
Saat ini Aurel hanya bisa terdiam dan terkejut.
pikiran-nya kini di penuhi oleh tanda tanya tentang apa yang barusan terjadi.
ia saat ini sama sekali tidak tahu bahwa sebenar-nya saat ini mereka tidak berpindah posisi dengan cepat melainkan berada di dalam wilayah domain milik Madika.
"ap... apa yang barusan terjadi?" ucap Aurel yang saat ini tampak sangat terkejut.
"saat ini kita berada di wilayah domain milik-ku." jawab Madika dengan tenang tanpa menoleh ke arah Aurel yang sedang duduk berjongkok di belakang-nya.
Mendengar tentang wilayah domain, kini Aurel pun semakin terkejut dan pikiran-nya kini semakin di penuhi oleh banyak pertanyaan.
"siapa sebenar-nya orang ini?" ucap Aurel dalam hati. lanjut-nya. "dulu aku pernah membaca buku tentang wilayah domain ini.... berdasar-kan buku tersebut, di kata-kan bahwa jurus wilayah domain adalah jurus yang tidak bisa di di miliki oleh semua orang, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memiliki jurus ini serta bisa menggunakan-nya dengan benar."
Sementara itu, Askila yang sebelum-nya berdiri di dekat Aurel kini langsung berjalan mendekati tuan-nya itu.
"anda benar-benar jenius tuan.... tidak ku sangka anda bisa terpikir-kan untuk menjadi-kan wilayah domain sebagai alat untuk menghindari serangan seperti ini." ucap Askila memuji tuan-nya itu dengan penuh semangat.
"hmm..... itu hanya kebetulan saja." balas Madika sambil tersenyum tipis dan menoleh ke arah Askila yang kini berdiri di samping-nya.
"tapi tuan, bukan-kah jika nanti-nya kita keluar dari sini tubuh kita akan muncul tepat di tempat yang di serang oleh para monster semut itu?" ucap Askila lagi.
"ya itu memang benar.... apa kau berpikir kita akan terluka karena kemungkinan di tempat itu masih ada pedang raksasa dan sisa-sisa serangan lain-nya?" ucap Madika bertanya.
"ya.... aku berpikir seperti itu." jawab Askila.
"tenang saja, aku masih menyisah-kan lima peluru angin di tempat kita akan keluar dari domain ini nanti-nya.... jadi sebelum kita keluar aku akan meledak-kan peluru angin itu agar kita bisa aman saat keluar dari domain ini." ucap Madika menjelas-kan.
Sementara itu, di luar wilayah domain Madika, kini para monster semut itu tampak hendak meninggal-kan tempat bertarung karena mereka sudah berpikir bahwa Madika dan yang lain-nya sudah mati akibat serangan mereka yang sangat luar biasa itu.
__ADS_1
Tampak di tempat yang mereka serang sebelum-nya terlihat masih ada beberapa pedang raksasa yang utuh dan tertancap di tanah serta di kelilingi oleh bongkahan-bongkahan tanah yang merupakan pecahan-pecahan dari tiga jenis jurus yang di gunakan untuk menyerang Madika dan yang lain-nya tadi.
Kini raja semut telah berbalik badan dan mulai melangkah serta hendak meninggal-kan tempat itu.
Namun tiba-tiba di tempat di mana beberapa pedang raksasa yang masih menancap itu kini terjadi ledakan yang luar biasa sebanyak lima kali.
Ledakan yang sangat kuat itu membuat pedang raksasa serta seluruh bongkahan tanah di sekitar-nya langsung berhamburan di udara dan membuat tempat ledakan itu langsung tersapu bersih dari segala bongkahan tanah dan pedang-pedang raksasa sebelum-nya.
Beberapa bongkahan tanah serta pecahan dari pedang raksasa yang hancur kini menghantam beberapa monster semut hingga ada yang terbunuh.
Sementara itu, si raja semut yang mendengar suara ledakan sebanyak lima kali berturut-turut itu kini terlihat sedikit terkejut dan dengan segera ia menoleh ke belakang.
Saat ia menoleh ke belakang, tiba-tiba wajah-nya langsung di hantam oleh sebuah pecahan pedang yang terhempas akibat dari ledakan tersebut.
Hal itu pun kini membuat si raja semut itu langsung marah besar dan bertambah kesal.
apa lagi saat ini ia kembali bisa merasa-kan keberadaan Madika dan yang lain-nya di tempat terjadi-nya ledakan tersebut.
Sementara itu, dari dalam kepulan debu tebal itu kini Madika mengguna-kan jurus langkah angin untuk menghempas-kan semua debu dari udara sehingga kini kepulan debu tebal bagaikan asap itu langsung lenyap terbawa oleh angin.
"seperti-nya kalian para monster semut sedang meremeh-kan ku ya..." ucap Madika sambil tersenyum tipis.
Lalu Madika pun langsung mengeluar-kan sebuah tongkat dari ruang penyimpanan milik-nya.
tongkat itu tidak lain adalah tongkat kaisar rotan api yang sudah bisa di gunakan hingga 50% dari kekuatan penuh-nya.
Lalu Madika pun langsung mengangkat tongkat-nya itu, dan kemudian Madika mulai menggabung-kan api dari tongkat itu dengan elemen angin milik-nya.
hasil-nya, kini api di tongkat itu langsung membesar dan warna api itu berubah menjadi biru terang.
__ADS_1
"terima ini!!" teriak Madika sambil menancap-kan tongkat-nya itu ke tanah dengan sangat kuat.
Seketika tongkat itu langsung masuk ke bawah tanah dan kini tanah di sekitaran Madika dan yang lain-nya tampak bergerak seolah ada sesuatu yang sedang bergerak di bawah tanah tersebut.
Pergerakan itu di akibat-kan oleh rotan api yang berujung runcing saat ini sedang merayap di dalam tanah.
jumlah rotan api tu sangat-lah banyak sehingga kini pergerak-kan tanah itu bisa terlihat dengan sangat jelas.
Tak lama setelah itu, kini di jarak yang cukup jauh dari Madika dan yang lain-nya tampak ribuan rotan api berujung runcing itu kini muncul dari bawah tanah dan dengan cepat melesat ke arah para monster semut tersebut.
Sementara itu, kedua harimau api milik Madika kini langsung mengaum dengan cepat.
kini tanpa di perintah-kan kedua harimau api itu langsung maju begitu saja untuk menyerang para monster semut bersamaan dengan bergerak-nya rotan api untuk menyerang.
Melihat hal itu, kini si raja semut sekali lagi mengeluar-kan suara keras ke arah Madika dan yang lain-nya.
ia pun kini langsung membuat sebuah tombak raksasa di atas-nya.
tombak raksasa itu akan ia gunakan untuk menyerang Madika dan yang lain-nya.
Sementara si raja semut menyiap-kan jurus-nya, tampak para bawahan raja semut itu langsung maju menyerang ke arah Madika dan yang lain-nya.
Berbagai serangan di lakukan oleh para monster semut itu, mulai dari serangan jarak jauh mau-pun serangan jarak dekat.
semua mereka gunakan untuk melawan harimau api serta rotan api milik Madika.
Sementara itu, Madika yang melihat bahwa pertarungan besar di mulai lagi kini langsung mengeluar-kan satu lagi senjata pusaka milik-nya, dan senjata pusaka itu adalah kaki ratu semut yang terpasang di punggung-nya saat ini.
Tampak kaki ratu semut itu perlahan memanjang hingga akhir-nya kaki Madika tidak lagi menyentuh tanah karena kini kaki ratu semut itu-lah yang menggantikan-nya untuk memijaki tanah.
__ADS_1
"baiklah raja semut!.... aku lah lawan-mu!" ucap Madika sambil sedikit tersenyum dengan percaya diri.