Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Freon Terpojok


__ADS_3

Saat ini terlihat tombak raksasa dan peluru angin Madika yang telah di perkuat sedang saling beradu kekuatan di udara.


namun kini bisa terlihat bahwa peluru angin milik Madika tampak-nya lebih unggul dari tombak raksasa milik Freon.


hal itu bisa di lihat dari tombak Freon yang saat ini perlahan terdorong mundur. selain itu, tombak raksasa milik Freon saat ini tengah menunjuk-kan tanda-tanda keretakan.


Melihat tombak raksasa-nya yang terdorong mundur dan mulai retak, kini Freon pun tampak terkejut dengan rasa kesal di hati-nya.


"ba.... bagaimana mungkin?!" ucap Freon yang kemudian langsung menggunakan kedua tangan-nya untuk mempertahan-kan tombak raksasa-nya itu.


Meskipun Freon telah berusaha menahan tombak-nya itu, namun tetap saja tombak-nya terdorong mundur dan tanda keretakan itu semakin besar dan menjalar.


Freon yang melihat itu mendadak jadi sedikit panik dan diri-nya menjadi tidak tenang untuk menanggapi perubahan situasi pertarungan itu.


hal itu pun membuat Freon langsung menghentak-kan kedua tangan-nya dengan niat memberi tekanan yang kuat pada pedang-nya agar maju dan mendorong serangan Madika.


namun yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang Freon ingin-kan, justru saat Freon memberi tekanan yang kuat pada tombak-nya, tombak-nya malah langsung hancur berkeping-keping.


hal itu di karenakan tombak-nya yang sudah retak itu terus di paksa maju menghadapi sebuah serangan dengan kekuatan yang melebihi kekuatan si tombak.


Ketika tombak raksasa Freon hancur berkeping-keping, Freon pun langsung terbelalak terkejut dan di saat yang hampir bersamaan diri-nya pun langsung terdorong ke belakang di karenakan saat tombak-nya hancur tampak terjadi ledakan energi di udara yang menyebabkan terjadi-nya gelombang angin di sertai gelombang energi yang mengarah kepada Freon dan menghantam Freon.


Saat ini, tampak Freon yang sedang memegang dada-nya karena terkena gelombang angin dan gelombang energi.


saat Freon mengangkat wajah-nya dan melihat ke depan, kini ia kembali terkejut di ketika melihat peluru angin yang telah di perkuat oleh Madika itu bergerak dengan cepat menghampiri-nya.


hal itu pun membuat Freon langsung refleks menciptakan sebuah perisai angin untuk melindungi diri-nya dari peluru angin itu.


Kini peluru angin itu pun langsung menghantam perisai angin milik Freon.


hantaman itu menghasilkan gelombang angin yang cukup kuat.


belum lama hantaman itu terjadi, kini perisai angin milik Freon mulai retak.

__ADS_1


keretakan itu berawal di tempat yang di hantam oleh peluru angin Madika.


retakan itu pun kini menjalar dengan cepat ke seluruh badan perisai.


Freon yang melihat hal itu kini makin kesal pada situasi yang di alami-nya saat ini.


"yang benar saja sial@n!." batin Freon mengumpat.


Baru saja Freon selesai mengumpat, kini Madika pun langsung meledak-kan peluru angin-nya itu.


ledakan peluru angin itu sangat kuat sampai-sampai perisai angin Freon pun langsung hancur berkeping-keping dan membuat Freon langsung terhempas dengan sangat kuat sampai-sampai hampir keluar dari arena pertarungan.


Akibat ledakan dari peluru angin Madika barusan, kini tampak kepulan debu bagaikan asap kini menyelimuti sebagian dari arena pertarungan.


Di sisi lain, Freon yang saat ini berada di luar kepulan debu bagaikan asap itu kini perlahan menggerak-kan tubuh-nya.


ia saat ini tampak sedang berusaha untuk berdiri.


Freon pun kini melayang-kan pandangan-nya ke arah kepulan asap itu untuk mencari keberadaan Madika yang berada di balik kepulan asap itu.


tak lama setelah itu, tiba-tiba kepulan asap itu langsung terpotong dan terhempas oleh sebuah gelombang angin yang melesat ke arah Freon yang tengah berdiri dengan posisi tubuh yang sedikit membungkuk.


Kini gelombang angin itu pun menghantam tubuh Freon hingga diri-nya terdorong beberapa langkah ke belakang.


hal itu pun membuat kaki Freon kini hampir melewati batas dari arena pertarungan.


Freon yang menyadari hal itu langsung melompat ke tempat yang cukup jauh dari batas arena tersebut.


saat Freon mendarat-kan kaki-nya di lantai, kaki-nya tiba-tiba terasa sedikit kesakitan dan hal itu pun membuat kaki-nya tak mampu menopang berat tubuh-nya sehingga ia pun langsung jatuh tersungkur ke lantai.


Di sisi lain, kepulan asap kini telah lenyap di hempas oleh gelombang angin milik Madika.


hal itu pun membuat sosok Madika bisa terlihat jelas.

__ADS_1


"saat ini aku masih punya cukup banyak energi Saga, seperti-nya aku bisa menggunakan momen ini untuk menyelesaikan syarat pengaktifan jurus langkah dewa angin!" ucap Madika dalam hati-nya sambil menatap Freon yang terlihat sedang kesulitan untuk berdiri. lanjut-nya, "hah...." Madika menghela nafas. "dia benar-benar masih belum menyerah juga ya.... kalau begitu pas sekali, aku akan benar-benar menjadikan-mu sebagai objek untuk melengkapi syarat pengaktifan langkah dewa angin!"


"Madika...." ucap tuan Risiwuku yang tiba-tiba memanggil madika.


"ada apa guru?" tanya Madika.


"jika kau sudah berhasil menyelesaikan syarat pengaktifan jurus langkah dewa angin, maka untuk saat ini kau tak boleh langsung menggunakan-nya.... lawan-mu saat ini sudah sangat lemah dan bisa kau selesaikan menggunakan jurus lain selain langkah dewa angin, jadi untuk sekarang sebaik-nya simpan jurus langkah dewa angin itu untuk di gunakan melawan musuh yang lebih kuat di pertarungan berikut-nya." ucap tuan Risiwuku memberi saran pada Madika.


"baik guru! aku akan melakukan sesuai perkataan-mu." jawab Madika dengan patuh.


Sementara itu, saat ini Freon tampak sudah berhasil berdiri meskipun posisi berdiri-nya masih sama seperti sebelum-nya.


"bagaimana?.... apa kau mau menyerah saja?" tanya Madika


"menyerah?..... hahaha tidak akan pernah!.... tidak ada kata menyerah di kamus-ku!.... menang atau mati!" ucap Freon dengan lantang sambil tertawa sekali.


"ya ampun.... kamus-mu itu benar-benar merepotkan." ucap Madika.


"diam kau!.... kau tidak punya hak unt...."


Belum selesai Freon berbicara, kini sebuah gelombang angin menghantam perut Freon hingga Freon terdorong mundur dan terlihat darah keluar dari mulut-nya.


~BRUUAAKK!!~


"karena kau tak mau menyerah, maka akan ku buat tubuh-mu tidak bisa berdiri lagi!" ucap Madika dengan ekspresi serius.


Kemudian Madika pun mulai melangkah-kan kaki-nya ke depan.


saat kaki madika menapaki lantai, maka terbentuk-lah gelombang angin yang kuat.


gelombang angin itu pun kini bergerak ke arah Freon dan menghantam wajah Freon hingga ia terlempar ke belakang dan membuat hidung-nya langsung mengeluarkan darah yang cukup banyak.


"saat ini Freon sudah benar-benar melemah!" batin Madika. "dengan kata lain, langkah angin biasa seperti ini pasti sudah cukup untuk membuat-nya hilang kesadaran!"

__ADS_1


__ADS_2