
Kini tampak enam laser api berukuran anak panah sedang melesat ke arah Madika dengan arah gerak yang berbeda-beda.
"serangan ini bukanlah tipe serangan yang bisa di kendalikan dengan bebas.... dengan kata lain aku hanya perlu menghindari-nya." ucap Madika dalam hati saat laser itu mendekati-nya.
Kini Madika pun langsung memutar tubuh-nya.
ia juga melangkah ke kiri dan ke kanan dengan santai untuk menghindar.
ia sangat baik dalam memperhitungkan arah serangan laser itu sehingga laser api tu hanya lewat begitu saja di sebelah-nya.
Saat laser itu menghantam tanah, terjadilah ledakan kecil yang membuat lantai yang di hantaman-nya tampak berlubang.
"jika kena bisa saja tubuh-ku akan terluka." batin Madika saat melihat hal itu.
Tak cukup sampai di situ, kini Sugiono langsung maju menyerang Madika.
dengan pedang di tangan-nya, Sugiono langsung menyerang dengan cara menebaskan pedang-nya di udara kosong sehingga terbentuk lengkungan api yang melesat ke arah Madika.
Madika yang melihat hal itu langsung menghindari semua lengkungan api itu dengan tenang. ia bahkan hanya menggunakan langkah yang minim untuk menghindari serangan itu.
Tak lama serangan terakhir di hindari Madika, kini Sugiono sudah berada di depan Madika dan menebas Madika dengan pola vertikal ke bawah.
Madika yang melihat hal itu langsung bergerak ke samping dengan cepat dan tenang.
alhasil serangan Sugiono sama sekali tak mengenai-nya.
tak cukup sampai di situ, kini Sugiono pun dengan cepat memutar bilah tajam pedang-nya dan langsung menebas dengan pola horizontal ke kiri.
__ADS_1
Madika yang sudah menduga hal itu kini melompat selangkah ke belakang dan berhasil menghindari tebasan ke-dua itu.
Sugiono yang sedang berapi-api itu tidak membiarkan Madika terus menghindari serangan-nya.
ia dengan cepat menebas pedang-nya ke udara kosong dan menciptakan lengkungan api.
Karena jarak Madika dan Sugiono saat ini sangat dekat, Sugiono pun berpikir bahwa sudah pasti Madika tidak akan bisa menghindari serangan lengkungan api itu.
ia sendiri juga bahkan menebas sebanyak dua kali untuk berjaga-jaga jika Madika bisa lolos dari serangan pertama.
Namun, hal yang di pikirkan oleh Sugiono benar-benar meleset dari dugaan-nya karena saat ini Madika masih bisa menghindar. bahkan ia juga masih terlihat tenang saat menghindari dua serangan lengkungan api itu.
"apa-apaan itu?!" batin Sugiono yang tampak sangat terkejut dengan mata yang terbelalak.
tak puas dengan dua serangan lengkungan angin itu, kini Sugiono langsung menebas lagi dengan cepat dan ia melakukan-nya sebanyak lebih dari lima kali.
Madika yang melihat hal itu hanya berseringai. ia merasa yakin bisa menghindari semua-nya.
Madika kini tampak melompat ke belakang beberapa kali untuk menghindar.
Kini Madika dan Sugiono berada di jarak yang cukup berjauhan.
kedua-nya tampak sedang menjeda serangan.
kedua-nya hanya berdiri dan berhadapan tanpa melakukan gerakan apa-apa.
"lumayan juga refleks-mu untuk menghindari serangan-ku." ucap Sugiono memuji Madika.
__ADS_1
"itu hanya kebetulan saja." balas Madika merendah. namun dalam hati Madika, sebenar-nya ia sudah menduga apa saja serangan yang kemungkinan akan di lancarkan oleh Sugiono. hal itu pun membuat Madika dengan mudah untuk mengantisipasi jika apa yang ia sudah pikirkan itu sesuai.
Pada dasar-nya, sejak awal Madika memang sudah memimpin Sugiono untuk menggunakan teknik yang memungkinkan untuk di hindari oleh Madika.
"seperti yang kuduga, setelah diri-nya tak bisa menebas-ku di jarak dekat, ia pun langsung menggunakan lengkungan api untuk menyerang-ku di saat jarak antara kami masih berdekatan..... hahahaha sebenar-nya aku sudah bisa membaca pola serangan-mu.... karena itulah, yang barusan bukan-lah sebuah kebetulan bagi-ku untuk bisa menghindari semua serangan-mu bod0h." ucap Madika dalam hati sambil berseringai.
"dia berhasil menghindari semua serangan itu dengan mudah!..... orang bisa pasti sudah kena telak di jarak sedekat itu, tapi dia masih bisa menghindari-nya.... siapa sebenar-nya Madika ini!?" batin Natalia yang tampak penasaran dengan pikiran yang terus bertanya-tanya.
Di sisi lain, tuan Samon yang sedari tadi menunggu kemunculan Madika di pertarungan satu lawan satu kini tampak sedang mengelus janggut-nya seperti biasa dan mulai menilai.
"dia belum menunjuk-kan kemampuan bertarung-nya, tapi dia sudah membuat banyak orang kagum dan terpukau dengan kemampuan menghindar-nya yang luar biasa." ucap tuan Samon sambil mengedarkan pandangan-nya dan melihat banyak penonton yang tampak terkejut dan merasa seolah tidak percaya.
Kemudian salah satu pengawal pribadi tuan Samon yang berada di samping kiri tampak maju sedikit mendekati tuan-nya.
"kita sudah mendengar rumor tentang anak ini, bahkan tuan juga sudah sengaja mengadakan pertandingan ini untuk menguji anak itu." ucap pengawal itu dengan ekspresi datar.
"benar...." timpal pengawal yang satu-nya lagi.
"bagaimana jika anak itu mengecewakan tuan?.... apakah tuan tetap akan membiarkan pemenang-nya untuk menjadi pengawal pribadi bagi nona?" tanya pengawal pribadi itu.
"hahahaha.... tenang saja." ucap tuan Samon sambil tertawa. lanjut-nya, "cucu-ku tidaklah lemah.... ia bahkan sudah memberikan syarat pada-ku.... jika ada yang menang dalam pertarungan ini, maka cucu-ku itu akan menguji sendiri kelayakan orang itu.... dengan kata lain, cucu-ku akan bertarung melawan si pemenang itu.... tergantung dari hasil pertarungan dengan cucu-ku itulah yang akan menjadi patokan apakah si pemenang pantas menjadi pengawal pribadi bagi cucu-ku." jelas tuan Samon panjang lebar.
"begitu ya..... seperti-nya ini menarik..... lagi pula, dari tadi aku tidak melihat satu-pun dari mereka yang mungkin bisa mengalahkan nona." ucap si pengawal yang berdiri di sebelah kiri.
"tapi...." pengawal yang di sebelah kanan menyela. "jika memang nona sekuat itu, lalu bagaimana cara pria pilihan tuan Samon bisa di tarik ke sisi kita.... apa lagi saat ini tuan Samon memang berencana menjadikan anak itu sebagai pengawal pribadi nona?" ucap pengawal itu khawatir.
"tenang saja, Madika pasti akan menjadi pengawal pribadi Natalia.... karena setelah melihat cara bertarung-nya, aku yakin dia pasti bisa.... namun, jika ternyata dia memang tidak bisa, maka aku akan tetap mencarikan-nya jalan agar ia bisa berada di pihak kita!" ucap tuan Samon yang tampak sedikit bersemangat saat membicarakan tentang Madika.
__ADS_1
kedua pengawal pribadi itu tampak memahami tentang apa yang sedang di pikirkan oleh tuan Samon.
mereka berdua juga terlihat setuju dengan apa yang di lakukan tuan Samon saat ini.