Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Tugas Dari Kepala Akademi


__ADS_3

Saat ini Madika sedang di perhadap-kan dengan situasi yang membuat diri-nya mulai bertanya-tanya apakah pak kepala akademi telah mengetahui tingkatan-nya yang sebenar-nya ataukah ia hanya tahu bahwa Madika telah melewati tingkat atas.


"ehm.... apa maksud-nya ini?" ucap Madika yang berpura-pura tidak tahu saat pak kepala akademi menunjuk-kan sertifikat kelulusan diri-nya.


"seperti yang kau lihat dan yang kau dengar, ini adalah sertifikat kelulusan-mu.... kau telah lulus dari akademi ini." ucap pak kepala akademi yang kemudian meletakan sertifikat kelulusan Madika itu ke atas meja.


"ehm.... bisa anda jelas-kan alasan anda melulus-kan ku?" tanya Madika memasti-kan.


"kau tak perlu berpura-pura lagi sekarang.... begini-begini aku bisa tahu kalau kau sedang menyamar-kan tingkatan-mu yang sebenar-nya.... meski-pun aku tak tahu secara pasti sudah berada di mana tingkatan-mu saat ini, namun aku yakin dengan pasti bahwa kau bukan lagi di tingkat atas, kau telah melewati tingkat atas.... benar begitu kan?" ucap pak kepala akademi menjelas-kan perkiraan-nya.


Mendengar ucapan pak kepala akademi, kini Madika pun hanya bisa menghela nafas.


"seperti-nya aku benar-benar tidak perlu menyembunyikan-nya lagi dari anda." ucap Madika yang kemudian langsung melepas-kan jurus penyamaran tingkatan milik-nya.


seketika aura Saga tingkat elit langsung di rasa-kan oleh pak kepala akademi.


Saat merasa-kan aura Saga tingkat elit itu dari Madika, kini pak kepala akademi pun langsung terkejut dan dengan mata yang terbelalak ia terdiam sejenak.


"ba-bagaimana mungkin?" ucap pak kepala akademi.


"hah...." Madika menghela nafas. "sudah ku duga anda akan terkejut." ucap-nya sambil tersenyum hambar.


"ini benar-benar di luar perkiraan-ku." ucap pak kepala akademi dengan ekspresi yang tampak masih tidak percaya. "sebelum-nya ku pikir kau masih berada di tingkat tinggi, tapi kenyataan-nya sangat mengejut-kan sampai-sampai aku tak bisa mempercayai-nya jika tidak merasa-kan aura Saga-mu saat ini." ucap pak kepala akademi sambil menatap Madika dengan kagum.


"kau benar-benar anak yang berbakat Madika!" sambung-nya dengan ekspresi bahagia sambil memuji Madika.


"hehehehe.... itu hanya-lah sebuah keberuntungan saja kok." jawab Madika sambil tertawa hambar.


Setelah mendengar ucapan Madika itu, kini pak kepala akademi berdiam diri sejenak dan tampak mulai memikir-kan sesuatu.


sesaat kemudian, kini pak kepala akademi langsung mengangkat kepala-nya dan menatap Madika.


"Madika, aku punya satu permintaan pada-mu sebelum kau pergi meninggal-kan akademi ini." ucap pak kepala akademi.


Sementara itu, Madika yang mendengar ucapan pak kepala akademi tentang keluar dari akademi itu kini tampak langsung pasang ekspresi malas.

__ADS_1


"wahh.... seperti-nya masa-masa ku di akademi ini benar-benar akan segera berakhir." batin Madika yang kemudian menghela nafas dengan rasa malas.


"apa yang anda ingin-kan dari-ku pak?.... jika bisa ku bantu maka aku akan membantu." ucap Madika.


Setelah Madika bertanya seperti itu, kini pak kepala akademi pun langsung memberi penjelasan kepada Madika mengenai permintaan-nya itu.


saat mendengar permintaan itu, Madika tampak sempat pasang ekspresi yang menunjuk-kan seakan-akan ingin menolak. namun karena pak kepala akademi terus membujuk-nya, kini Madika pun tampak luluh dan mau menuruti permintaan pak kepala akademi meski-pun ia merasa sedikit terpaksa melakukan-nya.


"hah.... baik-lah.... akan ku coba.... semoga saja aku bisa di terima oleh mereka." ucap Madika dengan ekspresi malas.


"hahahaha.... itu semangat yang bagus!.... tetap pertahan-kan semangat-mu itu!" ucap pak kepala akademi sambil tertawa riang.


"apa wajah-ku ini terlihat sedang bersemangat hah?" batin Madika sambil tersenyum hambar menatap pak kepala akademi.


>SKIP<


Hari Berikut-nya.


Saat ini, di kelas dua api, tepat-nya kelas Natalia saat ini, tampak Natalia sedang berbincang dengan dua teman baik-nya, yakni Nina dan Lili.


hal itu di karena-kan kedua-nya terlambat naik tingkat, dan Natalia jauh lebih dulu naik tingkat di banding-kan mereka berdua.


"tidak ku sangka kita akan kembali berada di satu kelas yang sama." ucap Nina sambil tersenyum ramah menatap Lili dan Natalia.


"hmm..... kau benar, ku rasa tidak buruk juga aku terjebak selama setahun di dunia bawah tanah itu." balas Natalia.


"ya.... meski-pun begitu, untung saja kalian baik-baik saja dan bisa kembali dengan selamat." sela Lili.


"kau benar-benar." ucap natalia membenar-kan. "kami benar-benar beruntung bisa mendapat-kan jalan keluar dari tempat itu, jika seandai-nya tidak ada jalan keluar lagi, mungkin aku dan Madika akan...."


Seketika ucapan Natalia terhenti dan wajah-nya tiba-tiba mulai memerah karena sedang memikir-kan kemungkinan apa yang akan terjadi di antara diri-nya dan Madika jika memang harus hidup di sana selama-nya.


Sementara itu, kedua teman Natalia yang bisa menangkap maksud dari ekspresi dan reaksi Natalia barusan kini langsung tersenyum jahil menatap Natalia.


"heh....... akan apa ya?" ucap Nina dengan nada menggoda Natalia.

__ADS_1


"ehm.... aku jadi bingung dan penasaran.... kira-kira akan apa ya.... ehm....mungkin...." ucap Lili yang sengaja menggantung-kan perkataan-nya dengan tujuan membuat Natalia semakin salah tingkah.


dan benar saja, ucapan yang di lontar-kan oleh Nina dan Lili itu benar-benar membuat Natalia semakin salah tingkah.


wajah Natalia tampak semakin memerah, bahkan saat ia ingin berbicara pun kata-katanya jadi tidak tersusun dengan baik dan ia mulai sedikit gagap saat ingin berbicara untuk membela diri.


"bu-bukan begitu maksud-ku.... anu.... ehm...." Natalia mulai gagap dan bingung mau membuat alasan apa.


"ehh?..... memang-nya apa yang sedang kau maksud dan apa yang sedang kami maksud?.... kami kan tidak tahu apa-apa.... kenapa kau sampai salah tingkah seperti itu?" ucap Nina yang mulai menggoda Natalia lagi.


"emh.... itu.... aku bisa menjelaskan-nya." ucap Natalia.


"oh begitu ya...." balas Lili.


Setelah itu kini Nina dan Lili pun langsung tertawa melihat tingkah Natalia yang saat ini benar-benar sudah melenceng dari sikap diri-nya yang sebelum-nya.


"hah.... seperti-nya hubungan kalian benar-benar ada perkembangan yang tak biasa ya." ucap Lili dengan ekspresi menyelidik.


Natalia yang mendengar hal itu kini hanya diam dan wajah-nya masih terlihat memerah.


Tak lama setelah itu, kini guru kelas mereka tiba, seketika itu juga seluruh siswa di kelas itu langsung duduk dengan rapi di kursi masing-masing.


tidak terkecuali Natalia dan kedua teman baik-nya.


Saat semua sudah duduk dengan rapi, kini wali kelas 2 api itu langsung memberitahu-kan bahwa hari ini kelas mereka akan melakukan perburuan untuk meningkat-kan level mereka.


"baiklah, sesuai jadwal yang kita buat kemarin, hari ini kita akan pergi ke hutan Bulubete untuk melakukan perburuan, dan berhubung hari ini seorang guru pendamping yang harus-nya membantu kita dalam perburuan ini sedang mengambil cuti karena urusan mendesak, maka pak kepala akademi pun telah menyiap-kan pengganti untuk guru pendamping itu." ucap Bu Meri.


setelah itu, Bu Meri pun langsung memanggil guru pengganti sementara itu.


saat guru pengganti itu memasuki kelas, seketika seluruh siswa terkejut dan terheran-heran.


"hah?!!..... Madika?!!" ucap seluruh siswa dengan serempak seolah di beri komando.


Sementara itu, Natalia yang melihat kedatangan Madika itu kini langsung terlihat malu-malu dan wajah-nya mulai memerah lagi.

__ADS_1


__ADS_2