Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Tidak Ada Habisnya


__ADS_3

Saat ini tampak para pasukan kera meledak, tubuh mereka hancur berkeping-keping dan langsung terpisah-pisah.


sementara beberapa lain-nya yang tak terkena peluru angin kini terbunuh oleh tusukan dari tulang yang terlempar ke arah mereka.


tulang itu berasal dari tubuh kera lain-nya yang sudah meledak dan terhempas akibat ledakan tersebut.


Madika yang melihat hal itu kini mengira bahwa para kera itu telah di kalah-kan, namun beberapa saat setelah ledakan itu, kini perlahan kera-kera itu kembali seperti semula, dan tidak terluka sama sekali.


Tampak para pasukan kera itu sedang beregenerasi dengan sangat cepat dan tidak masuk akal.


tubuh yang sudah terpecah-pecah dan berhamburan itu tampak bergerak kembali dan menyatu membentuk kembali wujud para pasukan kera tersebut.


Melihat hal itu mau tak mau Madika tentu-nya terkejut.


rasa terkejut-nya itu kini tergambar-kan di wajah-nya.


"tchi!.... apa-apaan pasukan kera ini!" ucap Madika dalam hati.


Lalu Madika pun terbang turun dengan sangat cepat.


ia melesat ke arah para pasukan kera itu, lalu ia pun menebas para pasukan kera itu sambil terbang dan berputar-putar di ketinggian kurang lebih satu meter di atas permukaan lantai sehingga kini ia bisa menerobos para pasukan kera itu sambil menebas mereka.


Tampak beberapa pasukan kera yang terkena tebasan pedang angin Madika langsung terpotong menjadi dua dan bagian tubuh yang sudah terpotong itu kini jatuh ke permukaan lantai.


Madika pun menerus-kan aksi-nya itu.


ia terbang dengan sangat cepat menerobos para kera itu dengan cepat.


ia terus menebas-kan pedang-nya sambil terbang sehingga banyak pasukan kera yang terkena tebasan itu.


Beberapa pasukan kera yang menyerang Madika yang saat ini terbang dan menyerang mereka kini malah mengenai kera lain-nya.

__ADS_1


serangan para kera itu bisa Madika hindari sehingga tanpa sengaja serangan yang kera itu arah-kan pada Madika kini malah mengenai kera lain-nya.


Madika mengacau-kan formasi mereka tepat di tengah-tengah kerumunan mereka sendiri.


tampak saat Madika lewat dan menebas beberapa di antara mereka, maka yang lain-nya pun langsung bergerak dan menebas Madika.


namun hal itu bisa di hindari sehingga tebasan kera itu malah mengenai kepala kera lain-nya hingga kepala kera lain-nya itu langsung terbagi dua akibat tebasan itu.


Madika kini berhasil membuat banyak dari mereka terbunuh.


baik itu terbunuh oleh tebasan pedang angin-nya maupun terbunuh karena serangan sesama kera itu sendiri.


Namun begitu Madika terbang ke udara untuk memasti-kan keadaan, ia pun kini terlihat kesal.


"sial!!..... ternyata dugaan-ku benar!.... mereka masih saja beregenerasi..... bahkan beberapa kera yang sebelum-nya sudah ku potong-potong sebelum-nya kini susah beregenerasi dan tidak terlihat terluka lagi.... sial!.... sebenar-nya bagaimana cara mengalah-kan mereka semua ini?!" ucap Madika dalam hati.


Madika pun kembali memutar otak-nya untuk berpikir.


sementara itu para kera kembali menyerang Madika dengan berbagai cara, sama seperti sebelum-nya.


"apa yang sebenar-nya harus ku lakukan sekarang?.... bagaimana bisa aku mengalah-kan mereka agar bisa mendapat pengakuan dari mereka semua dan si raja kera itu!" pikir Madika sambil menoleh ke arah si raja kera yang saat ini tampak tersenyum dengan penuh semangat namun terkesan seperti sedang menyembunyi-kan sebuah rahasia.


Madika yang melihat hal itu pun kini merasa sedikit kesal, namun diri-nya berusaha untuk tetap tenang dan terus fokus.


selain itu dari ekspresi si raja kera itu Madika kini mulai mencoba mencari tahu apa yang sebenar-nya membuat si raja kera itu sampai tersenyum seperti itu.


apakah karena madika saat ini tidak bisa mengalah-kan para kera tersebut dengan kekuatan-nya atau karena Madika yang saat ini terus menyerang dengan bodoh-nya meski-pun sudah tahu kalau serangan-nya itu sia-sia.


lantas jika di pikir-pikir dengan seksama, maka sebuah kemungkinan bisa di persempit pada kedua poin tersebut dengan membuat sebuah pertanyaan, kenapa si raja kera tersenyum?.


jawaban dari kenapa itu adalah, 'pasti ada sesuatu'

__ADS_1


Sesuatu seperti apa itu?.


Kemungkinan sesuatu itu merujuk pada kelemahan si pasukan kera yang belum di ketahui oleh Madika dan Madika hanya asal menyerang saja.


Lantas apa kelemahan kera itu?


kelemahan kera itu tidak di ketahui, namun jika mengambil perspektif dari si raja kera maka jawaban-nya pun bisa di temukan, dan dari sini-lah Madika memperoleh jawaban dari pertanyaan itu dan kemudian menemukan kelemahan para kera tersebut.


"jika mengambil perspektif dari si raja kera itu, maka hanya ada sedikit kemungkinan yang bisa terkumpul di pikiran-ku saat ini." ucap Madika dalam hati.


Salah satu kemungkinan yang di pikir-kan oleh Madika saat ini adalah sebuah sesuatu yang cukup masuk akal dan sesuai dengan perspektif dari si raja kera.


"sejak awal raja kera itu susah berkata pada-ku bahwa aku punya 95% kecocokan dengan kekuatan pengendali bayangan, dan setelah itu dia memberi-kan sebuah ujian pada-ku dengan tujuan untuk mendapat-kan pengakuan dari diri-nya.... jika di pikir-pikir dengan baik dan mengambil kata 'pengakuan' itu, maka ada kemungkinan bahwa yang sebenar-nya raja kera ingin-kan bukan-lah tentang kekuatan-ku, melain-kan tentang kekuatan bayangan yang 95% telah memiliki kecocokan dengan-ku.... jadi jika memang begitu, maka kemungkinan-nya saat ini aku juga bisa menggunakan jurus bayangan yang sama dengan si raja kera ini, dan jurus bayangan itu lah yang seharus-nya ku tunjuk-kan pada-nya agar bisa mendapat pengakuan dari diri-nya." pikir Madika saat ini.


Kini Madika pun langsung mencoba untuk mengguna-kan jurus bayangan yang ia ketahui saat ini.


"sebelum-nya aku telah mendapat-kan banyak ingatan tentang bagaimana cara mengguna-kan jurus bayangan itu ketika aku mengaktif-kan pusaka mahkota raja kera bayangan ini." ucap Madika dalam hati.


lanjut-nya, "meski-pun saat ini si raja kera belum mewaris-kan kekuatan-nya pada-ku agar aku bisa mengguna-kan jurus bayangan yang merupakan bagian dari kekuatan asli-nya itu, namun kali ini jika ia menguji-ku untuk alasan ingin melihat sejauh mana aku bisa mengguna-kan kekuatan-nya maka ada kemungkinan bahwa saat ini ia sudah memberi-ku izin untuk mengguna-kan kekuatan bayangan milik-nya!"


Setelah berpikir seperti itu, Madika pun langsung melenyap-kan kedua pedang angin yang ada di tangan-nya.


setelah itu ia pun berhenti terbang, dan tampak sangat banyak tebasan bayangan yang saat ini melesat ke arah diri-nya. tebasan itu tentu-nya berasal dari para pasukan kera itu.


Madika yang melihat hal itu kini berusaha untuk tetap tenang sambil menutup mata-nya sejenak.


setelah itu dengan cepat Madika langsung membuka mata-nya, dan di saat yang bersamaan ia langsung menghentak-kan kedua tangan-nya.


seketika Madika langsung mengeluar-kan aura hitam yang sangat kuat dan menekan.


aura itu langsung menyebab-kan hentakan di udara dan mencipta-kan gelombang aura yang bergerak meluas dan menghantam semua tebasan bayangan milik pasukan kera itu.

__ADS_1


"Hahahaha!!"


Seketika si raja kera pun langsung tertawa kegirangan karena Madika kini sudah mengerti maksud dari ujian ini.


__ADS_2