Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Serigala Petir (3)


__ADS_3

Saat ini serigala petir sudah berada di jarak kurang lebih 8 meter dari Madika.


Madika pun kini dengan teliti melihat pergerakan dari jurus si serigala petir itu.


"sebelum dan sesudah berpindah tempat, serigala itu selalu meninggal-kan efek asap biru di tempat awal dan tempat perpindahan-nya.... jeda waktu perpindahan-nya kurang dari satu detik... aku harus cepat agar saat menyerang ia tak sempat melepas jurus kecepatan-nya!" batin Madika.


Kini serigala petir itu pun bergerak sesuai perkiraan Madika.


baru saja serigala itu muncul di hadapan Madika, kini langkah dewa angin langsung di aktifkan.


Madika menghentak-kan kaki-nya ke tanah dan seketika tercipta gelombang angin yang sangat kuat dan menekan.


gelombang angin itu pun langsung menghantam serigala petir itu hingga terhempas sangat kuat ke belakang.


serigala itu langsung mengeluarkan suara kesakitan.


tubuh serigala itu terdorong sangat kuat bersama dengan gelombang angin hingga menghantam banyak pepohonan sampai hancur.


Saat ini di jarak kurang lebih 50 meter tampak Natalia sedang melesat ke arah Madika.


ia merasa kalau Madika saat ini sedang butuh bantuan-nya.


ketika ia mendengar ledakan sebelum-nya ia tiba-tiba teringat bagaimana perlakuan Madika yang sangat baik pada-nya selama enam bulan mereka bersama.


hal itu pun membuat Natalia jadi tidak tega membiarkan Madika bertarung seorang diri dan menahan serigala petir itu agar diri-nya bisa kabut dari serigala itu.


Saat Natalia baru saja mendarat-kan kaki-nya di sebuah dahan pohon yang jarak-nya kurang lebih 50 meter dari Madika, kini Natalia pun langsung terkejut karena melihat sebuah gelombang angin yang sangat kuat datang dari arah Madika.


"jangan-jangan itu!" batin Natalia menebak gelombang angin itu.


lalu Natalia pun langsung membuat sebuah perisai petir untuk melindungi diri-nya.


BHUFFF!!


gelombang angin itu kini menghantam perisai api Natalia.


daun-daun pohon di sekitaran Natalia kini beterbangan. bahkan banyak ranting pohon yang patah dan kini terbawa arus gelombang angin dari Madika.


"ini hanya tempias-nya saja, tapi bisa sekuat ini." batin Natalia sambil terus berusaha menahan perisai-nya. "langkah dewa angin ini benar-benar jurus yang luar biasa!"


Tak lama setelah itu, tempias dari gelombang angin itu kini telah berlalu dan tampak terus meluas hingga ke belakang Natalia.

__ADS_1


Setelah itu Natalia pun kini langsung melesat ke arah Madika.


Sementara itu, saat ini Madika terlihat sedang menyiap-kan jurus peluru angin milik-nya.


ia mencoba membuat beberapa peluru angin, dan tanpa menunggu si serigala berhenti terhempas Madika pun langsung melesatkan peluru angin ke tubuh serigala itu.


peluru angin kini melesat sangat cepat dan langsung menghantam tubuh si serigala itu.


Madika saat ini berniat membuat peluru angin-nya masuk ke tubuh serigala petir agar diri-nya bisa meledak-kan tubuh serigala itu.


namun sayang-nya peluru angin itu tak bisa menembus kulit si serigala itu.


ketika peluru angin menghantam kulit serigala petir itu, peluru angin malah terlihat hanya mendorong tubuh serigala itu dengan kuat. namun efek dari serangan peluru petir itu membuat tubuh si serigala langsung terhempas dan makin terlempar dengan sangat cepat.


kini si serigala petir itu telah menghantam batang pohon besar, dan pohon itu tidak hancur.


hal itu pun membuat serigala kini berhenti terhempas.


serigala itu kini terlihat makin pusing.


tampak serigala itu sedang berusaha berdiri dengan benar sambil menggeleng-kan kepala-nya.


hal itu pun membuat serigala itu langsung terlempar kesana-kemari akibat dari ledakan peluru angin itu.


"apa kau baik-baik saja?" tanya Natalia yang kini mendarat di belakang Madika.


"ya.... kira-kira seperti itu." jawab Madika tanpa menoleh dan terlihat masih serius meledak-kan peluru angin milik-nya.


Natalia kini berjalan mendekati Madika.


"serigala petir itu ternyata tidak mampu menahan serangan dari jurus langkah dewa angin milik-mu." ucap Natalia.


"uhm...." Madika bergumam sambil mengangguk. "saat ini adalah kesempatan bagi-ku untuk menyerang-nya agar aku bisa mendapat kemungkinan untuk menang." jelas-nya.


Setelah semua peluru angin berhenti meledak, tampak saat ini si serigala petir itu sedang tergeletak di atas tanah.


tubuh serigala itu kini penuh dengan luka yang cukup serius.


lalu serigala itu perlahan mulai mencoba untuk bangkit lagi.


"Natalia, lanjut-kan serangan hingga aku berhasil menyatu-kan semua peluru angin yang tersisa saat ini!" ucap Madika memberi perintah pada Natalia.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu." jawab Natalia tanpa mengeluar-kan banyak alasan.


Kini Natalia melanjutkan serangan. ia menyerang serigala itu menggunakan bola api.


ia melesat-kan bola api dalam jumlah yang sangat banyak.


serigala yang saat ini sudah berdiri dengan benar kini langsung bergerak cepat menghindari serangan bola api itu.


namun karena jumlah bola api yang sangat banyak, di tambah dengan efek serangan Madika sebelum-nya kini membuat pergerakan serigala petir itu pun sedikit melambat.


hal itu pun membuat bola api Natalia kini mengenai wajah serigala petir itu.


bola api itu kini langsung meledak tepat saat berbenturan dengan wajah serigala. begitu-pun dengan bola api lain-nya yang saat ini meleset dan malah menghantam tanah dan pohon hingga meledak.


Tak lama setelah itu kini jurus penyatuan peluru angin milik Madika telah selesai.


peluru angin yang sudah menyatu itu kini siap di gunakan untuk menyerang.


Sementara itu, kini si serigala petir itu dengan segera membuat perisai petir setengah lingkaran untuk melindungi diri-nya.


kini serigala itu berada di dalam perisai milik-nya.


serangan bola api Natalia tampak tak bisa menembus perisai petir itu.


semua bola api Natalia yang menghantam perisai itu kini hanya meledak dengan sia-sia di luar perisai.


"tetap serang serigala itu agar ia tetap mempertahan-kan perisai-nya!" ucap Madika pada Natalia.


hal itu Madika perintah-kan agar serigala itu tidak sempat menghindari serangan peluru angin karena tetap fokus memperkuat perisai-nya dari serangan bola api milik Natalia.


Kini Madika pun langsung melesat-kan peluru angin milik-nya itu.


"makan nih peluru angin-ku!" ucap Madika sambil melesat-kan peluru angin-nya ke arah serigala itu.


Kini peluru angin Madika melesat dengan cepat.


tidak butuh waktu lama kini peluru angin itu langsung menghantam perisai petir milik serigala itu hingga perisai itu langsung retak.


serigala itu pun tampak melebar-kan mata-nya karena terkejut.


kurang dari tiga detik setelah itu kini perisai itu pun langsung hancur seketika dan peluru angin itu pun langsung menghantam si serigala itu.

__ADS_1


__ADS_2