancur berkeping-keping.


Sementara itu si raja semut kini sudah melompat ke belakang dan menjauh dari area Madika dan kawan-kawannya.


Di saat yang bersamaan, kini ratusan pedang raksasa langsung di lesat-kan ke arah Madika dan kawan-kawannya itu.


"semua-nya segera-lah mendekat pada-ku!" ucap Madika memberi perintah.


Lalu Madika pun langsung mengguna-kan beberapa peluru angin yang masih ia sisa-kan di sekitar perisai sebelum-nya.


"untung aku masih menyisah-kan beberapa peluru angin!" ucap Madika dalam hati.


Lalu Madika pun langsung meledak-kan peluru angin itu secara bertubi-tubi sehingga beberapa serangan para monster semut itu berhasil di hancur-kan, dan dari ledakan itu kini menghasil-kan debu yang sangat tebal bagai-kan asap yang kini menutupi area Madika dan kawan-kawannya itu.


Tak butuh waktu lama, kini serangan dari ratusan pedang raksasa itu pun telah mendekat ke area yang penuh dengan debu tebal itu, dan kemudian seluruh pedang raksasa itu langsung menghantam area itu secara berturut-turut dan menghasil-kan ledakan serta membuat lebih banyak lagi debu tebal yang menutupi area tersebut.


Kini para monster semut itu berpikir bahwa Madika dan yang lain-nya saat ini sudah terbunuh oleh serangan kombinasi mereka, terlebih lagi saat ini mereka sama sekali tidak merasa-kan lagi keberadaan dari Madika dan yang lain-nya.


hal itu lah yang membuat mereka yakin bahwa mereka sudah berhasil membunuh Madika dan yang lain-nya.


Sementara itu, yang sebenar-nya terjadi adalah, Madika dan yang lain-nya saat ini tampak baik-baik saja. sementara si Aurel kini hanya bisa terkejut dengan mulut yang sedikit menganga ketika diri-nya menyadari bahwa saat ini mereka berlima seolah sedang berpindah tempat dengan sangat cepat.


Aurel yang tidak tahu apa-apa itu kini hanya bisa terdiam dengan ekspresi yang tampak tidak percaya dengan apa yang di alami-nya saat ini.

__ADS_1


hal itu di karena-kan sebelum-nya mereka berada di sebuah hutan dengan ribuan monster semut serta serangan dari jurus mereka masing-masing.


Namun kini mereka berlima tiba-tiba langsung berpindah tempat ke sebuah tempat yang merupa-kan Padang gurun yang sangat luas dengan ada-nya sedikit badai yang menghasil-kan debu yang terus beterbangan di udara.


__ADS_2