Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Menyelamatkan Natalia Dan Yang Lainnya


__ADS_3

Saat para Niverom itu sedang meremeh-kan Madika, kini Madika langsung membalas kata-kata mereka yang meremeh-kan Madika itu.


"kalian semua hanya-lah sekumpulan Niverom yang hanya banyak bicara... Niverom seperti kalian sama sekali tak pantas melawan-ku... untuk itu lah akan lebih baik jika kalian menghadapi peliharaan-ku saja." Ucap Madika sambil sedikit mengangkat dagu-nya dan menatap para Niverom itu dengan ekspresi meremeh-kan.


Lalu dengan segera Madika mengangkat tangan kanan-nya ke samping dan di saat itu juga kini lingkaran energi yang sangat besar langsung terbentuk.


Saat lingkaran energi itu terbentuk, kini dari dalam lingkaran energi itu langsung menyebar keluar aura membunuh yang sangat kuat dan mengeri-kan.


Aura itu adalah aura dari energi Nosa tingkat legendaris milik Bunggu.


Saat aura itu menyebar hingga di mencapai kelima Niverom itu, seketika itu pula kelima Niverom itu langsung terkejut.


"Monster tingkat Legendaris?!" Ucap Niverom satu.


"Bagaimana mungkin?!... Bagaimana bisa bocah ini memiliki hewan peliharaan tingkat Legendaris!?" sambung Niverom dua dengan ekspresi yang tampak sedikit gelisah meski-pun belum melihat sosok dari monster yang menyebar-kan aura tingkat legendaris itu.


Tak lama setelah itu, kini sosok Bunggu pun keluar dari dalam lingkaran energi itu dalam wujud naga-nya.


wajah naga Bunggu yang tampak sangat sangat dengan .ata merah menyala serta taring panjang di mulut-nya itu membuat para Niverom menjadi terkejut apa lagi saat ini salah satu dari mereka ternyata mengetahui identitas Bunggu yang merupa-kan seekor hewan kuno legendaris.


"Na... Naga itu!... Bukan-kah naga itu adalah naga kuno legendaris yang ada di zaman perang besar ratusan tahun yang lalu?" Ucap salah satu Niverom yang mengetahui tentang naga itu.


"Benar!... Aku juga sekilas pernah melihat gambaran dari wujud naga kuno Legendaris!... Naga ini memiliki wujud yang sama dengan naga kuno legendaris!... Di tambah lagi saat ini ia sudah berada di tingkat legendaris!... Apa jangan-jangan naga ini memang salah satu dari tujuh hewan kuno legendaris itu?!" Sanggah Niverom lain-nya yang juga mengetahui tentang sejarah mengenai hewan kuno legendaris.


Kini tubuh Bunggu pun telah keluar seutuh-nya dari lingkaran energi tersebut dan lingkaran energi itu kini menghilang.


"Apa mereka mangsa-ku selanjut-nya tuan?" Tanya Bunggu sambil menoleh ke arah Madika.


"Jangan makan mereka bodoh!... Aku ingin menjadi-kan mereka sebagai budak bayangan milik-ku!" Jawab Madika.


Setelah Madika berkata seperti itu, kini Bunggu pun langsung mematuhi perintah Madika.


"Baiklah tuan, kalau begitu akan ku buat mereka semua terbunuh tanpa memakan mereka." Ucap Bunggu dengan patuh.


Setelah berkata seperti itu, kini Bunggu pun langsung melesat ke arah lima niverom tersebut dengan sangat cepat.


Kelima Niverom itu kini menjadi sangat terkejut melihat hal itu.


Sementara itu Bunggu kini langsung menghantam salah satu dari Niverom itu mengguna-kan kepala-nya dan membuat Niverom itu langsung terhempas hingga menghantam tanah.


Tidak cukup sampai di situ saja, kini Bunggu langsung melesat lagi untuk menyerang para Niverom itu.

__ADS_1


Sementara itu, Madika kini menghadapi beberapa Niverom lain-nya untuk menyelamat-kan para siswa lain-nya yang sedang di hajar habis-habisan oleh para Niverom yang menyerang itu.


Namun sebelum pergi menghadapi para Niverom itu, Madika terlebih dahulu menyuruh Askila untuk membuat beberapa kloning agar bisa membantu-nya mengumpul-kan para siswa dan si guru pemandu.


"Askila! Segera buat kloning dan kumpul-kan semua siswa yang ada serta si guru pemandu itu!" ucap Madika memberi perintah. "Setelah itu segera-lah membuat perisai untuk melindungi mereka semua dari para Niverom yang ada."


Setelah Madika memberi-kan perintah itu pada Askila, kini Askila pun langsung mematuhi ucapan Madika.


Askila yang sebelum-nya dalam wujud yang sangat imut dengan tubuh kecil yang mungil itu kini langsung mengguna-kan wujud asli-nya yang sangat besar dan tampak sangar itu.


Setelah itu kini Askila pun langsung membuat kloning dan ia pun segera mengumpul-kan para siswa yang ada, dan setelah itu ia pun langsung membuat sebuah perisai petir untuk melindungi mereka semua.


Di sisi lain, Madika kini sudah siap dengan sebuah tongkat andalan-nya sejak zaman diri-nya menjadi seorang ksatria tingkat legendaris, yakni tongkat kaisar rotan api yang merupa-kan senjata energi buatan-nya sendiri.


Madika kini melesat dengan cepat menghampiri barisan para Niverom yang sedari tadi hanya memandangi Madika karena takut pada naga kuno Legendaris milik Madika.


Lesatan Madika yang sangat cepat itu membuat beberapa Niverom terkejut dan mencoba menghindar.


Sementara itu, Madika kini langsung mengayun-kan tongkat milik-nya itu ke arah bawah dan karena semua Niverom langsung menghindar, kini pukulan tongkat Madika langsung menghantam tanah dan membuat tanah tersebut hancur dan mengalami keretakan yang sangat luas.


Tidak cukup sampai di situ saja, Madika kini mengangkat wajah-nya dengan cepat dan langsung menatap tajam ke arah beberapa Niverom yang sebelum-nya menghindar itu, dan segera setelah itu Madika pun langsung mengayun-kan tongkat-nya itu sambil memperbesar dan memperpanjang ukuran tongkat itu.


WHUUUSSSS!!


BHUUUGG!!


Kini tongkat kaisar rotan api yang memanjang dan membesar seketika itu tampak langsung menghantam tubuh para Niverom dan membuat para Niverom itu langsung terhempas dengan sangat kuat.


Banyak Niverom kini menjadi korban akibat serangan itu.


Namun tak cukup sampai di situ saja, Madika kini dengan cepat mengecil-kan dan memendek-kan kembali tongkat itu dan memutar-nya di udara, setelah putaran-nya cukup cepat, Madika pun langsung memperpanjang dan membenar-kan kembali ukuran tongkat itu dan seketika para Niverom pun kembali di hantam oleh tongkat tersebut.


Madika pun kini melakukan gerakan itu dengan beberapa variasi. Ia kini terlihat mulai bergerak maju dan melesat ke arah para Niverom lain-nya sambil mengecil-kan tongkat-nya, namun saat ia menyerang ia langsung memperbesar kembali tongkat-nya.


Dengan lincah-nya Madika terus mengguna-kan trik itu, dan hingga akhir-nya kini Madika pun mengecil-kan tongkat-nya. Lalu dengan segera Madika memutar-mutar tongkat itu di atas kepala-nya.


Sesudah itu Madika pun kini langsung melompat ke udara dan saat berada di ketinggian tertentu, kini Madika pun langsung mengambil ancang-ancang untuk melempar-kan tongkat-nya ke tanah.


"Domain rotan api!!" Teriak Madika yang kemudian langsung melempar-kan tongkat-nya itu ke tanah.


Seketika itu juga kini tongkat kaisar rotan api pun langsung melesat dengan sekujur badan tongkat itu di penuhi api layak-nya sebuah meteor.

__ADS_1


Hingga akhir-nya kini tongkat itu pun langsung menghantam tanah dan tertancap masuk ke tanah hingga hampir sebagian dari badan tongkat itu masuk ke dalam tanah.


Tak lama setelah itu, kini sebuah gempa pun terjadi dan tampak begitu banyak rotan api dengan ujung yang runcing mulai bermunculan dari bawah tanah.


Rotan api itu kini bergerak-gerak layak-nya ular yang sedang mengejar mangsa-nya.


Tampak sangat banyak rotan api bermunculan, rotan-rotan api itu terlihat bagai-kan akar serabut namun bergerak dengan sangat cepat ke segala arah untuk mengejar target-nya, yakni para Niverom yang sudah Madika target-kan sebelum-nya.


Rotan-rotan api yang sangat banyak itu kini menyerang dengan membabi-buta. Sudah sangat banyak Niverom yang kini berhasil di bunuh oleh rotan api itu.


Ada yang mati terlilit, ada yang mati tertusuk, dan ada yang mati karena di tarik kesana-kemari oleh rotan api yang melilit-nya hingga akhir-nya tubuh-nya sobek.


Melihat pemandangan itu, seketika Natalia dan para siswa lain-nya yang saat ini sudah di kumpul-kan oleh Askila di satu tempat kini hanya bisa menatap melihat sekeliling mereka dengan ekspresi kagum.


Apa lagi saat melihat pemandangan rotan api yang sangat banyak itu bergerak-gerak kesana-kemari.


"Kekuatan senjata ini benar-benar di luar nalar!... Pantas saja Madika terus mencari-nya bahkan sampai-sampai rela mengobrak-abrik sekte besar hanya untuk mendapatkan-nya kembali." Ucap Diana.


"Kau benar!... Kekuatan senjata ini benar-benar di luar perkiraan... Senjata tingkat sepuluh memang sangat luar biasa!" Balas si guru pemandu.


Sementara itu, beberapa siswa lain-nya yang memiliki pengetahuan untuk menyembuh-kan luka kini langsung melakukan penyembuhan pada beberapa korban yang terluka meski-pun sebenar-nya ia sendiri juga masih dalam keadaan terluka.


"Untuk saat ini sebaik-nya kita harus saling bahu-membahu, sisa-nya biar-kan Madika yang mengurus-nya." Ucap Natalia yang saat ini sedang mengguna-kan energi Saga-nya untuk mengobati luka dalam yang di alami oleh guru pemandu mereka.


"Kau benar Natalia!" Balas guru pemandu itu.


Sementara itu, Madika yang kini sedang terbang melayang hanya diam dan melihat-lihat situasi yang sedang terjadi di bawah sana.


Ia melihat sudah ada begitu banyak Niverom yang terbunuh oleh rotan api milik-nya.


Namun tampak-nya rotan-rotan api itu masih terus bergerak karena saat ini masih ada beberapa yang bisa bertahan.


Namun jika di lihat dari kondisi-nya, saat ini para Niverom yang tersisa itu sama sekali tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi dari ini.


"Seperti-nya ini akan segera berakhir." Ucap Madika.


Setelah Madika berkata seperti itu, kini Madika mengedar-kan lagi pandangan-nya dan setelah itu berhenti saat ia melihat ke arah Natalia dan seluruh siswa dari akademi Walawatu lain-nya.


Madika pun kini langsung melesat ke arah mereka, dan tak butuh waktu lama Madika kini langsung tiba di hadapan mereka dan mendarat tepat di depan mereka semua.


"Apa ada yang terluka sangat parah?" Tanya Madika.

__ADS_1


"Hampir semua-nya sekarat, kami kesulitan untuk menyembuh-kan mereka, jika seperti ini terus bisa-bisa mereka akan mati di sini!" Jawab Natalia sambil mendekati Madika.


Mendengar hal itu, kini Madika pun hanya bisa menghela nafas, namun bukan berarti ia sudah menyerah dengan keadaan ini.


__ADS_2