Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Freon vs Ntau (3)


__ADS_3

Ketika Freon sudah menyiapkan pedang yang sangat besar itu dari dalam lingkaran angin-nya, kini Freon langsung melancarkan serangan ke arah Ntau.


~BHUFFF~


Sebuah ledakan angin yang tidak terlalu kuat terjadi ketika pedang itu di lesatkan dengan sangat cepat.


Ntau yang melihat pedang angin itu melesat ke arah-nya kini langsung mengibaskan tangan kanan-nya dari depan ke samping, dan di saat yang bersamaan tiba-tiba pedang angin itu langsung membeku dan hancur berkeping-keping serta terlempar ke arah gerakan tangan kanan Ntau.


Melihat hal itu, seketika semua orang yang ada di stadion itu langsung terkejut dengan mata yang terbelalak.


"yang benar saja...."


"bagaimana mungkin angin bisa di bekukan?"


"ini pertama kali-nya aku melihat angin bisa di bekukan seperti itu."


"benar-benar tidak masuk akal."


Berbagai ocehan keluar dari mulut para penonton yang ada di stadion itu.


mereka memang baru pertama kali melihat hal itu, namun bagi Madika dan tuan Samon itu adalah hal yang sudah tidak bisa membuat mereka terkejut karena mereka sudah tahu bahwa dengan teknik hawa dingin segala elemen bisa di bekukan.


note: tergantung dari tingkat dan level kekuatan Saga.... inti-nya jika tingkatan pengguna hawa dingin sangat jauh di bawah musuh-nya, maka ada kemungkinan ia tak bisa membekukan serangan musuh-nya.


"sudah ku duga ini yang akan terjadi." ucap tuan Samon sambil mengelus janggut-nya.


"Ntau ternyata punya kartu as yang sangat kuat.... ternyata ini yang membuat-nya enggan untuk menyerah." ucap Natalia sambil memegang dagu-nya seperti orang yang sedang berpikir.


"hei bagaimana bisa angin seperti itu bisa di bekukan? apa kau bisa menjelaskan-nya?" tanya Ariel sambil menoleh pada Madika yang duduk di samping-nya.


"tentu saja bisa, akan tetapi itu hanya berlaku untuk beberapa teknik tertentu.... sejauh ini aku baru pernah melihat langsung satu teknik Saga es yang bisa membekukan apa saja.... berdasarkan rumor-nya, teknik seperti ini bukan hanya ada satu, akan tetapi jumlah teknik-nya tidak banyak, dan untuk penggunaan-nya juga beresiko dan sulit untuk di pelajari.... jadi kecil kemungkinan banyak orang yang bisa melakukan-nya." jelas Madika.

__ADS_1


"begitu ya.... lalu bagaimana dengan teknik Mindo yang ia tunjuk-kan beberapa hari yang lalu?.... bukan-kah itu teknik yang luar biasa?.... tapi kenapa angin milik-mu tidak membeku oleh-nya.... padahal ku dengar es-nya itu memiliki kutukan, dan apa saja yang bersentuhan dengan-nya langsung membeku." ucap Ariel ingin tahu.


"apa saja ya?.... sebenar-nya teknik milik Mindo memang kuat, akan tetapi ia tidak sekuat itu sampai bisa membekukan angin.... di tambah lagi Mindo seperti-nya belum sepenuh-nya menguasai teknik itu." jelas Madika lagi.


Mendengar penjelasan Madika, kini Ariel hanya bisa mengangguk paham.


Di sisi lain, Freon yang melihat pedang es-nya di bekukan dengan mudah kini tampak sangat terkejut.


"yang benar saja!.... itu teknik angin bagaimana bisa di bekukan?" batin Freon dengan mata yang terbelalak.


Tak lama setelah itu, kini Ntau langsung maju mendekati Freon.


Freon yang melihat hal itu langsung terkejut dan diri-nya langsung terlihat seolah menyadari sesuatu.


lalu Freon langsung mundur sambil melancarkan serangan pedang angin yang sama dengan yang sebelum-nya.


saat serangan pedang angin itu berada pada jarak kira-kira 30 meter kini Ntau melakukan gerakan yang sama seperti sebelum-nya dan seketika pedang angin itu membeku dan hancur berkeping-keping sama seperti sebelum-nya.


setelah itu Freon kembali menciptakan lingkaran angin milik-nya, lalu dari dalam lingkaran itu keluar pedang berukuran biasa namun dalam jumlah yang sangat banyak.


pedang angin itu kini berjejer di depan lingkaran angin.


"terima ini!!" teriak Freon sambil mengibaskan tangan-nya ke samping. dan seketika itu juga pedang angin milik-nya itu langsung melesat cepat ke arah Ntau.


Saat pedang angin itu berada pada jarak kira-kira 30 meter, kini Ntau langsung menggerak-kan tangan kanan-nya seolah sedang mendorong sesuatu ke depan. lalu ia menghentak-kan dorongan-nya dengan kuat.


Seketika pedang angin itu berubah jadi pedang es. setelah itu pedang angin yang berubah menjadi es itu langsung berbelok dan melesat kembali ke arah Freon dan menyerang Freon dengan sangat cepat.


Melihat serangan itu berbalik pada diri-nya, Freon pun tampak terkejut dan langsung menghindari semua pedang es itu sambil melompat-lompat ke berbagai arah karena serangan pedang es itu benar-benar sangat acak.


"sial.... hampir saja." batin Freon.

__ADS_1


"tapi setidak-nya aku sudah bisa memastikan bahwa dia hanya bisa membekukan target yang berada kira-kira 30 meter dari-nya.... Dengan begini aku bisa mengulur waktu.... aku yakin teknik itu pasti memiliki konsekuensi tersendiri bagi tubuh-nya karena jika tidak, mana mungkin ia hanya menggunakan-nya di saat terdesak saja." batin-nya menganalisa.


Setelah mengetahui hal itu, kini Freon terus menyerang Ntau sambil menjaga jarak aman agar diri-nya tak masuk dalam jangkauan serangan hawa dingin milik Ntau.


Ntau yang melihat hal itu langsung maju dan terus menyerang sambil mendekat.


Ntau menciptakan banyak tongkat es berukuran pendek dan berujung runcing. tongkat es itu jumlah-nya sangat banyak dan berada di atas kepala Ntau.


lalu Ntau mengayun tangan-nya. seketika seluruh tongkat es itu langsung melesat ke arah Freon.


sambil melancarkan serangan itu, Ntau terus bergerak maju.


sementara itu, saat Freon melihat serangan tongkat es itu datang pada-nya, ia pun segera menciptakan lingkaran angin.


sambil bergerak mundur ia kini mengeluarkan banyak pedang angin dari lingkaran itu.


ia kemudian menembak-kan pedang-pedang angin itu sebanyak tiga kali agar bisa menyamai jumlah tongkat es milik Ntau.


"kau ingin menghancurkan serangan es-ku?.... tidak semudah itu!" ucap Ntau saat melihat pedang Freon melesat.


Lalu Ntau pun langsung mengangkat tangan kanan-nya di depan dada dengan posisi telapak tangan terbuka.


seketika itu tongkat es milik Ntau langsung membesar.


Freon terkejut ketika melihat hal itu.


"apakah pedang-ku bisa menembus serangan itu?" batin Freon.


Saat pedang Freon berhantaman dengan as erangan es Ntau, terjadilah ledakan yang menghasilkan tekanan angin yang sangat kuat. sampai-sampai angin-nya membuat rambut para penonton beterbangan seolah sedang melaju menggunakan kendaraan.


Semua orang yang melihat pertarungan itu merasa bersemangat.

__ADS_1


mereka tampak kagum dengan pertarungan yang mendebarkan itu.


__ADS_2