Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Pertarungan Madika


__ADS_3

Lima pria itu terlihat sedikit terdorong mundur saat tekanan angin dari hentakan kaki Freon menghantam mereka.


"i.... ini bagaimana bisa?" ucap salah satu dari mereka yang mulai tergagap-gagap.


"dia bisa menghasilkan tekanan angin sekuat ini hanya dengan hentakan kaki saja." batin salah satu-nya lagi.


"ada apa?.... kenapa kalian mundur?.... bukankah kalian ingin melawan-ku?" ucap Freon bertanya dengan ekspresi meremehkan kelima pria itu.


Lalu setelah itu Freon mulai berjalan mendekati mereka berlima sambil menghentak-kan kaki-nya di tanah.


saat Freon menghentak-kan kaki-nya ke tanah, saat itu tercipta lagi tekanan angin yang cukup kuat yang langsung mengarah ke arah lima pria itu serta menghantam tubuh mereka hingga sedikit terdorong ke belakang.


Melihat Freon terus melangkah mendekati mereka, kini mereka berlima pun langsung melangkah mundur dan berusaha menjauh dari Freon.


"ada apa dengan kalian? apa kalian langsung ketakutan hanya karena langkah kaki-ku?.... lalu bagaimana dengan pertarungan-nya?.... apa kalian masih mau sombong hah?" ucap Freon bertanya dan meminta pertanggungjawaban dari kata-kata mereka yang mengolok Freon barusan.


"tchi!" ucap salah satu dari mereka dengan suar pelan sambil memalingkan wajah-nya.


Freon yang mendengar suara pria itu yang seolah menyinggung diri-nya kini langsung menatap pria itu sambil menghentak-kan kaki-nya dengan kuat.


seketika sebuah tekanan angin yang cukup kuat langsung menghantam pria yang menyinggung-nya itu.


pria yang menyinggung-nya itu kini langsung terlempar ke udara dan langsung menghantam dinding pembatas arena pertarungan itu hingga retak.


Melihat hal itu, freon pun langsung menghela nafas dengan ekspresi bosan.


"hah..... ternyata menyerang orang lemah dengan teknik biasa saja rupa-nya berdampak besar pada target yang lemah itu.... benar-benar lawan yang tak sepadan." ucap Freon yang kemudian menatap empat orang sisa-nya dengan tatapan mengintimidasi dan penuh ancaman.


Keempat pria yang melihat teman mereka yang terkuat kini tak berdaya hanya bisa diam dengan ekspresi suram di sertai rasa takut yang mendadak menyelimuti mereka berempat.


Freon tahu bahwa orang yang ia serang barusan adalah yang paling kuat di antara mereka berempat. jadi, dengan menyerang orang yang terkuat itu dan mengalahkan-nya dengan satu serangan, maka yang lain-nya pasti akan ciut Dengan mudah. hal itu tentu-nya akan memudahkan diri-nya untuk menanamkan rasa takut pada empat orang lain-nya.


Rasa takut yang di tanamkan oleh Freon kini mengakar pada keempat pria itu.


mereka kini tampak tak berani menatap mata Freon.

__ADS_1


mereka berempat hanya bisa menunduk-kan kepala-nya dengan ekspresi yang tampak mati kutu.


"HEI KALIAN YANG DI SANA!"


Tiba-tiba terdengar suara si wasit yang sedang meneriaki freon dan lima pria yang sedang bersitegang itu.


seketika itu juga Freon langsung menoleh ke arah si wasit.


"KALIAN TIDAK DI PERBOLEHKAN BERTARUNG!!.... PERTARUNGAN SAAT INI HANYA DI PERBOLEHKAN UNTUK PESERTA YANG IKUT KOMPETISI INI SAJA!" Teriak wasit itu lagi.


Mendengar teriakan si wasit itu, kini Freon pun langsung kembali menoleh pada empat pria itu.


"cepat angkat teman-mu itu dan bawa ke UKS... dan ingat satu hal ini.... jangan pernah macam-macam lagi dengan-ku!" ucap Freon yang kemudian langsung berlalu dari tempat itu tanpa memperdulikan kelima pria itu.


Ketika Freon beranjak dari tempat-nya berdiri, kini empat pria itu langsung membantu pria yang di serang oleh Freon itu untuk berdiri.


lalu mereka membopong-nya ke UKS.


Melihat tindakan Freon itu, kini Madika mengangkat satu alis-nya dan menatap Freon.


"setahu-ku itu hanya-lah teknik biasa...." ucap Madika menilai teknik langkah angin milik Freon.


Tak lama setelah itu, kini wasit pertarungan sudah memanggil dua petarung berikut-nya.


kedua siswa itu kini mulai bertarung.


pertarungan antara kedua siswa itu cukup sengit. kedua-nya hampir seimbang dalam pertarungan, namun pada akhir-nya salah satu dari mereka berhasil menang dan lolos ke babak berikut-nya.


Setelah Pertarungan ke empat belas itu selesai, kini si wasit kembali memanggil dua siswa lain-nya untuk segera masuk ke arena pertarungan.


Tak lama setelah itu, kini Madika pun dengan segera langsung masuk ke arena pertarungan.


"aku akan maju sekarang." ucap Madika sambil berdiri dan berpamitan pada Ariel.


"baiklah.... semoga kau berhasil." ucap Ariel yang kini ikut berdiri.

__ADS_1


Madika yang mendengar ucapan Ariel kini hanya diam dan mengangguk-kan kepala-nya.


setelah itu kini Madika langsung melompat dari tempat ia duduk.


ia langsung melompat ke pinggir arena pertarungan.


setelah itu ia maju ke ke tengah arena pertarungan.


"pertarungan antara Madika dan Sugiono akan segera di mulai!!" ucap si wasit yang tampak bersemangat seperti biasa-nya.


Setelah itu, Sugiono yang saat ini berdiri cukup jauh di depan Madika kini terlihat berseringai.


Tak lama setelah itu kini wasit langsung memberi aba-aba untuk memulai pertarungan itu.


"sejujur-nya aku benar-benar penasaran saat mendengar rumor tentang-mu, dan kali ini aku beruntung karena bisa mencoba untuk melawan-mu." ucap Sugiono sambil menunjuk Madika dengan ekspresi angkuh-nya.


"rumor tentang-ku itu terlalu di lebih-lebihkan, aku yang sebenar-nya tidaklah sekuat yang kau pikirkan." ucap Madika merendah.


"kau merendah atau meremehkan-ku hah?!" ucap Sugiono dengan ekspresi yang tampak mulai kesal.


"menurut-mu yang mana?" tanya Madika sambil memiringkan kepala-nya dan berseringai menatap Sugiono.


"kalau begitu langsung saja!" ucap Sugiono yang kini langsung melesat cepat ke arah Madika.


ia kemudian menciptakan sebuah pedang api di tangan kanan-nya.


saat diri-nya berada di dekat Madika, ia langsung menebas Madika dengan sangat cepat.


"Sugiono.... aku pernah melihat diri-nya saat para senior kelas dua api sedang melakukan latih tanding.... meskipun hanya sepintas, tapi aku bisa menilai kemampuan milik-nya.... ia memiliki kecepatan yang luar biasa saat menyerang, selain itu, ia juga memiliki beberapa teknik khusus yang bisa ia kombinasikan dalam pertarungan." ucap Madika dalam hati.


Setelah menghindari tebasan pedang Sugiono, kini Sugiono mendarat ke tanah dan langsung terseret cukup jauh.


Setelah Sugiono berhenti terseret, Sugiono pun langsung mengibaskan pedang-nya dengan beberapa gerakan.


dari gerakan tersebut kini terbentuk bola api padat di depan Sugiono.

__ADS_1


lalu Sugiono pun langsung menebas bola api itu menggunakan pedang-nya.


seketika bola api itu langsung berubah menjadi laser api yang ukuran-nya kira seperti sebuah anak panah. laser api itu jumlah-nya ada enam, dan ke enam laser api itu kini melesat dan menyerang Madika.


__ADS_2