Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Rencana Liga


__ADS_3

Saat Madika tahu bahwa Liga adalah pemimpin asosiasi ksatria Saga di kota ini, Madika pun langsung menyipit-kan mata-nya dan menatap bawahan Liga itu dengan penuh selidik.


"apa yang di ingin-kan oleh Liga dari-ku?" tanya Madika menyelidik.


"beliau ingin bertemu dengan anda dan berbicara dengan anda..... beliau berpikir bahwa anda adalah orang yang cukup berpotensi serta orang yang mungkin bisa membantu asosiasi untuk keluar dari masalah yang cukup rumit di dalam asosiasi." ucap bawahan itu memberi penjelasan.


"masalah rumit?" tanya Madika.


Saat si bawahan hendak menjawab pertanyaan Madika, si bawahan Liga itu langsung mengedar-kan pandangan-nya dengan cepat untuk memasti-kan tak ada orang di sana.


"ya benar.... saat ini di dalam asosiasi terdapat masalah internal yang cukup sulit di hadapi dan tak bisa di tangani sendiri oleh pemimpin asosiasi, karena itu tuan Liga berniat membuat pertemuan rahasia dengan anda." ucap bawahan Liga dengan suara berbisik.


"memang-nya masalah internal seperti apa yang kalian hadapi itu?" tanya Madika lagi.


"masalah ini masih berkaitan dengan keluarga Hongu, yakni keluarga Nemosu..... jika anda tertarik untuk mendengar-kan cerita ini secara detail, maka datang-lah ke tempat ini." ucap bawahan Liga sambil menyodor-kan sebuah kertas berisi-kan alamat.


"tuan Liga ingin bertemu dengan-mu malam ini di tempat yang ada di alamat ini.... jadi usaha-kan agar tak ada yang mengikuti diri-mu secara diam-diam agar pertemuan rahasia ini tidak terbongkar." timpal bawahan Liga.


Setelah itu Madika pun meraih kertas berisi-kan alamat itu.


"ku harap kau tak berniat menjebak-ku!" ucap Madika dengan tatapan tajam mengintimidasi.


"tenang saja tuan, aku tak punya niat menjebak sama sekali." jawab bawahan Liga dengan jujur.


Setelah itu bawahan Liga pun langsung pamit undur diri.


dengan cepat bawahan Liga langsung melompat ke atas gedung, dan setelah itu ia pun melompat dari satu gedung ke gedung lain-nya dengan cepat.


*******


Tak terasa malam pun tiba.

__ADS_1


kini Madika mulai bergerak, ia kini pergi ke alamat yang sudah di janji-kan oleh bawahan Liga itu.


Saat ini, di sebuah tempat sunyi di pinggiran kota tampak sosok liga dan bawahan-nya sedang menunggu Madika.


mereka menunggu Madika di sebuah bangunan yang sudah tak terpakai, bangunan itu memiliki dua lantai, namun mereka hanya berada di lantai satu saja.


Setelah itu Liga pun menyuruh bawahan-nya itu untuk menunggu Madika di luar gedung itu agar saat Madika lewat ia bisa memanggil Madika.


Liga berpikir mungkin saja Madika tidak terlalu familiar dengan tempat ini.


Setelah beberapa saat kemudian, kini Liga yang sedang menunggu di dalam gedung itu kini melihat Madika dan bawahan-nya yang saat ini berjalan masuk ke gedung itu dan langsung mendekati diri-nya.


"akhir-nya kau tiba juga." ucap Liga dengan tenang saat Madika sudah berada dekat di depan-nya.


"ku pikir kau tidak akan datang malam ini."


"tadi-nya aku memang berniat untuk tidak datang..... tapi karena ku dengar ini masih ada hubungan-nya dengan orang yang saat ini sudah menjadikan-ku buruan, maka ku rasa tidak ada salah-nya jika aku mendengar-kan mu karena kau juga ada masalah dengan mereka." ucap Madika menjelas-kan.


"itu benar sekali.... tidak ku sangka kau datang dan langsung memancing-ku ke pembahasan utama.... hahahaha." ucap Liga sambil tertawa kecil.


"hahahaha." Liga tertawa sekali lagi.


"anak yang menarik.... baiklah, akan ku jelas-kan semua pada-mu." jawab Liga.


Setelah itu liga pun mulai menjelas-kan tentang permasalahan yang ia hadapi saat ini.


Permasalahan antara asosiasi dan keluarga Nemosu adalah mengenai kedudukan keluarga Nemosu di asosiasi itu.


memang benar Liga adalah pemimpin asosiasi, namun, di luar itu asosiasi yang di pimpin oleh liga sebenar-nya sudah di manipulasi oleh keluarga Nemosu sehingga seluruh aset serta kepengurusan di serah-kan sepenuh-nya kepada keluarga Nemosu.


Awal-nya yang menjadi penopang asosiasi adalah pemerintah kota, namun karena keluarga Nemosu merupa-kan bangsawan yang menguasai kota ini, maka hak wewenang untuk mengatur segala keperluan asosiasi di serah-kan penuh pada mereka.

__ADS_1


sehingga kini kerajaan tidak lagi turut campur tangan dan turun langsung untuk meninjau dan mengatur asosiasi agar berjalan dengan lebih baik.


Hal itu membuat asosiasi terikat dengan mereka dan pihak asosiasi pun tak bisa asal menentang mereka karena mereka bisa saja memutar balik fakta dengan sangat mudah hanya dengan memanfaat-kan posisi mereka di kota itu.


Oleh karena itu, Liga pun berniat untuk mencari dan mengumpul-kan orang-orang berbakat yang berpotensi untuk bisa meruntuh-kan kekuasaan keluarga Nemosu di kota ini.


Ia berniat untuk melenyapkan keluarga Nemosu dan membuat pengganti untuk menjadi penguasa wilayah baru.


dengan begitu mungkin kota Kayau bisa jadi lebih baik dengan ada-nya pemimpin baru di kota mereka.


"apa kau sudah menyiap-kan pemimpin baru itu?" tanya Madika setelah mendengar-kan cerita panjang lebar dari Liga.


"ya, aku sudah menyiap-kan pengganti yang cocok." jawab Liga tanpa ragu sedikit-pun. lanjut-nya.


"aku sudah membentuk kerjasama dengan keluarga Nakawao untuk menjadi-kan mereka sebagai pengganti yang baru..... lagi pula sejak awal keluarga Nakawao memang sudah memiliki banyak kesan baik di mata masyarakat, jadi tidak akan sulit untuk menaik-kan mereka sebagai pemimpin baru." jelas Liga.


Keluarga Nakawao adalah nama keluarga dari Nia yakni teman baik Emi yang sebelum-nya terus membela Emi saat di hajar oleh Hongu.


Madika saat ini tidak terlalu peduli dengan pengganti itu. jadi ia pun tidak tahu kalau Nia adalah salah satu anak dari keluarga itu.


"baiklah, kalau kau memang sudah mempersiap-kan semua-nya maka sekarang kita hanya perlu melenyapkan keluarga Nemosu." ucap Madika.


"ya benar." balas Liga membenar-kan.


"baiklah, kalau begitu kapan operasi ini akan di mulai?" tanya Madika.


"sebelum kita memulai operasi-nya, besok sebaik-nya kau gunakan penyamaran dan datang-lah ke ruangan-ku, aku akan mempertemukan-mu dengan beberapa orang lain-nya yang akan menjadi teman seperjuangan-mu." jawab Liga.


"baik-lah kalau begitu.... aku akan ke tempat-mu besok." ucap Madika sambil berbalik badan.


"ku rasa pembahasan kita cukup sampai sini dulu, jika ada tambahan lakukan saja besok." ujar Madika yang kini langsung melangkah keluar tanpa menunggu tanggapan dari Liga.

__ADS_1


Saat Madika berada di luar, Madika pun langsung tersenyum licik sambil menatap langit yang tampak cerah dengan cahaya terang bulan menyinari wajah-nya.


"sebelum kalian memburu-ku, bukan-kah lebih baik jika aku yang lebih dulu memburu kalian?" ucap Madika sambil mengingat tentang Hongu karena sebelum ke tempat ini ia sudah di kejar-kejar oleh beberapa ksatria Saga yang ia duga sebagai orang-orang kiriman keluarga Nemosu.


__ADS_2