Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Memanggil Bunggu


__ADS_3

Saat ini Madika telah berhasil membawa dua Niverom yang sedang menyiap-kan jurus-nya itu ke dalam wilayah domain milik-nya.


Di dalam wilayah domain itu kini tampak dua Niverom itu sedang meremeh-kan kemampuan Madika di karena-kan Madika saat ini sudah tidak dalam mode pengendalian monster raja kera bayangan raksasa yang sebelum-nya.


Saat ini dua Niverom yang bahkan masih terus menyiap-kan jurus-nya itu kini berpikir bahwa Madika saat ini sudah tak mampu lagi mempertahan-kan wujud dari monster raja kera bayangan raksasa itu dan Madika sudah kehabisan tenaga untuk mengendali-kan jurus tersebut.


"Hahaha... Seperti-nya kau sudah tak sanggup lagi mempertahan-kan jurus itu bocah!" Ucap si Niverom pengguna pedang.


"Aku yakin jurus itu menguras banyak stamina dan energi-mu!... Oleh karena itu kau segera mengakhiri jurus tersebut agar tidak segera kehabisan energi!" Ucap Niverom pengguna panah menyanggah ucapan teman-nya, yakni Niverom pengguna pedang.


Di sisi lain, Madika yang mendengar ucapan mereka itu kini hanya menghela nafas dengan ekspresi bosan.


Lalu Madika pun langsung melambai-kan tangan-nya ke samping.


"Maaf saja, sejujur-nya aku sama sekali tak kehabisan energi karena semua senjata pusaka milik-ku menyimpan energi-nya sendiri... Lagi pula saat ini aku tak berniat melawan kalian, jadi ku harap kalian bisa bersenang-senang dengan hewan peliharaan-ku!" Ucap Madika.


Setelah berkata seperti itu, Madika yang sebelum-nya melambai-kan tangan-nya ke samping kini telah membuat sebuah lingkaran energi yang cukup besar.


Tak lama setelah itu, dari dalam lingkaran energi itu perlahan muncul sosok seekor ular naga yang tampak sangat sangar.


Naga itu kini keluar dengan tatapan tajam di mata-nya, serta menunjuk-kan gigi-gigi tajam milik-nya dan membuat ia terlihat seperti sedang tersenyum namun malah tampak seram.


Dua Niverom yang melihat kemunculan ular naga itu langsung terkejut dan tubuh mereka seketika langsung merinding karena ular naga itu muncul sambil mengedar-kan aura membunuh yang sangat kuat dan menakut-kan.


Selain itu, hal yang paling membuat kedua Niverom itu terkejut adalah aura Saga membunuh itu memancar-kan energi Nosa tingkat legendaris.


"Apa lawan-ku kali ini adalah dua mahluk bodoh itu tuan?" Tanya Bunggu sambil melirik ke arah Madika.


"Ya... Lakukan saja sesuka-mu." Ucap Madika dengan santai-nya.


"Baik-lah tuan!" Balas Bunggu.


Di sisi lain, jurus dari kedua Niverom itu kini sudah siap dan sudah selesai di sempurna-kan.


Bahkan bentuk dari anak panah serta busur panah dari senjata raksasa yang merupakan jurus gabungan mereka berdua itu kini sudah memiliki wujud yang berbeda dari sebelu-nya.


Bentuk yang sebelum-nya tampak sedikit polos kini jadi di penuhi oleh berbagai motif serta memiliki bentuk yang cukup unik dengan perpaduan warna petir dan api yang memukau serta bentuk ukiran naga petir serta naga api yang tampak sangat memukau.


"Jangan takut!... Jika kita tidak menyerang-nya maka semua akan sia-sia!!... Lebih baik mati tapi sudah berusaha dari pada mati tanpa berusaha melakukan apa-apa!" Ucap Niverom pengguna pedang.


"Benar sekali!" Sanggah si Niverom pengguna Panah busur itu.

__ADS_1


"Sekarang terimalah serangan kami!!" Teriak kedua-nya sambil mengayun-kan tangan mereka ke arah Madika dan Bunggu.


"Saya tidak terima!!" Balas Bunggu berteriak merespon ucapan kedua Niverom itu.


Setelah berkata seperti itu, kini anak panah kedua Niverom itu di tembak-kan, dan saat di tembak-kan, terjadilah efek ledakan di awal lesatan anak panah yang di tembak-kan itu.


DUAAARRRR!!


Ledakan energi itu kini seolah mendorong anak panah untuk melesat sangat cepat ke arah Bunggu dan Madika.


Sementara itu, Bunggu kini langsung melesat ke arah anak panah itu dalam wujud naga-nya.


Begitu kedua-nya saling berdekatan, Bunggu pun kini menghantam-kan kepala-nya yang sudah di lapisi dan di kuat-kan oleh energi Nosa tepat pada ujung runcing dari anak panah itu.


DUAAARRRR!!


Sekali lagi terjadi ledakan yang sangat kuat hingga ledakan itu menghasil-kan asap yang menjangkau area yang cukup luas.


Asap yang sangat tebal itu kini membuat Bunggu jadi tidak terlihat dan tertutupi oleh asap itu.


Namun meski-pun Bunggu tertutupi oleh asap tebal itu, kini kedua Niverom langsung mencoba melakukan pendeteksian untuk memasti-kan apa-kah Bunggu susah mati akibat serangan mereka atau tidak.


Begitu kedua Niverom itu melakukan pendeteksian, ternyata Bunggu sama sekali tidak terluka dan ia Seperti-nya baik-baik saja di dalam asap tebal itu.


Belum selesai rasa terkejut mereka, kini Bunggu dengan tiba-tiba melesat ke arah kedua Niverom itu dengan sangat cepat hingga kedua-nya kini kembali di kejut-kan oleh kecepatan Bunggu ketika mereka melihat Bunggu yang kini sudah berada sangat dekat dengan mereka.


Bunggu kini membuka mulut-nya dan siap menerkam kedua Niverom itu, namun kedua Niverom itu dengan refleks yang cukup cepat langsung menghindar dengan cara berpencar ke samping.


Namun Bunggu pun tak membiar-kan mereka kabur dari-nya, kini Bunggu langsung berbelok arah dan mengejar Niverom pengguna panah, sementara itu kini Bunggu mengibas-kan ekor-nya ke arah Niverom pengguna pedang dan ekor Bunggu pun berhasil menghantam tubuh Niverom pengguna pedang itu.


DUAAARRRR!!


Ledakan energi pun langsung tercipta saat ekor Bunggu menghantam tubuh Niverom pengguna pedang itu dan ledakan itu kini seolah membuat Niverom itu terhempas dengan sangat kuat.


Niverom yang terkena hantaman ekor Bunggu itu pun kini langsung terhempas hingga menghantam pasir dan membuat pasir itu menghasil-kan debu yang sangat tebal bagai-kan kepulan asap.


Kini si Niverom pengguna pedang itu mencoba untuk bangun, namun tubuh-nya sudah terasa sangat kesakitan akibat serangan barusan.


Serangan Bunggu barusan telah mematah-kan beberapa tulang rusuk serta tulang lengan Niverom itu dan hal itu membuat si Niverom harus berusaha payah untuk bangun.


Namun belum sempat bangun dengan benar, kini Madika langsung menembak-kan peluru angin tepat ke arah dada Niverom itu.

__ADS_1


"Sebaik-nya kau tiduran saja di sana!" Ucap Madika yang saat ini masih berada di udara.


"SIALAN KAU BOCAH!!" Teriak Niverom itu dengan suara kesal dan penuh amarah.


Namun Madika tidak mempedulikan-nya.


Lalu Madika pun langsung menjentik-kan jari tangan-nya dan seketika itu juga kini peluru angin yang berada di dada Niverom itu langsung meledak dan membuat tubuh Niverom itu langsung hancur berkeping-keping tanpa menyisah-kan bagian yang utuh sedikit-pun.


Setelah membunuh Niverom itu, kini Madika langsung mengalih-kan kembali pandangan-nya ke arah Bunggu yang sebelum-nya sedang mengejar si Niverom pengguna panah busur itu.


Namun saat Madika menoleh, ternyata kini Bunggu telah berhenti bergerak dan tampak saat ini ia sedang mengunyah sesuatu.


Setelah Madika melihat ada sebuah tangan yang bergelantungan saat Bunggu sementara mengunyah, kini Madika tahu bahwa Bunggu kini sudah memakan mangsa-nya saat ini.


"Sekarang semua-nya sudah selesai!... Kalau masalah Niverom lain-nya ku rasa masih lebih mudah untuk di hadapi!" pikir Madika saat ini.


Setelah itu Madika pun langsung menyudahi jurus domain Badai Kehancuran milik-nya, dan seketika itu juga ia pun langsung muncul di udara tepat di tempat ia melayang sebelum-nya.


Bersamaan dengan itu juga, kini Bunggu juga tampak sedang melayang tidak begitu jauh dari Madika.


Kemunculan Madika dan Bunggu kini membuat para anggota sekte Balumba langsung menunjuk-kan ekspresi kagum.


Sementara itu, saat Meraka melihat sosok Bunggu, seketika mereka semua terkejut dan sedikit ketakutan karena Bunggu yang kini sedang mengunyah Niverom sambil terus memancar-kan aura membunuh milik-nya serta aura tingkat legendaris dari energi Nosa milik-nya.


"Na... Naga itu!" Ucap tetua Barugo saat melihat sosok naga tersebut.


"Jangan-jangan itu adalah naga kuno legendaris?!" Sanggah tetua Supiri.


"Ku rasa memang begitu!... Lagi pula berdasar-kan sejarah dari sang pendiri sekte ini, kata-nya sang ksatria legendaris memiliki seekor peliharaan yang merupa-kan hewan kuno legendaris, dan kini hewan kuno itu sudah mencapai tingkat legendaris." Ucap tetua Lagonu.


Sementara itu, sesepuh Wilasopu kini hanya bisa menggeleng-kan kepala-nya sambil tertawa kecil saat melihat hal itu.


"Aku sudah kehabisan kata-kata untuk menanggapi semua kejutan yang di tunjuk-kan oleh tuan Madika hari ini... Namun yang jelas-nya, mulai hari ini, sekte Balumba akan kembali memulai perjalanan baru dan menjadi sekte terkuat di seluruh kekaisaran Balengga ini!" Ucap sesepuh Wilasopu dalam hati.


Sementara itu, kini Madika yang sudah keluar dari wilayah domain milik-nya langsung memerintah-kan Bunggu untuk ikut turun tangan menghadapi para Niverom yang tersisa.


"Bunggu!... Bunuh semua Niverom di bawah sana!... Tapi ingat!... Jangan memakan mereka sebelum aku mengguna-kan jurus budak bayangan pada mayat mereka!" Ucap Madika memberi perintah.


"Baik tuan!" Jawab Bunggu dengan patuh.


Setelah itu kini Bunggu pun langsung melesat ke Medan pertempuran dan bergabung dengan para pasukan Madika yang sebelum-nya.

__ADS_1


Sebenar-nya saat ini sudah sangat banyak Niverom yang berhasil di bunuh oleh pasukan milik Madika yang Madika kerah-kan sebelum-nya. Akan tetapi Madika ingin segera mempercepat waktu, jadi ia pun langsung menyuruh Bunggu untuk segera turun tangan dan membunuh semua Niverom itu dengan cepat.


__ADS_2