
Saat Lili terhempas, si ular itu pun ingin menyerang Lili mengguna-kan cairan panas dari mulut-nya.
namun belum sempat melancar-kan serangan, kini kepala ular itu terkena serangan bola api secara bertubi-tubi dan membuat si ular itu merasa terganggu dengan hal itu.
bahkan kini bidikan ular itu langsung meleset begitu saja.
Karena merasa kesal, kini si ular itu pun langsung menggerak-kan ekor-nya dan menyerang Nina dan yang lain-nya mengguna-kan ekor-nya itu.
Kini para siswa langsung terkena hantaman ekor ular itu tanpa sempat membuat perisai pelindung.
hal itu pun membuat para siswa termasuk Nina langsung terhempas hingga menghantam dinding penghalang yang di buat oleh para Niverom.
Setelah Nina dan yang lain-nya terjatuh ke tanah setelah menghantam dinding penghalang, kini si ular pun langsung menyembur-kan cairan merah panas dari mulut-nya ke arah Nina dan yang lain-nya.
Nina dan kawan-kawan yang saat ini baru saja mencoba untuk berdiri kini tak sempat bergerak untuk menghindari serangan itu.
hal itu pun membuat cairan merah panas itu kini berada dekat dengan mereka.
Melihat hal itu, Nina pun langsung berputus asa, diri-nya kini seolah sudah melihat kematian yang ada di depan-nya.
namun tidak semudah itu, karena kini seekor ular naga yang terbentuk dari elemen api terbang ke depan mereka dan menaungi mereka dari serangan cairan merah panas itu.
hal itu pun membuat cairan merah panas itu tidak mengenai Nina dan yang lain-nya karena naga api itu telah memblokir cairan itu mengguna-kan tubuh-nya.
Tak butuh waktu lama, naga api yang terbang melindungi Nina itu kini terus bergerak dan langsung membelok arah tepat ke arah ular berkepala tiga itu.
Dari jarak yang cukup jauh, kini naga api itu langsung menyembur-kan gumpalan api yang cukup besar ke arah ular berkepala tiga.
Ular itu pun kini langsung bergerak sambil menghindari serangan dari naga api itu.
ular itu bergerak sambil menghindari, ia tampak bergerak ke arah naga api itu dan berniat menyerang-nya dari dekat.
Sementara itu, Nina dan yang lain-nya kini langsung merasa sedikit lega saat melihat naga api itu.
__ADS_1
saat naga api itu muncul, mereka pun sudah mengetahui bahwa naga itu berasal dari jurus milik Natalia.
Saat naga Natalia kini sedang berhadapan dengan ular berkepala tiga itu, kini Nina, Lili, serta para siswa lain-nya langsung berkumpul bersama dengan Natalia yang saat ini mengguna-kan kesadaran naga untuk mengendali-kan pergerakan naga api-nya.
"Natalia saat ini terfokus untuk mengendali-kan naga-nya, jadi tugas kita saat ini adalah melindungi Natalia dari segala kemungkinan serangan yang ada!" perintah Lili yang kini langsung di patuhi oleh seluruh anggota
Kini seluruh siswa, baik itu Nina, Lili, dan yang lain-nya kini langsung berdiri mengelilingi Natalia sambil mempersiap-kan diri untuk segala kemungkinan yang ada.
"jangan sampai kalian lengah!" ucap Nina.
"siiipp..... kita pasti bisa melakukan yang terbaik!" jawab siswa laki-laki dengan tegas.
Kini Natalia yang sedang mengguna-kan kesadaran naga milik-nya merasa seolah diri-nya berada di dalam kepala naga itu.
apa yang di lihat oleh naga itu, maka itu pula yang terlihat oleh diri-nya.
hal itu pun membuat ia bisa dengan mudah dan leluasa dalam mengendali-kan naga api-nya.
Saat ini naga api Natalia tampak sedang saling menggocek serangan masing-masing.
serangan demi serangan terus di lancar-kan, namun masih belum ada perkembangan dalam pertarungan tersebut.
naga Natalia kini terbang cukup tinggi ke udara, lalu dengan segera naga api itu membuka mulut-nya.
seketika di depan mulut naga api itu tampak api mulai berkumpul dan membentuk sebuah bulatan api yang makin lama makin besar.
gumpalan api padat itu pun kini memancar-kan kobaran api yang sangat panas.
Di sisi lain, si ular berkepala tiga yang melihat hal itu kini langsung melakukan hal yang sama.
ular berkepala tiga itu kini membuka mulut mereka, dan dari mulut mereka bertiga keluar cairan merah panas.
cairan merah panas itu berkumpul di depan kepala yang berada di tengah.
__ADS_1
cairan merah panas itu terus di padat-kan hingga membentuk bulatan.
"Natalia!.... berhati-hati lah..... jurus yang di gunakan oleh ular itu mungkin lebih kuat dari-mu!" ucap Lili memperingati.
"aku tahu itu!.... tapi jika aku tak mencoba-nya maka itu sama saja kita akan menerima kematian kita tanpa melakukan perlawanan sedikit-pun!" ucap Natalia dengan nada tegas.
"tapi Natalia..... jika naga api-mu kalah, maka itu juga akan berefek pada-mu.... kau mungkin akan mengalami luka dalam yang cukup parah." sambung Nina yang kini tampak khawatir.
"tidak masalah!.... aku masih bisa menahan luka dalam yang akan di akibat-kan oleh jurus-ku sendiri!" balas Natalia.
Mendengar hal itu, kini Nina dan Lili hanya bisa diam. mereka juga mengerti bahwa mereka berdua tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Natalia. selain itu, mereka juga mengerti kalau Natalia itu adalah orang yang cukup keras kepala, jadi apa pun yang mereka kata-kan, Natalia pasti akan tetap melakukan apa yang ingin ia lakukan.
Lalu kini jurus bola api Natalia telah siap di gunakan.
begitu pula dengan jurus yang di siap-kan oleh si ular berkepala tiga itu.
Setelah itu kedua-nya pun langsung melesat-kan serangan mereka masing-masing.
kini bola api dan gumpalan cairan panas itu melesat dengan cepat dan langsung saling berhantaman di tengah-tengah.
hantaman kedua jurus itu kini mengakibat-kan ledakan yang sangat kuat.
ledakan itu menghasil-lan gelombang angin yang bercampur dengan api.
gelombang angin itu bergerak melebar dari pusat ledakan dan langsung menghantam segala yang ada di area yang di pasang-kan oleh penghalang itu .
Ledakan itu pun membuat seluruh area yang di batasi penghalang itu kini di penuhi oleh api hasil dari ledakan.
pertemuan dua jurus api itu memperbesar api lain-nya hingga memenuhi seluruh ruangan yang terbatas itu.
Kini dari luar penghalang tidak ada tampak apa-pun.
tak ada yang bisa melihat ke dalam sana karena tempat itu masih di penuhi oleh asap serta sisa-sisa api hasil ledakan.
__ADS_1
"apa ada yang mati?" tanya salah satu Niverom yang tampak penasaran.
"ehm..... aku bisa merasa-kan ada beberapa yang mati di antara mereka." jawab Niverom lain-nya sambil mengangguk.