Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pusaka Ratu Monster Semut


__ADS_3

Saat ini, Madika sedang duduk bersila dan berusaha menyesuai-kan tubuh-nya dengan benda pusaka milik si semut raksasa tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian, kini tubuh Madika langsung memancar-kan cahaya merah yang sangat terang.


Namun, ketika cahaya itu muncul, kini Madika tampak menunjuk-kan ekspresi seperti sedang menahan kesakitan.


tubuh Madika kini bergerak seolah diri-nya di serang oleh sesuatu.


Tak lama setelah itu, kini terlihat di bagian belakang tubuh Madika langsung muncul tiga pasang kaki semut berwarna hitam padu merah.


Kaki semut itu tampak seolah keluar dari punggung Madika.


kali semut yang berjumlah enam buah itu kini terus memanjang hingga panjang-nya mencapai 3 meter jika di ukur secara lurus.


Hal itu pun membuat Madika kini terangkat ke udara hingga ketinggian 2 meter lebih karena kaki semut yang panjang-nya 3 meter itu sedang dalam keadaan sedikit menekuk agar bisa berdiri dengan benar.


"HUAAAAA!!"


Madika kini berteriak kesakitan, punggung-nya terasa seperti ada yang asing dan ia merasa-kan kesakitan yang tak tertahan-kan di bagian tersebut.


Askila yang melihat hal itu langsung terlihat khawatir dan ia segera mendekati Madika.


"tuan!.... bertahanlah!" ucap Askila berusaha mendukung tuan-nya itu.


Saat ini Askila tahu bahwa diri-nya tak bisa berbuat apa-apa karena ketika proses ini sudah berjalan, maka tak ada satu pun orang yang bisa menghenti-kan proses penyatuan tubuh dengan senjata pusaka tersebut.


"sial..... sakit sekali!" ucap Madika yang kini terlihat meringis kesakitan.


Meski-pun merasa sangat kesakitan, namun Madika tetap berusaha untuk bertahan.


hingga akhir-nya beberapa saat kemudian kini Madika pun berhenti meringis kesakitan, ia juga berhenti bersuara.


Kini Madika terlihat susah tenang.

__ADS_1


tak lama setelah itu, ia pun langsung menatap ke arah Askila.


Askila pun menatap balik tuan-nya itu.


dalam pikiran Askila kini penuh dengan tanya karena saat ini tuan-nya itu tampak sangat tenang, jadi ia pun akhir-nya kepikiran untuk bertanya keadaan tuan-nya itu.


Namun baru saja Askila ingin berbicara, kini Madika pun dengan semangat langsung melompat ke sebuah pohon terdekat mengguna-kan kaki semut yang ada di punggung-nya itu.


"ini luar biasa Askila!" ucap Madika dengan penuh semangat. lanjut-nya ketika mendarat di salah satu dahan pohon itu. "akhir-nya aku mendapat-kan salah satu jenis pusaka yang selama ini aku ingin-kan..... sudah lama aku mengingin-kan pusaka yang terhubung dengan tubuh seperti ini!" ucap-nya dengan bersemangat.


Kemudian Madika pun langsung melompat dari satu pohon ke pohon lain-nya mengguna-kan kaki semut di punggung-nya itu.


lompatan yang di hasil-kan oleh kaki semut itu sangat kuat dan lesatan-nya di udara pun sangat cepat.


Madika kini terlihat melesat dengan sangat cepat dari satu pohon ke pohon lain-nya dengan sangat lancar.


Sementara itu, Aurel yang melihat Madika yang begitu lancar mengguna-kan kaki semut di punggung-nya itu pun kini hanya bisa takjub dan sedikit bertanya-tanya karena Madika bisa langsung mengguna-kan kekuatan kaki itu tanpa perlu repot-repot membiasa-kan diri untuk menggunakan-nya.


"di.... dia langsung bisa menggunakan-nya dengan lancar?" ucap Aurel yang kini berjalan mendekati Askila dan kemudian berdiri di samping Askila sambil memandangi Madika yang kini melesat dari satu pohon ke pohon lain-nya sambil bergerak mengelilingi Askila dan Aurel.


"hahahaha..... bukan-kah ini sangat keren Askila?" tanya Madika saat diri-nya mendarat di depan Askila dan Aurel.


Askila yang mendapati pertanyaan tuan-nya itu kini langsung bersemangat untuk menjawab tuan-nya.


"tentu saja tuan.... enam buah kaki semut yang panjang dan kokoh itu terlihat sangat gagah dan sangat keren!" ucap Askila memuji tuan-nya.


Memang benar, bentuk dari kaki semut yang terpasang di punggung Madika saat ini memang jauh lebih bagus ketimbang bentuk dari kaki asli yang di miliki ratu semut sebelum-nya, sehingga kaki semut yang ada di punggung Madika ini pun terlihat lebih elegan dan sangat gagah.


Sementara itu, pertanyaan Aurel yang masih belum terjawab barusan kini semakin membuat Aurel ingin tahu.


"apa kau tidak kesulitan memakai pusaka ratu semut itu?" tanya Aurel sambil menunjuk tiga pasang kaki semut yang ada di belakang Madika itu.


"tentu saja tidak." jawab Madika tanpa ragu.

__ADS_1


"tapi.... bukan-nya itu harus-nya membutuh-kan latihan agar terbiasa menggerak-kan pusaka yang terhubung dengan tubuh?" tanya Aurel lagi.


"uhm..... soal itu memang ada benar-nya, tapi itu hanya berlaku untuk orang yang tidak mengetahui cara menyesuaikan tubuh dengan pusaka secara cepat dan instan, jadi-nya mereka pun harus berlatih agar bisa terbiasa mengguna-kan pusaka tersebut." ucap Madika memberi penjelasan.


"ohh....." Aurel mengangguk paham. "itu berarti sebelum-nya kau sudah menyesuai-kan tubuh-mu dengan pusaka itu ya?" ucap Aurel memasti-kan.


"ya." jawab Madika dengan singkat sambil memasuk-kan kembali pusaka ratu semut itu ke dalam punggung-nya.


Kini ketiga pasang kaki semut yang merupakan pusaka ratu semut itu tampak perlahan menyusut dan masuk kembali ke punggung Madika.


Namun saat seluruh pusaka itu sudah masuk ke punggung Madika, kini Madika Aurel pun langsung melihat bahwa pakaian Madika saat ini tampak tidak ada yang sobek akibat dari kemunculan pusaka di punggung Madika itu.


"hei.... bukan-kah ini aneh?" tanya Aurel.


"apa-nya yang aneh?" tanya Askila saat memperhati-kan Aurel yang saat ini fokus melihat ke arah punggung Madika.


"bukan-kah tadi pusaka itu muncul di sini?" tanya Aurel lagi sambil mendekati Madika dan langsung menunjuk punggung Madika. lanjut-nya, "lalu kenapa sekarang pakaian-nya baik-baik saja?" tanya Aurel lagi.


Madika yang mendengar itu kini hanya tersenyum tipis dan langsung menoleh ke arah Aurel yang berdiri di samping-nya.


"jawaban-nya sederhana saja kok.... pusaka itu memang terhubung dengan tubuh-ku, tapi bukan berarti ia akan benar-benar muncul dan keluar dari kulit tubuh-ku, jadi dengan alasan itu, maka pusaka itu tidak akan merusak pakaian-ku." jawab Madika dengan santai-nya.


"hmm.... begitu ya." ucap Aurel yang kini terlihat paham.


Baru saja Madika merasa senang, kini tiba-tiba Madika terlihat terkejut dan langsung menatap tajam ke berbagai arah.


Sementara itu, Aurel yang melihat Madika langsung waspada kini merasa bingung dengan apa yang membuat Madika tiba-tiba jadi waspada begitu.


"hei, apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba kau terlihat waspada begitu?" tanya Aurel.


"kita sedang di kepung dari berbagai arah!" ucap Askila menjawab pertanyaan dari Aurel.


Kini Aurel pun langsung terkejut mendengar jawaban Askila itu, dan kini ia pun langsung membelalak-kan mata-nya sambil menoleh ke arah Askila.

__ADS_1


"apa?!!!"


__ADS_2