
Lipan raksasa yang saat ini sedang terluka cukup parah kini menatap Madika dengan tatapan yang sangat menyeram-kan.
dari mata si lipan itu tampak ada banyak darah yang terus mengalir, tidak hanya itu saja, bahkan di bagian hidung dan mulut si lipan raksasa itu pun juga terlihat ada darah yang mengalir.
Lipan raksasa itu kini langsung mengeluar-kan suara yang keras ke arah Madika seolah sedang membentak Madika.
Setelah itu, lipan raksasa itu pun langsung berlari sangat cepat sambil bergerak zig-zag di atas tanah.
ia berlari layak-nya ular yang sedang merayap, dan dengan cepat ia bergerak ke arah Madika sambil menembak-kan beberapa cairan racun ke arah Madika.
Madika pun tidak diam saja, ia kini dengan cepat menghindari serangan cairan beracun itu.
Madika dengan cepat melompat ke samping dan mendarat di sebuah batu.
namun tampak ada cairan beracun lain-nya melesat ke arah Madika lagi.
Madika yang melihat serangan itu kini dengan cepat melompat ke dahan pohong terdekat.
sesudah itu dengan cepat Madika langsung melompat ke dahan pohon lain-nya sambil berputar di udara ketika diri-nya melihat ada serangan cairan beracun lain-nya.
Hingga akhir-nya Madika pun kembali mendarat ke tanah.
saat mendarat ke tanah, ia melihat lipan raksasa itu masih mengejar-nya.
Namun kini lipan raksasa itu langsung mengeluar-kan lagi jurus-nya yang sebelum-nya, yakni sebuah benda berujung runcing mirip dengan kaki lipan raksasa itu sendiri.
Setelah itu kini benda berujung runcing itu pun langsung melesat ke arah Madika.
jumlah benda itu cukup banyak, dan semua-nya langsung melesat secara beruntun ke arah Madika.
__ADS_1
Melihat hal itu Madika pun terpaksa berlari ke sambil menebas semua serangan lipan itu.
Kini banyak benda runcing yang di gunakan untuk menyerang Madika sudah tertancap di tanah dan tidak ada satu pun yang terkena Madika.
Namun tak lama setelah itu tiba-tiba seluruh benda berujung runcing yang tertancap di tanah itu kini langsung menyala, dan tampak kobaran api terus membara menyelimuti benda itu seolah api itu tidak akan padam.
"ap.... apa yang terjadi?" batin Madika bertanya-tanya.
Madika kini langsung mencoba untuk semakin waspada, pasal-nya saat ini di sekitar tempat ia berdiri tampak sangat banyak benda berujung runcing, dan semua benda itu kini di selimuti oleh api yang terus berkobar-kobar.
"jurus apa pun ini aku tak boleh lengah!" ucap Madika lagi dalam hati.
Baru saja Madika berkata seperti itu dalam hati-nya, kini si lipan raksasa itu pun kembali mengeluar-kan suara yang sangat kuat ke arah Madika.
Seketika di waktu yang hampir bersamaan kini kobaran api yang menyelimuti seluruh benda berujung runcing itu kini langsung bergerak ke arah Madika dan akan membungkus Madika dalam panas-nya api tersebut.
Madika yang melihat pergerakan api yang sangat banyak itu kini langsung terkejut..mata-nya langsung terbelalak dan mulut-nya hanya bisa menganga karena diri-nya saat ini tidak sempat melakukan pergerakan sedikit-pun, baik itu gerakan menghindar atau-pun membuat sebuah perisai pelindung.
Namun, meski-pun saat ini diri-nya terbakar oleh kobaran api itu, akan tetapi Madika sama sekali tak mengeluar-kan suara layak-nya orang yang sedang kesakitan akibat terbakar oleh api yang begitu panas.
Sementara itu, si lipan raksasa yang melihat Madika saat ini telah terbungkus oleh kobaran api milik-nya kini langsung merayap dengan sangat cepat ke arah Madika dengan niatan memakan Madika sebelum Madika berubah menjadi abu akibat terbakar oleh api milik-nya.
Saat si lipan berada di depan Madika yang masih di selimuti oleh api itu, kini si lipan pun langsung mengangkat kepala-nya di udara dan ia pun siap meluncur-kan kembali kepala-nya ke bawah untuk menerkam Madika bersamaan dengan kobaran api itu.
Namun kini lipan raksasa itu malah membelalak-kan mata-nya saat ia hendak menerkam Madika.
Hal itu di karena-kan Madika yang saat ini berada dalam kobaran api itu kini langsung menghentak-kan kaki-nya ke tanah untuk mencipta-kan langkah angin yang saat ini berhasil membuat api yang menyelimuti tubuh-nya langsung terhempas menjauh dan segera padam.
Si Lipan raksasa itu pun jadi sangat terkejut, namun karena kepala-nya sudah berada dekat dengan Madika, ia pun dengan cepat langsung melanjut-kan terkaman-nya pada Madika.
__ADS_1
Madika yang melihat si lipan yang hendak menerkam diri-nya kini langsung memutar tubuh-nya sambil melancar-kan dua tebasan memutar ke wajah lipan itu.
Tebasan Madika pun langsung menghantam wajah lipan itu dan kini pedang itu langsung membuat luka sayatan yang cukup dalam di kepala si lipan raksasa.
Dua tebasan yang melukai kepala lipan raksasa itu membuat lipan raksasa itu pun langsung mundur dan mencoba menjaga jarak dari Madika.
Namun Madika yang melihat reaksi dari si lipan itu kini langsung memanfaat-kan keadaan itu untuk terus menyerang dengan tempo yang lebih cepat lagi.
Serangan berikut-nya Madika lakukan dengan cara melompat ke arah kepala lipan yang saat ini masih di angkat-nya ke atas.
Saat berada di depan kepala lipan itu, Madika pun langsung melakukan tebasan memutar ke arah leher dan wajah si lipan itu.
Lipan itu pun langsung menurun-kan kepala-nya, dan membuat tebasan pedang Madika kini melesat dan hanya memotong antena di kepala-nya saja, serta tebasan yang satu-nya hanya mengenai pinggiran kepala-nya saja.
Madika yang melihat hal itu kini sedikit merasa terkejut karena lipan itu bisa menghindar dengan cepat.
"cepat sekali!" batin Madika.
Lipan itu pun kini memanfaat-kan posisi Madika yang berada di udara itu untuk menerkam Madika.
Lipan itu dengan segera langsung menerkam perut Madika.
namun karena Madika sempat menyadari hal itu, kini Madika pun berhasil menghindari terkaman lipan itu dengan cara meletak-kan tangan-nya di bagian atas lipan itu, lalu dengan cepat Madika melakukan gerakan salto ke belakang dengan memanfaat-kan kepala lipan itu sebagai tumpuan-nya.
Kini Madika pun berhasil melakukan salto tepat ke arah belakang lipan itu.
saat Madika sudah berada di belakang lipan itu, Madika pun langsung memutar tubuh-nya dan dengan segera ia menebas punggung leher lipan itu.
Tebasan Madika menghasil-kan luka sayatan yang sangat dalam bahkan luka itu hampir sampai ke bagian tulang leher dari si lipan raksasa itu.
__ADS_1
Lipan raksasa itu pun kini langsung menjerit kesakitan.
suara jeritan-nya sangat kuat dan terdengar mengerikan.