
Shuriken angin Freon yang sudah di perkuat itu kini berada di hadapan Madika dan siap menghantam Madika.
namun Madika tentu-nya tidak diam saja, ia dengan segera menggunakan pedang-nya yang juga sudah di perkuat itu untuk membalas serangan dari shuriken angin itu.
kini Madika menebas shuriken angin milik freon.
Pedang angin dan shuriken angin itu pun kini saling berhantaman dan menghasilkan gelombang angin yang sangat kuat.
Para penonton pun tampak semakin tegang saat melihat pertarungan ini. hal itu di karenakan mereka benar-benar tak bisa menebak siapa yang lebih unggul di antara mereka berdua, apakah yang lebih unggul itu Madika, ataukah Freon?.
para penonton sama sekali tak tahu dan makin penasaran siapa yang akan memenangkan pertarungan kali ini.
Di sisi lain, Freon yang melihat shuriken-nya berhasil di tahan oleh Madika kini tampak sedikit menyipitkan mata-nya dengan ekspresi kesal.
"kau ingin bermain-main dengan-ku hah?!" ucap Freon yang kemudian mengangkat tangan kanan-nya lalu mengepalkan-nya dengan kuat.
Seketika itu juga tiba-tiba shuriken angin milik Freon tampak melepaskan energi angin yang sangat kuat dan memberi hentak-kan yang sangat kuat.
hentak-kan shuriken angin itu pun membuat Madika sedikit terdorong ke belakang dan hampir jatuh dari perisai angin yang ia pijaki saat ini.
"kekuatan shuriken-nya tidak main-main! tapi bukan berarti pedang angin-ku lebih lemah dari shuriken ini!" batin Madika.
"HUUAAAA!!!" Madika pun langsung berteriak dengan tujuan untuk membakar semangat dalam diri-nya sambil meningkatkan kekuatan pedang-nya dan mendorong pedang-nya untuk menghancurkan shuriken angin milik Freon.
Kini apa yang di lakukan oleh Madika pun membuahkan hasil.
__ADS_1
shuriken angin milik Freon kini hancur berkeping-keping saat Madika menekan kekuatan pedang-nya hingga mencapai batas maksimal-nya.
Ketika shuriken angin milik Freon hancur, Freon pun tampak sedikit mengalami tekanan dan terdorong ke belakang.
"tchi.... jurus yang membutuhkan pengendalian seperti ini memang kuat! tapi resiko-nya juga akan di terima jika jurus-nya berhasil di patahkan oleh musuh!" batin Freon sambil memegang dada-nya.
Meskipun saat ini Freon masih merasakan tekanan energi di dalam tubuh-nya, namun ia tampak tidak mau diam saja melihat jurus-nya yang telah di patahkan oleh Madika.
Freon kini langsung menggerak-kan tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan dan seketika muncul ratusan lingkaran angin di udara.
dari lingkaran angin itu tampak perlahan keluar sebuah tombak yang terlihat sangat kokoh dan memancarkan aura kekuatan yang tidak biasa.
tombak angin itu tentu-nya jauh lebih kuat dari pedang angin yang sebelum-nya di keluarkan oleh Freon dari lingkaran angin milik-nya.
Melihat hal itu, Madika jadi sedikit terkejut dan waspada.
Saat semua tombak angin telah keluar dari ratusan lingkaran angin itu, kini Freon dengan wajah percaya diri-nya langsung mengangkat tangan kanan-nya serta menjentik-kan jari-nya.
~CLAK!!~
Setelah menjentik-kan jari-nya, kini ratusan tombak angin itu mulai melesat ke arah Madika.
namun kali ini pola serangan tombak angin sedikit berbeda karena tombak angin yang Freon gunakan kali ini tidak langsung melesat secara keseluruhan melainkan secara bertahap namun terjadi secara terus-menerus hingga semua tombak yang ada di udara habis.
Kini tombak-tombak itu melesat ke arah Madika layak-nya beberapa senjata api yang sedang memuntahkan peluru ke arah target yang harus di lumpuhkan.
__ADS_1
Sementara itu, Madika yang melihat serangan itu langsung bergerak ke arah-nya kini langsung melompat ke perisai angin lain-nya yang ia sudah siapkan sebelum-nya.
Namun hanya dengan sekali menghindar tentu-nya belum cukup untuk terlepas dari ratusan tombak milik Freon.
hal itu pun membuat Madika dengan terpaksa harus bergerak dengan cepat dan berpindah-pindah dari satu perisai ke perisai lain-nya.
"tchi.... ternyata jurus-nya kali ini jauh lebih merepotkan dari sebelum-nya!" batin Madika yang tampak sedikit kesal.
"berhentilah mengeluh! anggap saja ini sebagai latihan untuk menambah pengalaman bertarung-mu!" ucap tuan Risiwuku yang tiba-tiba berbicara melalui perantara Saga.
"apa yang guru katakan memang benar, tapi ini juga memang benar merepotkan!" ucap Madika yang lagi-lagi mengeluh.
"sebaik-nya kau tidak berpikir seperti itu!.... kau harus tahu, apa yang kau hadapi saat ini hanyalah secuil dari kekuatan yang ada di dunia ini.... akan ada saat-nya kau akan melihat dan mengalami pertarungan yang lebih sulit lagi dari ini.... sebagai penerus-ku, aku yakin kau akan suatu hari nanti mau tak mau kau harus berhadapan dengan kekuatan besar yang bahkan bisa menghebohkan seluruh dunia!" ucap tuan Risiwuku memberi teguran keras pada Madika.
"yang benar saja?.... jika saat-nya tiba apakah aku mampu bertahan?.... ya ampun, ini malah jadi terdengar lebih mengerikan!" balas Madika yang tiba-tiba pasang ekspresi tidak percaya diri.
"bisa atau tidak-nya itu semua tergantung pada-mu, yang jelas-nya untuk saat ini sebaik-nya fokuslah untuk bertarung dan jangan banyak mengeluh!" ucap tuan Risiwuku memberi saran.
"ba-baik guru." ucap Madika yang tiba-tiba tergagap-gagap.
"hmmp!... sedari tadi dia menghindar terus!.... lantas apa guna-nya pedang yang ia bawa-bawa dari tadi?" batin Freon sambil menatap Madika yang terus menghindari serangan-nya.
Di sisi lain, tuan Samon yang saat ini sedang menonton juga tampak penasaran, siapa yang kira-kira akan mendapatkan kemenangan.
"bocah bernama Freon itu masih belum menggunakan jurus terkuat-nya.... dan Madika saat ini juga masih belum menggunakan jurus peluru angin-nya itu.... seperti-nya mereka berdua sedang menunggu momen yang tepat untuk menggunakan-nya." ucap tuan Samon sambil mengelus janggut-nya.
__ADS_1
"hmm...." gumam kepala akademi sambil menoleh pada tuan Samon. "anda benar.... saat ini kedua-nya tampak sedang berusaha menunggu momen yang pas untuk menggunakan jurus terkuat-nya masing-masing, namun, jika mereka terus berlanjut seperti ini, bisa-bisa momen itu tidak akan muncul dan bahkan salah satu dari mereka mungkin akan segera kehabisan energi Saga sebelum sempat menggunakan jurus terkuat-nya." ucap kepala akademi menimpali perkataan tuan Samon.
"hmm.... namun berdasarkan penglihatan-ku, jika kita menebak siapa yang mungkin akan lebih dulu kehabisan Saga maka jawaban-nya kemungkinan adalah Freon.... alasan-nya karena sedari tadi ia terus menyerang, bahkan skala serangan yang ia gunakan benar-benar cukup besar dan tentu-nya membutuhkan Saga yang banyak untuk mengaktifkan jurus-jurus itu..... sementara itu, Madika saat ini justru terlihat seperti sedang berusaha meminimalkan penggunaan Saga dengan cara menghindar ketimbang harus menghadapi secara langsung." ucap tuan Samon menilai.