
Mendengar keluhan Natalia tentang perjalanan yang mereka lakukan yang terkesan sangat terburu-buru namun masih juga belum menghasil-kan apa-apa kini membuat Madika mulai merenung.
ia pun mulai berpikir bahwa selama ini mereka memang tidak punya cukup waktu untuk tidur.
mereka terus melakukan perjalanan meski tidak tahu harus ke mana.
"hah...." Madika menghela nafas. "seperti-nya ucapan-mu ada benar-nya.... mungkin sebaik-nya untuk saat ini kita tunda dulu perjalanan kita sampai pikiran kita benar-benar siap untuk memulai kembali perjalanan selanjut-nya.... lagi pula berdasar-kan perkiraan-ku, kemungkinan saat ini kita sudah melakukan perjalanan selama empat atau mungkin lima bulan, jadi mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk beristirahat sejenak." ucap Madika.
"bagus-lah.... akhir-nya kau mengerti juga." ucap Natalia yang kemudian menyandar-kan kepala-nya ke bahu Madika.
Kini Madika dan Natalia pun setuju untuk menunda perjalanan. mereka berniat beristirahat untuk waktu yang cukup lama.
Tak lama setelah itu kini daging-daging bakar itu telah matang dan siap di makan.
kedua-nya pun kini langsung memakan daging-daging itu langsung dari tusukan-nya.
Setelah selesai makan, mereka berdua pun langsung mencari tempat yang cukup bagus untuk di gunakan sebagai tempat berlindung dan cukup bagus untuk membangun sebuah rumah kecil bagi mereka untuk berlindung.
tak lama setelah itu, mereka berdua pun kini tiba di salah satu pohon raksasa yang ada di tempat itu.
pohon itu tampak sangat besar, bahkan akar-nya terlihat menjalar cukup luas di sekitar-nya.
"tempat ini cukup bagus, tapi ini terlalu tinggi" ucap Madika saat melihat pohon raksasa itu.
"lalu yang seperti apa yang kau cari?" tanya Natalia.
"aku sedang mencari pohon dengan batang yang sangat kuat, ranting yang banyak, serta tinggi yang masih bisa kita capai dengan mudah." ucap Madika menjelas-kan.
setelah itu Madika kembali mengajak Natalia untuk melakukan pencarian lagi.
Setelah beberapa lama mencari, akhir-nya mereka berdua menemukan satu tempat yang sangat cocok untuk membangun rumah kecil mereka.
karena Madika berniat membangun rumah di atas pohon, maka kini mereka telah menemukan satu pohon yang memiliki semua kriteria yang di butuh-kan oleh Madika.
__ADS_1
bukan hanya kriteria pohon-nya saja yang sesuai, bahkan lokasi-nya juga cukup bagus karena tidak jauh dari salah satu sumber mata air.
"meski-pun mata air di tempat ini sangat kecil, namun jika di buat-kan sumur maka air-nya bisa tertampung lebih banyak." ucap Madika yang tampak sedikit puas dengan hal itu.
"jadi sudah di putus-kan mau di sini atau tidak?" tanya Natalia memastikan.
"hmm." gumam Madika sambil mengangguk. "kita akan gunakan tempat ini!" ucap Madika.
Setelah memutus-kan hal itu, kini Madika dan Natalia pun langsung memulai proyek pembuatan rumah kecil mereka.
mereka mulai mengumpul-kan beberapa kayu serta membuat beberapa tali menggunakan serat tanaman yang ada di sekitar mereka.
mereka pun mulai menyusun kerangka rumah pohon itu dengan sangat baik.
setelah kerangka rumah pohon itu sudah jadi, kini mereka mulai membuat dinding dan atap pada rumah pohon itu.
untuk dinding, mereka menggunakan beberapa kayu ringan di hutan, sementara untuk atap, mereka mengguna-kan daun-daun tanaman yang mirip dengan daun kelapa.
lalu mereka menyusun dinding serata atap itu dengan sangat rapi.
setelah dinding, atap, dan lantai telah selesai, kini tinggal hanya menghias dan memberi-kan sedikit tambahan di sekitar rumah itu agar terlihat lebih menarik lagi.
Kini rumah itu telah selesai dengan sempurna.
luas rumah pohon yang mereka bangun itu ukuran-nya 3x4 meter di bagian dalam rumah, dan 2x4 meter untuk bagian teras-nya.
sementara tinggi rumah itu dari permukaan tanah sekitar empat atau lima meter tinggi-nya.
untuk naik ke rumah itu mereka harus menggunakan tangga yang sudah di siap-kan.
sementara untuk tempat memasak dan melaku-kan aktivitas lain kini di sedia-kan di bawah rumah.
di bawah rumah itu terdapat sebuah dapur serta sebuah kamar mandi jika mereka ingin mengganti pakaian. selain kamar mandi mereka juga membuat toilet di tempat yang terpisah dari kamar mandi.
__ADS_1
sementara itu, di sebelah kamar mandi terdapat sebuah tempat jemuran untuk menjemur pakaian mereka yang terbuat dari kulit hewan yang pernah mereka buru sebelum-sebelumnya.
"hah.... akhir-nya selesai juga." ucap Natalia yang kini tersenyum puas menatap rumah kecil.di atas pohon itu.
"jika berdasar-kan perkiraan-ku, waktu yang kita habis-kan untuk membuat semua ini kemungkinan sekitar dua atau tiga minggu lebih." ucap Madika yang saat ini duduk di atas sebuah batu yang ada di halaman bawah rumah pohon itu.
"hah.... benar-benar waktu yang cukup lama." balas Natalia yang kemudian berjalan ke arah sumur yang mereka buat setelah melihat mata air sebelum-nya.
setelah itu Natalia pun langsung mengambil gayung yang ada di dekat-nya. kemudian ia pun mengambil air dan meminum-nya.
"apa kau juga mau minum?" tanya Natalia sambil menoleh pada Madika.
"ehm." gumam Madika sambil mengangguk.
Setelah Madika mengangguk, kini Natalia pun langsung membawakan-nya air dari sumur itu dan memberikan-nya pada Madika.
setelah itu kini Natalia pun langsung duduk di samping Madika.
"ku rasa sekarang rumah ini sudah cukup aman untuk beristirahat." ucap Natalia sambil memperhati-kan rumah pohon itu.
"menurut-ku juga begitu.... dengan ketinggian yang seperti ini, kurasa tidak akan ada hewan yang berminat untuk mencari tahu isi di dalam rumah ini.... apa lagi di tempat ini aku tak pernah melihat hewan yang bisa terbang atau-pun hewan yang bisa memanjat, jadi kurasa ini sudah aman." jelas Madika setelah meneguk air yang di berikan Natalia pada-nya.
"hah.... akhir-nya bisa istirahat dengan tenang." ucap Natalia yang kemudian langsung beranjak ke rumah pohon itu.
Melihat Natalia yang kini sudah menaiki tangga dan tiba di rumah itu, Madika pun langsung berdiri.
ia kemudian juga ikut naik ke atas sana.
saat Madika tiba di atas rumah, ia melihat Natalia sudah masuk ke dalam rumah itu dan menyiap-kan tempat tidur-nya.
Sementara itu, Madika yang saat ini masih berada di teras rumah kini duduk dan menarik sebuah kendi berisi-kan tuak di dalam-nya.
ia kemudian menuang tuak itu ke dalam cangkir yang ada bersama kendi itu.
__ADS_1
"hah.... sekali-kali bersantai seperti ini memang cukup menyenang-kan." batin Madika yang kemudian meminum tuak yang ia tuang di cangkir itu.