
Para pasukan pusat kekaisaran Balengga kini kehilangan semangat setelah pemimpin yang menjadi andalan mereka telah terbunuh oleh pasukan musuh.
Sementara pasukan musuh saat ini terus maju dan menyerang.
Beberapa dari pasukan Balengga terhempas akibat serangan jurus-jurus lawan.
Salah satu pasukan musuh menyiapkan jurus terkuatnya.
Ia menggerakkan kedua tangannya dengan beberapa variasi gerakan dan kemudian kedua tangannya berakhir dengan di arahkan ke atas.
Saat kedua tangan itu di rentangkan ke atas, seketika di atas tangan pria itu berkumpul elemen api yang sangat besar. Lalu api yang berkumpul itu berubah menjadi sosok seekor naga api yang cukup besar.
Lalu pria itu mengayunkan kedua tangannya dan menghentakkan tangannya ke arah para pasukan tuan Samon.
Naga api raksasa itu pun langsung melesat cepat ke arah para pasukan Balengga.
Namun saat naga api raksasa itu masih di udara. Lima peluru angin melesat cepat dari arah berlawanan, dan langsung menembus badan serta kepala naga api itu.
DUAAARRRR!!
Lima peluru angin meledak bersamaan dan menghancurkan jurus naga api raksasa tersebut.
Ledakan itu menghasilkan gelombang angin yang sangat kuat di sertai kobaran api yang berasal dari naga api sebelumnya.
Rasa terkejut langsung muncul di benak semua orang.
Pikiran mereka segera bertanya-tanya, 'Apa yang sedang terjadi?'.
Hingga akhirnya sosok Madika pun muncul di langit tepat di atas mereka semua.
"Sepertinya aku datang terlambat." Ucap Madika dengan tenang namun bisa terdengar oleh semua orang sebab ia menggunakan Saganya untuk membuat suaranya seperti bergema di udara.
Mendengar suara Madika, semua orang pun segera menoleh ke arah Madika.
Mata mereka sedikit terbelalak saat melihat Madika yang sedang terbang menggunakan sayap dan bukan menggunakan pedang.
__ADS_1
"Siapa bocah itu?" Ucap salah satu dari pasukan musuh.
"Apa bocah itu yang telah menghancurkan jurus naga api barusan?" Ucap Sunsudin bertanya-tanya karena ia merasa tidak yakin dengan hal itu.
"Entahlah... Tapi mana mungkin bocah bau kencur itu bisa menghancurkan jurus yang di miliki oleh ksatria tingkat master!" Sambung Nasut, pendamping Sunsudin.
Pandangan Sunsudin dan Nasut terlihat tidak percaya dan menyangkal apa yang mereka lihat tentang Madika.
Namun Nalelo, si pemimpin kelompok yang satunya lagi tampak menatap Madika dengan ekspresi serius lalu berkata pada Sunsudin dan Nasut.
"Sebaiknya kalian jangan meremehkan bocah itu... Karena sepertinya memang ia yang menghancurkan jurus naga api barusan." Ucapnya.
Lalu Nalelo menyuruh Sunsudin dan Nasut untuk fokus pada aura energi yang terpancar dari tubuh Madika.
Seketika Nasut dan Sunsudin pun jadi ikut terkejut karena mengetahui sosok Madika yang masih berusia semuda itu sudah bisa mencapai tingkat master.
"Bagaimana mungkin?!" Ucap Sunsudin dengan ekspresi tidak percaya.
Sementara itu, Madika kini melihat ke arah Sunsudin dan yang lainnya.
"Hahaha... Bocah... Apa urusannya denganmu jika memang kami orangnya?!" Jawab Sunsudin sedikit angkuh.
"Begitu ya..." Ucap Madika sambil tersenyum tipis.
Madika tak butuh pembicaraan lebih lanjut. Lagi pula ia juga sudah tak mau terlalu banyak membuang-buang waktu saat ini.
"Baiklah, kalau begitu langsung saja." Ucap Madika sambil mengeluarkan tongkat kaisar rotan api miliknya.
"Hari ini kalian semua akan ku binasakan!" Ujar Madika sambil tersenyum dengan kesan yang mengintimidasi.
Mendengar ucapan Madika, Sunsudin dan yang lainnya pun tampak tertawa kecil mengejek Madika.
"Haha... Hanya karena kau bisa mencapai tingkat master di usia muda, bukan berarti kau bisa mengalahkan kami yang berada di tingkat Epic ini!" Ucap Sunsudin dengan penuh percaya diri.
"Benar!... Apa lagi jumlah kami ada empat orang dan karena hanya sendiri!" Sambung Nasut meremehkan.
__ADS_1
Rasa tinggi hari keempat orang itu tidak cukup sampai di situ saja. Tampak mereka juga bahkan berpikir bahwa hanya butuh satu orang saja untuk melawan Madika.
Namun Madika hanya tersenyum tipis melihat kebodohan mereka tersebut.
"Hahaha... Bahkan aku sendiri pun bisa menghabisi mu bocah!" Ucap Nalelo sambil menunjuk Madika dengan tegas dan angkuh.
Sejenak Madika menatap ke empat pria itu dengan tatapan dingin.
"Kalau begitu majulah." Ucap Madika dengan ekspresi datar.
Melihat gelagat Madika yang di rasa sok tenang membuat keempat orang tingkat Epic itu menjadi semakin geram terhadap Madika.
"Semuanya!... Kembali bertarung!" Teriak Sunsudin memerintahkan semua pasukannya untuk kembali bertarung dan menyerang pasukan Balengga.
Segera setelah itu, pertarungan pun kembali pecah dan para pasukan saling menyerang.
Namun dalam keadaan ini pasukan Balengga sudah kalah jumlah dan kalah kekuatan sehingga mereka masih tetap terdesak dan kesulitan melawan.
Lalu Sunsudin pun segera menyiapkan jurus miliknya untuk menyerang Madika.
"Kau akan menyesali kedatanganmu ke tempat ini bocah!" Teriak Sunsudin sambil menyiapkan jurusnya.
Namun baru setengah jalan jurus yang ia siapkan, kini Madika sudah mengeluarkan jurus dari tongkat kaisar rotan api miliknya.
Tongkat itu di lemparkannya ke tanah dan segera setelah tertancap di tanah, dari area tongkat itu menjalar puluhan rotan api dengan duri-duri tajam di badan rotannya.
Rotan api yang menjalar itu pun menyerang semua pasukan musuh yang berdatangan dan hal itu membuat pasukan Balengga bisa terbantu dan tertolong dari gempuran pasukan musuh.
Pasukan Balengga yang terselamatkan oleh rotan api itu kini terlihat terkejut dan takjub akan kekuatan Madika.
"Lu... Luar biasa!"
"Jurus ini sangat kuat!... Pasti membutuhkan banyak Saga untuk mengendalikannya!" Ucap para pasukan Balengga menanggapi pemandangan rotan api yang sedang membunuh pasukan musuh.
Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...
__ADS_1