
Saat ini sang sesepuh dari sekte Balumba yakni Wilasopu tampak sedang mengangkat tongkat kaisar rotan api ke depan tepat ke arah Madika.
Dan tak di sangka-sangka ternyata tongkat itu malah merespon Madika yang sedang mencoba memanggilnya.
"Tongkat ini ternyata merespon bocah itu!... Apa jangan-jangan bocah itu adalah sosok leluhur yang telah terlahir kembali?!" Ucap sang sesepuh dalam hati.
"Tidak!" Pikirnya lagi sambil menggelengkan kepalanya sekali. "Aku tak boleh terlalu cepat mengambil kesimpulan seperti itu, yang jelasnya untuk saat ini aku harus benar-benar bisa memastikan dengan mata kepalaku sendiri!... Lagi pula jika tongkat ini memang bisa mendengarkan bocah itu, maka saat itulah baru aku boleh mempercayainya!" Pikir Wilasopu.
Sementara itu, Madika kini terus mengangkat tangannya ke depan dengan posisi telapak tangan terbuka dan di arahkan ke tongkat kaisar rotan api itu.
"Kembali!!" Teriak Madika yang kemudian menarik kembali tangannya dengan hentakkan yang cukup kuat.
Seketika tongkat kaisar rotan api yang berada di tangan sang sesepuh itu langsung memberontak secara mendadak dan memberi efek kejut yang membuat sang sesepuh tak sempat bereaksi saat sang tongkat kaisar rotan api itu terlepas dan melesat dari tangannya.
Kini tongkat kaisar rotan api itu langsung hinggap di tangan kanan Madika.
Madika langsung menggenggam tongkat itu lalu memutar-mutar tongkat itu serta kemudian langsung mengangkatnya ke udara.
Seketika itu juga tongkat itu langsung memancarkan cahaya yang sangat terang dan perlahan wujud sejati dari tongkat kaisar rotan api pun langsung perlahan terlihat.
Sang sesepuh yakni Wilasopu pun kini langsung terkejut dengan mata yang terbelalak saat melihat hal itu.
Sementara itu sang ketua sekte bahkan empat tetua lainnya kini langsung menoleh ke arah Madika dan menatap Madika dengan tatapan yang tampak tidak percaya.
"To... Tongkat itu mengenali tuannya!... Itu artinya bocah itu adalah!..." Ucapan sang ketua sekte kini terhenti, dan tampak para tetua lainnya sepertinya juga sedang memiliki pemikiran yang sama dengan sang ketua sekte tersebut.
Tak butuh waktu lama, kini tongkat kaisar rotan api itu pun kini telah kembali ke wujud sejatinya, yakni wujud asli setelah keempat pecahan di satukan dan di sempurnakan.
Meskipun sang sesepuh tahu cara menyatukan, namun ia sama sekali tak bisa menyempurnakannya karena pada dasarnya hanya sang pemilik-lah yang bisa menyempurnakan tongkat tersebut.
Setelah wujud asli tongkat kaisar rotan api telah jadi, kini Madika pun langsung memutar-mutar tongkatnya di udara dan kemudian langsung menghentakkan tongkat itu ke bawah dan seketika itu terjadilah hentakkan udara yang sangat kuat yang membuat gelombang energi tampak bergerak memencar meluas dari titik yang di hentakkan Madika menggunakan tongkat itu.
Gelombang energi itu langsung menghantam sang sesepuh hingga sesepuh itu sedikit terdorong ke belakang.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang aku sudah mendapatkan apa yang ku inginkan, jadi aku mau pergi!" Ucap Madika dengan santainya dan kemudian langsung mengangkat tangan kirinya ke udara dan kemudian melambaikannya beberapa kali.
Seketika itu juga kini seluruh pasukan milik Madika yakni jurus-jurus yang berasal dari senjata pusaka miliknya kini mulai menghilang.
Saat seluruh pasukan itu menghilang, kini seluruh guru serta murid sekte dan para tetua maupun ketua sekte kini langsung mengalihkan perhatian mereka semua dan langsung menatap ke arah Madika.
Bahkan para murid sekte yang berada dari kejauhan yang melihat sekilas saat Madika menyempurnakan tongkat kaisar rotan api itu kini langsung bergerak dan melesat cepat ke tempat di mana Madika berada.
Mereka semua kini berkumpul di tempat yang jauh dari Madika, namun bisa di lihat mereka kini tampak seperti sedang mengelilingi Madika dari kejauhan.
Di sisi lain, Madika saat ini tampak tidak gentar pada mereka semua karena Madika telah memiliki tongkat kaisar rotan api yang merupakan senjata energi terkuat yang pernah ia buat.
"Dengan tongkat ini tidak sulit bagiku untuk menghabisi mereka semua, apa lagi saat ini mereka sudah banyak yang terluka!" Ucap Madika dalam hati.
Namun hal yang tidak di sangka-sangka oleh Madika tiba-tiba terjadi.
Tampak sang sesepuh, yakni Wilasopu, kini langsung berlutut di udara tepat di hadapan Madika.
"Hormat pada leluhur!!" Ucap sang sesepuh dengan suara yang menggema di udara.
"Hormat pada sang leluhur!!"
Suara itu terdengar menggema di udara karena meraka mengucapkannya secara bersamaan.
Mendengar perkataan sang sesepuh dan seluruh anggota sekte Balumba itu kini langsung terlihat kebingungan dan tampak tidak begitu mengerti dengan situasi saat ini.
"Ap.... Apa yang sedang terjadi di sini?" Ucap Madika dalam hati.
Di sisi lain, Natalia dan para siswa lainnya yang sebelumnya telah berpindah tempat kini langsung terkejut saat melihat seluruh anggota sekte Balumba bertekuk lutut di hadapan Madika.
Bahkan sampai-sampai sang sesepuh dari sekte itu pun juga bertekuk lutut di hadapannya.
Namun, yang paling mengejutkan lagi bagi mereka adalah ucapan para anggota sekte tersebut yang menyatakan bahwa Madika adalah sang leluhur.
__ADS_1
Ucapan itu tentunya membuat Natalia dan yang lainnya menjadi bingung dan bertanya-tanya.
"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?!" Ucap si guru pemandu sambil mengedarkan pandangannya dan melihat semua orang yang sedang berlutut di hadapan Madika seolah-olah Madika itu adalah seorang raja yang di segani oleh para pengikutnya.
"Natalia, apa kau tahu sesuatu tentang hal yang mengejutkan ini?" Ucap Diana bertanya pada Natalia.
Sementara itu Natalia kini hanya bisa menatap Madika dengan kagum.
"Aku juga tidak tahu, tapi bukankah ini benar-benar sesuatu yang sangat luar biasa?!... Madika yang dulunya hanyalah orang yang biasa-biasa saja kini bisa membuat semua orang di sekte ini jadi bertekuk lutut di hadapannya!" Ucap Natalia yang tampak sedikit bersemangat.
"Ya... Memang benar sih, tapi aku jadi penasaran!... Siapa sebenarnya Madika ini?... Kenapa seluruh anggota sekte ini tiba-tiba menghormatinya dan bahkan menyebutnya sebagian leluhur!... Bukankah itu aneh?" Ucap Diana lagi.
"Memang aneh sih!... Sejujurnya aku juga tidak terlalu paham akan hal itu, jadi sebaiknya untuk sekarang kita perhatikan dulu seperti apa kelanjutan dari situasi ini!" Jawab Natalia seadanya.
"Kau benar!" Balas Diana dan kemudian mereka kembali menatap ke arah Madika.
Madika yang saat ini kebingungan dengan situasi yang ada kini hanya bisa memiringkan kepalanya dan menatap sang sesepuh dengan ekspresi yang tampak terheran-heran.
"Eh?.... Ehhh?... Apa yang terjadi pada kalian?!" Tanya Madika yang tampak bingung dengan tindakan sang sesepuh dan para anggota sekte-nya itu.
Sementara itu, kini sesepuh yang mendengar pertanyaan Madika langsung mulai berbicara dan membalas ucapan Madika.
"Sebelumnya saya minta maaf pada anda karena tidak mengenali anda dan saya juga mewakili para anggota sekte Balumba yang lainnya meminta maaf pada anda karena kami terlambat menyadari identitas anda yang sebenarnya!" Ucap sang sesepuh itu yang tampak masih berlutut dan menundukkan kepalanya seolah tidak berani menatap Madika.
"Lah!... Malah makin tidak jelas... Tolong jelaskan apa yang sedang terjadi!" Ucap Madika memberi perintah.
Mendengar pertanyaan Madika, kini sang sesepuh itu pun langsung mengangkat wajahnya dan ia pun langsung menatap Madika.
"Baiklah tuan, aku akan menjelaskan semuanya, akan tetapi sebaiknya kita pindah tempat karena pembicaraan ini merupakan rahasia dari sekte Balumba." Ucap sang sesepuh.
"Hah?"
Madika tampak masih bingung, namun sebenarnya dalam hatinya ia sudah membuat beberapa kesimpulan dari pernyataan para anggota sekte serta sang sesepuh sekte Balumba ini.
__ADS_1
Saat ini Madika telah memiliki beberapa kemungkinan yang terpikirkan di kepalanya, yak i kemungkinan tentang mengapa ia tiba-tiba di hormati bahkan di sebut sebagai sang leluhur dari sekte Balumba.
"Kalau tak salah dulu murid bodoh itu katanya sempat membangun sebuah sekte, tapi aku malah mati sebelum tahu sekte apa yang ia dirikan itu!" Pikir Madika mulai menebak-nebak berdasarkan ingatannya. Lanjutnya, "Lagi pula kenyataan bahwa di sekte ini ada orang yang bisa menyatukan pecahan tongkat kaisar rotan api itu sudah merupakan sesuatu yang bisa memberi kepastian karena dulu satu-satunya orang yang mengetahui cara menyatukan tongkat itu hanyalah murid-ku itu saja, jadi besar kemungkinan sekte ini di dirikan olehnya dan oleh karena itulah sang sesepuh ini memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menyatukan pecahan tongkat kaisar rotan api milikku ini." Ucap Madika dalam hati yang terus menduga-duga.