Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Berpapasan Dengan Kelompok Pencari


__ADS_3

Saat ini, suasana di tempat raja Kiono serta para petinggi kerajaan yang sedang melakukan pertemuan tampak sedikit sunyi dalam waktu beberapa detik saat nama Madika di sebutkan oleh salah satu orang yang sedang menjelaskan tentang siapa yang menyerang klan petir beberapa hari yang lalu.


"Begitu ya...."


Terdengar suara sang raja mencairkan suasana yang agak sunyi itu.


"Kalau sudah seperti ini maka kita sudah tak bisa melanjutkan kerja sama dengan klan petir." Ucap raja Kiono sambil menopang dagu di kursinya.


"Anda benar tuan! Untuk sekarang sebaiknya kita susun ulang rencana kita dari awal dan kita kesampingkan dulu masalah tentang orang yang menyerang itu." Ucap salah satu petinggi kerajaan itu.


"Ya itu memang benar, akan tetapi sosok yang bernama Madika itu tak boleh kita abaikan! Kita harus cari tahu seperti apa sosok dari bocah yang bernama Madika itu dan memastikan apakah dia yang sedang kita cari-cari selama ini ataukah dia orang berbeda yang hanya kebetulan memiliki nama yang sama." Timpal si petinggi lainnya.


"Sudahlah... Untuk sekarang kita kesampingkan dulu masalah itu dan kembali ke topik utama!" Ucap raja Kiono.


"Sekarang aku ingin mendengar laporan kerja di bidang yang kalian pegang masing-masing, ku harap ada perkembangan yang bagus dalam setiap pekerjaan yang kalian emban!" ucap sang raja berharap.


Setelah itu, kini mereka pun kembali melanjutkan pembahasan mereka seperti yang biasanya. Namun bukan berarti mereka akan melupakan kejadian yang bersangkutan dengan nama seseorang yang sedang menjadi buronan rahasia mereka.


Kejadian ini akan mereka cari tahu lebih dalam lagi, terutama sosok penyerang yang bernama Madika tersebut.


*****


Jauh di tengah hutan. Dalam perjalanan menuju ke sekte Balumba.


Madika bertemu dengan sekelompok orang yang sedang bertugas melakukan pengejaran terhadap dirinya karena saat ini dirinya sudah di jadikan sebagai buronan bagi sekte Balumba.


Bukan hanya sekte Balumba saja yang menjadikan Madika sebagai buronan.

__ADS_1


Saat ini kerajaan Doroko pun juga telah menetapkan Madika sebagai buronan dan kerajaan kini telah menggerakkan beberapa ksatria terbaik di kerajaan untuk mencari Madika.


Saat Madika berpapasan dengan kelompok dari sekte Balumba, Madika pun langsung berhenti. Begitu pula dengan orang-orang dari sekte balumba.


Orang-orang dari sekte Balumba itu di pimpin oleh satu orang ksatria Saga yang sudah berada di tingkat Epic level awal, yakni level 20.


Orang itu merupakan salah satu sosok orang yang terkuat di sekte Balumba. meskipun usianya sudah cukup tua, namun kemampuan bertarungnya masih tidak boleh di remehkan karena kekuatannya memang luar biasa.


Bisa di bilang kemampuan pria tua ini hampir setara dengan para tetua yang ada saat ini.


Jika seandainya gelar tetua itu tidak hanya di berikan kepada empat orang saja, mungkin saat ini pria tua itu sudah menyandang gelar sebagai tetua sekte.


"Bocah ini sangat mirip dengan penggambaran yang di berikan oleh para saksi!" Ucap salah satu anggota pria tua yang bernama Rukadu sambil menunjuk ke arah Madika.


Madika yang mendengar ucapan anggota Rukadu itu kini hanya bisa menghela nafas panjang. Ia seolah sudah tahu bahwa orang-orang ini pasti sedang mencarinya dan ingin menghabisinya.


"Sepertinya kalian ini orang-orang kiriman dari sekte Balumba ya...." Ucap Madika sambil melipat kedua tangannya di depan dada serta sedikit memiringkan kepalanya menatap sekelompok orang yang sangat kuat itu.


Jika di perhatikan baik-baik, orang-orang yang bersama dengan Rukadu ini sama sekali bukan orang-orang yang biasa karena mereka semua adalah orang-orang tua yang sudah berada di tingkat grand master.


Meskipun mereka belum tua-tua amat, akan tetapi sosok mereka saat ini sudah tampak seperti bapak serta ibu beranak 2.


"Orang-orang di belakang pak tua ini benar-benar berada di tingkat grand master semua! Mereka ini sepertinya bukan kelompok yang biasa-biasa saja! Kelompok mereka ini sepertinya sudah di khususkan untuk melawan orang-orang yang kuat serta melakukan misi yang sulit untuk di lakukan oleh kelompok-kelompok kecil yang tidak memiliki kemampuan yang luar biasa." Ucap Madika membuat penilaian bahkan sebelum mereka bertarung.


"Apa kalian sedang mencari ku?" Tanya Madika dengan santainya.


Baru bertanya seperti itu, tiba-tiba si Rukadu yang berada di depan para anggotanya itu tiba-tiba tampak seolah menghilang dan dengan sangat cepat ia pun muncul di hadapan Madika.

__ADS_1


Baru muncul langsung melesatkan tinju ke bagian perut Madika dan membuat Madika sangat terkejut.


Pukulan itu pun menghasilkan ledakan api yang cukup kuat serta membuat Madika terhempas sangat kuat hingga menabrak banyak batang pohon dan membuat semua batang pohon yang di tabrak langsung hancur dan patah.


Madika terlempar hingga jarak hampir 500 meter jauhnya.


Pukulan dari tinju api si pemimpin kelompok itu benar-benar tak boleh di remehkan.


Kekuatan dari para tingkat Epic memang bukan sekedar isapan jempol semata.


Kekuatan mereka benar-benar asli dan harus di waspadai agar tidak langsung terbunuh saat terkena serangan.


Sementara itu, Madika yang sebelumnya terkena pukulan itu tampak tergeletak di sebuah batang pohon yang hampir tumbang akibat hantaman tubuhnya saat terhempas oleh tinju si Rukadu.


"Tinju api orang ini benar-benar sangat kuat! Jika tadi aku tidak segera pasang perisai kecil tepat di area yang ia tinju, mungkin sekarang aku sudah mati!" Ucap Madika dalam hati dan setelah itu ia langsung terbatuk dan dari mulutnya keluar darah segar.


"Sial! Padahal tidak kena telak tapi bisa terluka sampai seperti ini!... Tingkat Epic memang luar biasa!" Ucap Madika dalam hati.


Inilah salah satu alasan kenapa selama ini Madika tidak selalu melawan para pengguna Saga tingkat Epic menggunakan kekuatannya saat ini. Hal itu di karenakan dirinya sadar bahwa kekuatannya saat ini sama sekali tidak akan bisa bersaing melawan para ksatria Saga tingkat Epic.


Oleh sebab itu Madika selalu membawa para ksatria tingkat Epic itu ke dalam domain miliknya serta melawan mereka menggunakan kekuatan dari esensi Saga tingkat legendaris yang ada di dalam tubuhnya.


Tak butuh waktu lama, kini Madika pun sudah berhasil berdiri dan menatap jauh ke depan.


Namun tak lama setelah itu, sosok Rukadu pun muncul di depannya, kira-kira berada di jarak 30 meter dari tempat Madika berdiri saat ini.


"Kau lumayan juga pak tua!" Ucap Madika sambil menyeka darah di bibirnya.

__ADS_1


"Melihat kau yang masih bisa selamat setelah terkena pukulan apiku, sekarang aku pun yakin kalau kaulah pembuat onar yang telah mengobrak-abrik klan petir!" Ucap si pemimpin kelompok itu sambil menyilangkan tangannya di belakang pinggangnya.


__ADS_2