Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Menambah Pasukan Bayangan


__ADS_3

Setelah Natalia menjelas-kan bahwa burung yang membawa gulungan surat itu adalah hewan peliharaan yang bisa berteleportasi, maka kini Madika pun merasa yakin bahwa apa yang di katakan oleh Natalia adalah sebuah kebenaran.


"Begitu ya." Ucap Madika sambil mengangguk-anggukkan kepala-nya.


Setelah itu, kini Madika pun membuat keputusan untuk kembali ke kerajaan Sumba untuk melihat situasi dan kondisi yang ada di sana.


"Ku harap hanya dua kerajaan ini saja yang di serang... Tapi jika ternyata masih ada kerajaan lain yang di serang, maka ku harap mereka bisa melalui semua ini dengan baik." Ucap Madika dalam hati.


Setelah memutus-kan untuk kembali ke Kerajaan Sumba, kini Madika pun segera mengguna-kan jurus budak bayangan milik-nya.


"Sebagai persiapan sebaik-nya ku jadi-kan saja semua Niverom ini sebagai budak bayangan-ku." Ucap Madika dalam hati.


Setelah itu Madika pun langsung memuncul-kan sayap angin-nya.


"Tunggu sebentar, aku harus melakukan sesuatu terlebih dahulu, setelah itu aku akan membawa kalian ke kerajaan Sumba secepat-nya." Ucap Madika.


Mendengar perkataan Madika, kini semua siswa bahkan Natalia hanya bisa mengangguk-kan kepala mereka meski-pun sebenar-nya mereka tidak tahu bagaimana Madika akan membawa mereka dengan cepat.


Setelah Madika berada di ketinggian yang cukup pas untuk melihat semua posisi para Niverom yang sudah mati itu, kini Madika pun langsung memulai jurus-nya itu.


Ia mengangkat tangan kanan-nya sambil mengaktif-kan senjata pusaka milik-nya yang berupa mahkota.


"Mulai menyalin!" Ucap Madika dengan suara yang terdengar cukup kuat, dan seketika itu juga tampak aura hitam memenuhi tubuh para mayat Niverom yang ada di tempat itu.


Beberapa saat kemudian Madika pun langsung membentuk budak bayangan itu berdasar-kan hasil dari penyalinan sebelum-nya.


Tampak kini gumpalan aura hitam keluar dari tubuh para Niverom yang sudah terbunuh itu dan setelah beberapa saat kemudian gumpalan hitam itu pun langsung membentuk sosok dari Niverom yang telah di salin sebelum-nya.


Begitu semua budak bayangan telah selesai di buat, kini Madika pun langsung memerintah-kan seluruh budak bayangan itu datang dan menghadap pada-nya.


Seketika itu juga semua Niverom yang merupa-kan budak bayangan itu kini langsung menghadap pada Madika dan dengan segera mereka berlutut di hadapan Madika.


Madika yang melihat budak bayangan itu sangat patuh pada-nya kini langsung menghela nafas lega.


"Hah... Syukur-lah, tidak ada yang salah dalam proses jurus ini!" Ucap Madika setelah memasti-kan bahwa semua budak bayangan itu bisa ia kendali-kan dan mematuhi diri-nya.


Setelah itu kini Madika pun turun dari udara dan mendarat tepat di hadapan Natalia.


Sesudah itu Madika pun langsung melambai-kan tangan-nya ke samping dan di saat itu juga kini semua budak bayangan itu pun langsung menghilang bagai-kan asap yang di tiup-kan oleh angin.


"Baik-lah, aku sudah selesai di sini... Akan tetapi untuk saat ini aku ingin mengunjungi satu tempat lagi sebelum membawa kalian semua pulang ke Kerajaan Sumba." Ucap Madika dengan santai-nya.


"Ke mana?" Tanya Natalia.


"Aku harus kembali ke sekte Balumba terlebih dahulu dan berpamitan dengan mereka, selain itu aku juga sebelum-nya lupa mengguna-kan jurus budak bayangan pada semua Niverom yang ada di sana." Jawab Madika.


Mendengar ucapan Madika itu kini Natalia hanya diam dan tampak tidak keberatan dengan apa yang Madika ingin lakukan saat ini.


"Baiklah." Jawab Natalia.


"Apa kami perlu ikut dengan-mu?" Tanya Natalia.

__ADS_1


"ehmm... Kurasa tak ada salah-nya jika kalian ikut dengan-ku." Ucap Madika.


Lanjut-nya, "Tapi apa kalian sudah bisa bergerak dengan aktif saat ini?" Tanya Madika.


"Kalau aku sih iya... Tapi yang lain-nya seperti-nya sudah sangat kelelahan dengan pertarungan sebelum-nya." Jawab Natalia.


"Tenang saja tuan." Ucap Askila menyela pembicaraan Natalia dan Madika.


"Hmm?" Madika langsung menoleh ke arah Askila.


"Aku bisa mengangkut mereka semua di punggung-ku... Lagi pula ku rasa akan lebih aman jika mereka semua ikut bersama dengan anda." Ucap Askila memberi penjelasan.


"Apa yang di kata-kan oleh anjing-mu itu benar Madika... Aku juga merasa akan lebih aman jika bersama dengan-mu, apa lagi saat ini kami semua sudah tak memiliki kemampuan lagi untuk bertarung dengan kekuatan penuh." Timpal si guru pemandu yang berada di dekat mereka.


"woi... Aku ini bukan anjing." Ucap Askila dengan ekspresi datar saat diri-nya di sebut anjing.


"Aku mau ikut!" Balas Diana menawar-kan diri untuk ikut dengan Madika.


Mendengar Diana yang langsung menawar-kan diri untuk mengikuti Madika, kini semua siswa pun juga jadi ikutan menawar-kan diri.


Hal itu pun membuat Madika langsung mengiya-kan keinginan mereka dan ia menerima saran dari Askila.


"Baik-lah... Kalau begitu segera-lah keluar-kan kloning-mu untuk mengangkut masing-masing mereka di punggung-mu." Ucap Madika memberi perintah pada Askila.


"Siap tuan!" Balas Askila dengan sopan pada Madika tuan-nya itu.


Setelah itu kini Askila pun langsung memuncul-kan kloning-nya berdasar-kan jumlah seluruh siswa serta si guru pemandu itu.


Setelah Madika berkata seperti itu, kini mereka semua pun langsung naik ke punggung Askila.


Namun saat Natalia hendak naik ke punggung Askila, tiba-tiba Madika langsung mengangkat tubuh Natalia dan menggendong-nya di depan dada-nya.


"Kau ikut dengan-ku saja." Ucap Madika dengan ekspresi yang sangat tenang.


"Ba... Baik-lah." Balas Natalia yang tampak gugup dengan perlakuan Madika pada diri-nya.


"Baik-lah, sekarang kita akan segera berangkat ke sekte Balumba!" Ujar Madika.


Setelah berkata seperti itu, kini Madika pun langsung memuncul-kan sayap angin-nya dan langsung terbang membawa Natalia yang ia gendong di atas kedua tangan-nya.


"Sudah lama sekali kita tak punya waktu bersama." Ucap Madika saat mereka sedang melesat di udara.


"Uhm... Kau benar." jawab Natalia sambil merapat-kan wajah-nya ke tubuh Madika.


Sementara itu, dari belakang tampak para siswa lain-nya yang sedang di bawa oleh Askila kini hanya bisa menatap mereka berdua dengan rasa iri.


"Hah... Mereka berdua malas bermesraan di saat seperti ini... Padahal aku juga ingin!" Ucap Diana.


"Jangan banyak bicara!... Tetap fokus, kita tidak tahu kapan para Niverom itu akan muncul lagi di sekitar sini." Ucap guru pemandu menegur Diana.


Saat Meraka sedang terbang dan melesat menuju ke sekte Balumba, kini Madika memanfaat-kan waktu itu untuk berbincang-bincang dan sedikit bergurau dengan Natalia.

__ADS_1


Bahkan kedua-nya kini saling mencerita-kan apa saja yang sudah mereka alami saat mereka berjalan di jalan-nya masing-masing.


Mereka saling bercerita mengenai pengalaman mereka.


Perasan kedua-nya pun semakin bertumbuh dan kini di antara mereka benar-benar sudah ada rasa cinta.


"Setelah masalah ini selesai, aku akan memberitahu-mu alasan utama-ku kenapa sampai aku sangat mengingin-kan senjata energi tingkat sepuluh itu, yakni tongkat kaisar rotan api." Ucap Madika sambil tersenyum manis pada Natalia.


Natalia yang tidak tahu apa-apa tentang kebenaran dari hal itu kini hanya bisa membalas senyuman Madika.


"Baiklah... Aku akan menunggu-nya." Ucap Natalia sambil menunjuk-kan senyum manis-nya pada Madika.


Tak lama setelah itu, kini mereka semua pun tiba di sekte Balumba.


Dari kejauhan mereka melihat semua anggota sekte Balumba saat ini sedang bersiap untuk melakukan perjalanan dalam membantu kerajaan untuk melawan para Niverom yang datang menyerang.


"Padahal mereka baru saja selesai bertarung tapi sekarang masih harus pergi lagi ke tempat pertarungan selanjut-nya." pikir Madika.


Sementara itu, seluruh anggota sekte yang melihat Madika yang sedang terbang dari kejauhan kini langsung mengalih-kan perhatian mereka semua pada Madika.


Tak lama setelah itu, kini Madika pun langsung mendarat tepat di depan sang sesepuh Wilasopu.


"Apa kalian semua sudah melakukan persiapan yang di butuh-kan?" Tanya Madika sambil menurun-kan Natalia dari gendongan-nya.


"Sudah tuan, sekarang kami sedang bersiap untuk berangkat, hanya menunggu perintah dari anda saja." Jawab sesepuh Wilasopu.


Sementara itu dari belakang Madika kini terlihat beberapa kloning Askila yang sedang melesat cepat menghampiri Madika dan Natalia.


Para kloning Askila itu saat ini sedang mengangkut masing-masing satu siswa dan satu guru pemandu.


"Apa mereka semua baik-baik saja?" Tanya sesepuh Wilasopu.


"Mereka semua terluka karena serangan para Niverom!... Tapi untuk saat ini mereka sudah sedikit pulih." Jawab Madika.


"Begitu ya... Kalau seperti itu sebaik-nya biar-kan mereka beristirahat sejenak." Ucap Wilasopu memberi saran.


"Tidak perlu, untuk sekarang kami sedang terburu-buru, selain itu aku saat ini ingin memberitahu-kan pada kalian semua bahwa aku tak bisa ikut membantu di tempat ini karena di kerajaan Doroko saat ini juga terjadi serangan para Niverom dalam jumlah besar... Aku di panggil langsung oleh raja Andreas untuk memandu perjalanan pulang Natalia, Putri semata wayang-nya." Ucap Madika memberi alasan.


"Begitu ya... Baik-lah, jika memang seperti itu maka anda cukup percaya-kan saja tempat ini pada kami, biar kami saja yang mengurus-nya." Sambung tetua Barugo yang berada di samping belakang sesepuh Wilasopu.


"Baiklah, terimakasih atas pengertian-nya." Ucap Madika.


Setelah itu Madika pun langsung melanjut-kan melakukan apa yang menjadi salah satu tujuan utama-nya datang ke sekte Balumba lagi.


Madika kemudian langsung terbang hingga mencapai ketinggian tertentu, dan setelah itu ia pun langsung mengguna-kan jurus yang sebelum-nya ia pakai, yakni jurus pembentuk-kan budak bayangan.


Tak butuh waktu lama, kini budak bayangan pun berhasil di dapat-kan oleh Madika, jumlah budak bayangan Madika kini sudah mencapai angka ribuan.


"akhir-nya selesai juga!" ucap Madika yang kemudian turun dan mendapati Natalia serata para tetua dan sesepuh dari sekte Balumba itu.


Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...

__ADS_1



__ADS_2