Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Berburu Di Hutan Bulubete


__ADS_3

Saat ini seluruh siswa kelas dua api telah tiba di tempat tujuan mereka, yakni hutan Bulubete.


kini mereka semua telah memasuki hutan itu.


Di hutan Bulubete ini tidak memiliki hewan monster tingkat tinggi.


hal itu di karena-kan banyak ksatria yang di tugas-kan untuk mencari dan membasmi hewan monster tingkat veteran ke atas.


perburuan hewan tingkat veteran ke atas itu di lakukan sekali seminggu sehingga hutan itu di jamin hanya di huni oleh hewan monster tingkat Rookie.


hal itu merupa-kan sebuah kesengajaan karena hutan Bulubete ini memang di gunakan khusus untuk para ksatria pemula, yakni para siswa yang masih berada di tingkat atas.


meski-pun hewan di hutan Bulubete ini hanya berada di tingkat Rookie, bukan berarti hewan monster tingkat Rookie itu bisa di remeh-kan.


mengapa demikian, karena pada dasar-nya kekuatan dan tingkatan antara manusia dan hewan monster sangat-lah berbeda jauh, sehingga hanya hewan monster tingkat Rookie saja sudah cukup berbahaya jika hanya di hadapi seorang diri.


ketentuan ini tentu hanya berlaku bagi mereka yang merupakan pengguna Saga biasa dan tidak termasuk orang-orang berbakat yang memiliki berbagai macam jurus-jurus memukau.


Jika di buat-kan perbandingan, maka, seekor hewan monster tingkat Rookie itu sama dengan seorang ksatria tingkat profesional.


meski-pun demikian, bukan berarti siswa tingkat atas tak bisa mengalah-kan monster tingkat Rookie itu.


karena jika para siswa bisa bekerjasama, maka sudah pasti hewan monster yang mereka hadapi pasti bisa di kalah-kan, selain itu, jika mereka memiliki jurus-jurus istimewa, maka tidak mustahil jika hewan monster tingkat Rookie itu bisa di imbangi atau-pun di kalah-kan oleh mereka.


Saat ini seluruh siswa di minta untuk berhenti oleh Bu Meri.


kini seluruh siswa pun berhenti di bawah teduh-nya pepohonan hutan yang lebat.


"baik-lah, karena jumlah kalian yang cukup banyak, jadi sebaik-nya kita bagi kelas ini menjadi dua kelompok agar perburuan-nya bisa cepat selesai dan semua-nya bisa mendapat-kan energi netral yang di butuh-kan untuk meningkat-kan level." ucap Bu Meri.


Mendengar ucapan Bu Meri, kini seluruh siswa mulai gaduh lagi.

__ADS_1


banyak dari mereka yang langsung memulai pembicaraan-pembicaraan kecil mengenai pembentukan kelompok nanti-nya.


"bisa kalian diam sebentar?.... ibu akan membagi kalian menjadi dua kelompok.... karena jumlah kalian ada 23 orang, maka salah satu kelompok akan berjumlah 12 orang sedangkan kelompok yang satu-nya hanya akan berisi 11 orang saja." ucap Bu Meri memberi sedikit penjelasan mengenai jumlah kelompok.


Baru saja Bu Meri selesai mengatakan tentang jumlah dalam satu kelompok, kini salah satu siswa laki-laki mengangkat tangan-nya.


"Bu! aku punya usulan!" ucap siswa laki-laki itu.


"oh Moneru ya.... bisa jelas-kan usulan-mu itu?" ucap Bu Meri meminta Moneru untuk menjelas-kan usulan-nya.


"begini Bu." ucap Moneru yang mulai menjelas-kan usulan-nya. "sejujur-nya masih banyak di antara kami yang masih meragu-kan kemampuan Madika, jadi untuk pembagian kelompok ini kami rasa sebaik-nya biar-kan kami memilih kepada siapa kami akan ikut." ucap Moneru.


"ya benar Bu! aku juga sepemikir dengan Moneru!" timpal siswa lain-nya mendukung Moneru.


"itu benar Bu!"


"ya! aku juga mendukung usulan Moneru Bu!"


hal itu tentu-nya membuat situasi semakin berisik karena mereka terus-menerus mengatakan hal itu.


sementara itu, Bu Meri yang melihat tingkah siswa kelas-nya itu kini hanya bisa menghela nafas dengan ekspresi lesu.


"hah.... seperti-nya keraguan mereka terhadap diri-mu ternyata masih belum bisa di hilang-kan begitu saja." ucap Bu Meri sambil menghela nafas.


"mau bagaimana lagi.... lagi pula ini memang sangat mendadak, jadi mereka pasti tidak akan percaya begitu saja.... tapi itu bukan masalah, jadi biar-kan mereka memilih kepada siapa mereka merasa aman." ucap Madika.


Setelah itu Bu Meri pun kembali menoleh ke arah siswa-siswa itu.


"baik-lah, kalau memang itu keinginan kalian, maka ibu tak bisa memaksa-kan, lagi pula Madika juga sudah setuju dengan usulan itu." ucap Bu Meri.


"baik-lah, kalau begitu bagi kalian yang mau mengikuti-ku silahkan berbaris di sebelah kiri, dan yang ingin mengikuti Bu Meri silahkan ke sebelah kanan." ucap Madika mengarah-kan para siswa itu.

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu, kini seluruh siswa pun mulai memisah-kan diri, dan hasil-nya, yang memilih untuk mengikuti Madika hanya ada tujuh orang saja, sedangkan sisa-nya lebih memilih untuk mengikuti Bu Meri.


"baik-lah, karena sekarang semua-nya sudah terbagi menjadi dua kelompok, maka sebaik-nya kita segera bergerak sebelum malam tiba." ucap Bu Meri.


Setelah berkata seperti itu, kini mereka pun mulai bergerak.


kedua kelompok itu kini berjalan di arah yang berbeda.


"baik-lah, untuk sekarang sebelum kalian akan bertarung melawan hewan monster, sebaik-nya kalian beri aku sedikit gambaran mengenai kekuatan dan cara bertarung kalian semua.... untuk Natalia dan Nina aku sudah sedikit paham tentang kemampuan mereka, jadi sisa-nya hanya kalian berlima saja." ucap Madika sambil menoleh pada kelima siswa lain-nya.


Setelah Madika berkata seperti itu, kini mereka pun memberi-kan gambaran mengenai kemampuan mereka pada Madika.


mereka menjelas-kan tentang kemampuan mereka sambil berjalan untuk mencari keberadaan hewan monster.


Setelah mereka selesai memberi tahu Madika mengenai kemampuan mereka masing-masing, kini madika pun langsung mempunyai ide untuk menambah pengalaman bertarung serta mempercepat perburuan.


"hei Askila, aku punya satu pemikiran, kira-kira jika kau mengguna-kan jurus kloning-mu itu, apa kau bisa saling memberi informasi antara satu kloning dengan kloning yang lain-nya?" tanya Madika melalui perantara Saga.


"tentu saja tuan." jawab Askila. "bukan hanya itu saja, aku juga bahkan bisa melihat apa yang di lihat oleh kloning-kloning ku." ucap Askila dengan suara yang terdengar bangga.


"hoh.... itu luar biasa!" ucap Madika dengan rasa kagum.


"hehehehe..... itu belum di beberapa tuan." ucap Askila dengan nada bangga.


"hmm?..... belum seberapa?" ucap Madika dengan niat meminta penjelasan.


"ya benar..... karena selain aku bisa melihat apa yang di lihat oleh para kloning-ku, aku bahkan juga bisa membuat tuan melihat apa yang para kloning-ku lihat." ucap Askila menjelas-kan.


"wah.... itu lebih bagus lagi!" ucap Madika menanggapi.


"hahaha.... tentu saja!.... jadi jika nanti-nya tuan berniat mengintip para gadis yang sedang mandi, tuan tinggal beritahu saja pada-ku.... biar aku yang mengurus-nya." ucap Askila dengan suara bergurau.

__ADS_1


"dasar anjing tak punya akhlak!..... kenapa malah berpikir ke sana jadi-nya!" ucap Madika dengan nada kesal.


__ADS_2