Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Mempermain-kan Karu


__ADS_3

Saat ini, Madika, Karu, dan para pengikut Karu yang bekerjasama dengan Karu dalam melakukan kejahatan kini lenyap begitu saja dari hadapan para masyarakat yang ada di alun-alun kota tempat Liga dan para rekan-nya yang akan di eksekusi itu.


Hal itu di karena-kan saat ini Karu dan yang lain-nya kini sudah berada di dalam domain Badai Kehancuran milik Madika.


Sementara itu, di dalam domain badai Kehancuran saat ini tampak Karu kini menatap ke atas dengan ekspresi terkejut serta mulut yang terus menganga dan mata yang terbelalak.


Ia seolah terlihat tidak percaya akan apa yang ia alami saat ini.


ia benar-benar tidak menduga mengenai jurus domain ini bisa di gunakan oleh Madika.


"ba.... bagaimana mungkin?!" ucap Karu dengan ekspresi terkejut.


Lalu Karu pun langsung menoleh ke berbagai arah dengan niatan untuk mencari posisi Madika saat ini karena saat ini ia tak dapat melihat posisi Madika akibat dari badai angin yang membawa kepulan debu tebal di udara.


"sialan.... pantas saja tuan Andreas mempercayai diri-nya menjadi perwakilan raja meski-pun masih berada di tingkat elite.... ternyata orang ini memiliki sesuatu untuk di banggakan!" batin Karu dengan ekspresi kesal di wajah-nya.


"tunjuk-kan diri-mu!!" teriak Karu sambil mengangkat tangan-nya ke udara.


Seketika petir yang sangat besar langsung menyambar dari tangan Karu.


petir itu menyambar ke langit, dan kemudian mulai menyebar bagai-kan akar serabut yang memiliki banyak cabang akar.


Karu sengaja melakukan hal itu karena diri-nya saat ini tak tahu keberadaan Madika, jadi dengan mengguna-kan jurus yang dapat menjangkau wilayah yang luas itu, Karu berharap agar ia bisa menemukan dan membuat serangan-nya bisa mengenai Madika.


Ketika petir yang sangat besar itu mulai menjalar di udara bagai-kan akar serabut, kini petir-petir itu langsung menyambar ke tanah karena di bawah petir-petir itu terdapat cukup banyak orang.


Ketika petir-petir itu menyambar ke tanah, seketika terdengar suara teriakan puluhan orang di tempat itu.


mereka semua terdengar berteriak kesakitan, hingga akhir-nya suara mereka berhenti ketika petir itu menghilang.


Karu yang mendengar suara puluhan orang itu pun langsung terkejut.


ia sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi, siapa saja yang di sambar oleh petir-nya itu.


padahal niatan Karu hanya untuk mengincar Madika, namun Karu tak menyangka kalau Madika tidak hanya membawa satu orang ke dalam wilayah domain ini.

__ADS_1


"ya.... yang benar saja!!.... apa yang terjadi barusan sialan!!" bentak Karu sambil menghentak-kan tangan-nya ke samping dengan ekspresi kesal.


"hahahaha..... terimakasih karena kau sudah membunuh seluruh bawahan-mu sendiri." ucap Madika dengan suara menggelegar.


"sialan!.... di mana kau?!!.... tunjuk-kan wujud-mu jika kau berani!!" teriak Karu dengan penuh emosi sambil mencari-cari keberadaan Madika yang tidak kunjung muncul di hadapan-nya.


"hahahaha.... jika kau ingin aku menunjuk-kan diri-ku, maka coba-lah tunjuk-kan kemampuan-mu terlebih dahulu." balas Madika yang saat ini hanya terdengar suara-nya saja.


"sialan!!.... seperti-nya kau benar-benar sudah meremeh-kan ku!.... kalau begitu biar ku tunjuk-kan perbedaan di antara kita!!" bentak Karu yang kini makin emosi hingga urat-urat kepala-nya mulai bermunculan.


Lalu Karu pun langsung menghentak-kan kaki-nya ke tanah sambil melepas-kan aura tingkat Epic milik-nya itu.


~BHUUUFFFF!!!~


Seketika terdengar seperti suara sesuatu yang jatuh dari langit tepat berada sekitar 36 meter di depan Karu.


Karu yang mendengar hal itu kini mulai menyipit-kan mata-nya dan mencoba mencari tahu.


Namun, tak lama setelah itu, tiba-tiba badai angin yang membawa kepulan abu yang sangat tebal itu kini berhenti.


badai telah reda dan tampak cukup jauh di depan Karu sosok Madika yang sedang terkapar di atas tanah akibat dari tekanan aura tingkat Epic dari Karu.


"hahahaha!!"


"hahahaha!!"


"huaaaahahhahhah!!"


Karu tertawa terbahak-bahak melihat keadaan Madika saat ini.


saat ia berhenti tertawa, ia pun mulai melangkah dengan santai mendekati Madika.


"dasar orang bodoh!..... berani-beraninya menentang diri-ku yang sempurna ini hahahaha." ucap Karu dengan angkuh-nya membangga-kan diri-nya sendiri.


Sementara itu, Madika yang melihat Karu terus berjalan mendekat ke arah-nya kini langsung berteriak dengan ekspresi panik di wajahnya.

__ADS_1


"a.... ampun!.... aku tak bermaksud menyinggung-mu." ucap Madika dengan ekspresi memohon ampun kepada Karu.


"diam!!" bentak Karu sambil memperkuat tekanan aura Saga-nya itu.


Seketika tubuh Madika tampak tersentak dan darah langsung di muntah-kan dari mulut-nya.


"uhuk!!"


Madika terbatuk dan mengeluar-kan darah dari mulut-nya.


"hahahaha.... padahal kau masih sangat muda tapi malah akan berakhir begini!.... benar-benar sangat di sayang-kan bukan hahahaha!!" ucap Karu mengejek Madika.


"tu.... tunggu dulu!... dengar-kan penjelasan-ku terlebih dahulu!" ucap Madika yang kini tampak makin panik karena Karu sudah semakin dekat di hadapan-nya.


"penjelasan?.... hahahaha tidak ada lagi penjelasan untuk-mu!.... kau telah membuat nama baik-ku hancur di hadapan semua orang!.... kali ini tidak akan ku biar-kan kau lolos dari-ku!!" ucap Karu dengan penuh semangat.


Setelah berkata seperti itu, kini Karu pun langsung mengeluar-kan sebuah pedang pusaka kaisar petir tingkat menengah.


ia kini memegang pedang itu dengan satu tangan.


pedang pusaka kaisar petir itu memiliki panjang hingga stu meter lebih sehingga saat Karu memegang-nya tampan ujung runcing pedang itu menyentuh tanah dan menggores-nya di sepanjang jalur yang di lalui oleh Karu.


"terimalah kematian-mu yang akan sangat lama ini bocah!" ucap Karu setelah bisa melihat jelas wajah Madika yang saat ini telah melepas-kan topeng serta jubah penyamaran milik-nya.


Note: Sejak Madika terjatuh sebelum-nya, saat itu Madika sudah melepas semua alat penyamaran milik-nya.


"akan ku siksa kau sampai mati!" bentak Karu yang kini sudah berdiri di depan Madika sambil mengangkat pedang-nya itu dengan kedua tangan-nya.


"tidak jangan siksa aku!!!!!......" teriak Madika dengan ekspresi yang sangat histeris dan terkesan berlebihan.


"eh tapi bohong." ucap Madika lagi yang kemudian langsung berguling ke samping untuk menghindari tebasan pedang Karu yang mengarah ke kaki-nya.


Kini tebasan Karu pun langsung menghantam tanah.


melihat hal itu, seketika Karu pun langsung membelalak-kan mata-nya dengan ekspresi terkejut.

__ADS_1


"ba-bagaimana bisa?" ucap Karu dengan ekspresi tidak percaya.


"ouh.... bagaimana bisa dia bebas dari aura tingkat Epic ku?" ucap Madika dengan ekspresi mengejek Karu.


__ADS_2