
Saat ini, di satu kelompok tampak Lili, Tepaonjo, Wili, dan Langu berada di satu kelompok yang sama.
mereka berempat belum lama ini menyelesaikan pertarungan kedua mereka dengan kelompok yang lain.
Saat ini mereka berempat tengah berjalan ke arah sungai.
sebelum-nya mereka sudah sempat lewat di daerah ini dan menyebrangi sebuah sungai kecil saat melakukan aksi kejar-kejaran dengan kelompok lain.
Saat mereka berada tidak terlalu jauh lagi dari sungai kecil itu, kini mereka di kejutkan oleh kemunculan Madika dari balik pohon.
mereka benar-benar terkejut karena tidak menyangka ada orang di jarak sedekat itu dengan mereka.
"bagaimana bisa ada yang tidak terdeteksi oleh kemampuan-ku!" ucap Lili dengan ekspresi terkejut dan langsung pasang sikap yang siap bertarung.
Madika yang melihat mereka juga tentu-nya terkejut karena tiba-tiba berpapasan dalam jarak yang hanya sekitar sepuluh meter saja.
Madika tak menyangka akan ada orang di sana karena diri-nya tidak mendengar suara sedikitpun.
Memang benar, saat kelompok yang di pimpin Tepaonjo itu sedang berjalan ke sungai, mereka sama sekali tidak berbicara. mereka lebih memilih untuk fokus mengedarkan Saga mereka untuk melakukan pendeteksian di seluruh wilayah yang akan mereka lalui.
namun bukan hal itu yang membuat Madika lengah dan tak menyadari keberadaan kelompok Tepaonjo, melainkan hal lain.
hal lain itu adalah pikiran Madika yang saat ini sedang merasa bersalah dan menyesal karena telah mengambil langkah yang salah. ia kini berpikir bahwa diri-nya tak cocok memimpin kelompok.
dari satu pemikiran itu kini mulai menjalar ke pemikiran lain-nya hingga akhir-nya pemikiran Madika terus bercabang-cabang dan makin banyak.
ia berusaha berpikir bagaimana ia harus memperbaiki kesalahan-nya kepada Nina.
tapi belum selesai memikirkan hal itu, Madika malah di kejutkan oleh kelompok Tepaonjo yang sedang mencari sumber air.
Tepaonjo melihat Madika dari atas sampai bawah.
Madika langsung bersiaga dan dengan segera mengaktifkan kembali Saga di seluruh tubuh-nya.
__ADS_1
"sudah kuduga...." ucap Tepaonjo dengan ekspresi serius.
"apa maksud ucapan-mu?" tanya Madika yang bingung dengan arah perkataan Tepaonjo.
Bukan hanya Madika saja, tampak saat ini Wili dan Langu serta Lili tampak bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Tepaonjo karena mereka juga tahu kalau Madika tidak bisa di deteksi oleh teknik pendeteksian mereka.
"apa dia menyadari keberadaan Madika sejak tadi?" batin Lili.
"maksudku adalah gantungan kunci yang sangat banyak itu." ucap Tepaonjo sambil menunjuk gantungan kunci yang ada di pinggang Madika.
Seketika mata tiga anggota Tepaonjo langsung tertuju ke arah gantungan kunci itu dan mata mereka terbelalak karena terkejut.
"ternyata rumor yang mengatakan bahwa kau memiliki kemampuan yang cukup di waspadai ternyata memang benar!" ucap Wili yang tampak terkejut.
"dia sudah mengalahkan musuh sebanyak itu!" sela Lili.
"jumlah itu tampak lebih banyak dari kita!.... apa sejak masuk tadi ia terus memburu kelompok lain tanpa istirahat?" ucap Langu menyambung.
"sejujur-nya aku tak terlalu terkejut dengan jumlah gantungan kunci milik-nya, karena aku ini ketua kelas mereka dan aku sudah memperkirakan bahwa dia memang orang yang tak boleh di remeh-kan." ucap Tepaonjo dengan tenang. "daripada hal itu, aku justru lebih terkejut dengan kemunculan-mu yang tidak terdeksi oleh-ku.... tapi aneh-nya sekarang aku sudah bisa mendeteksi keberadaan-mu." Tepaonjo tersenyum ramah. "aku yakin kau pasti punya trik tersendiri.... jadi bisakah kau ajari itu pada-ku lain kali?" ucap-nya tersenyum sambil sedikit memiringkan kepala-nya.
"lain kali ya.... hah.... itu arti-nya untuk sekarang kita harus bertarung ya...." ucap Madika sambil menghela napas panjang.
"hahaha...." Tepaonjo tertawa dengan ekspresi yang sedikit bersemangat. "baguslah kalau kau cepat mengerti." ucap-nya yang masih terlihat bersemangat.
Seketika muncul seekor ular yang terbentuk dari angin di sekeliling Tepaonjo. ular itu tampak seolah melilit-kan tubuh-nya pada Tepaonjo.
Madika yang melihat ular itu kini berseringai.
"jadi kalo ini kau membuat yang sempurna ya." ucap Madika bersemangat.
"benar sekali.... yang ku gunakan untuk menghentikan tindakan Mindo saat itu hanyalah secuil dari bentuk sempurna jurus ini." jelas Tepaonjo.
"baiklah.... bersiaplah!... kami tidak akan segan-segan menghabisi-mu!" ucap Tepaonjo sambil mengayun tangan-nya ke arah Madika, dan seketika ular milik Tepaonjo itu kini melesat cepat ke arah Madika.
__ADS_1
ukuran ular itu tidak begitu besar.
ukuran-nya kira-kira hanya sebesar bet1s orang dewasa.
meskipun tidak begitu besar, namun justru ular itu jauh lebih padat dari naga api yang di miliki oleh anggota Rega sebelum-nya.
hal itu membuat ular itu tidak mudah untuk di lukai menggunakan pedang.
Madika yang melihat ular itu melesat langsung mengeluarkan pedang-nya dan memperkuat pedang-nya menggunakan elemen angin milik-nya. namun tak di sangka-sangka ular itu dengan cepat menggigit pedang Madika lalu mematahkan pedang Madika menggunakan gigitan-nya itu.
Madika terkejut bukan main melihat hal itu.
begitu pula dengan tiga anggota Tepaonjo lain-nya.
lalu ular angin itu dengan cepat mematuk wajah Madika.
namun dengan refleks yang cepat Madika langsung melompat ke belakang dan menghindari serangan ular itu.
Baru saja Madika berhasil mendarat setelah melompat, kini sebuah bola api yang sangat besar berada di atas Madika.
arah bola api itu datang dari sebelah kiri. tampak Lili sedang mengangkat tangan-nya seolah menopang bola api raksasa itu. setelah itu Lili langsung melemparkan bola api raksasa itu ke bawah tepat ke arah Madika.
Madika hendak melompat untuk menghindar, namun tanpa ia sadari kini sebongkah es menutupi seluruh kaki-nya hingga membekukan ke seluruh tubuh-nya.
es itu dengan cepat menutupi seluruh tubuh Madika dan membuat Madika tak bisa bergerak.
alhasil serangan bola api raksasa itu langsung mengenai Madika dengan telak.
Terjadi ledakan dahsyat ketika bola api raksasa itu menghantam Madika serta wilayah sekitar-nya.
ledakan itu mengakibatkan tekanan angin yang sangat kuat di sertai aura panas yang luar biasa sehingga banyak pohon yang berada di dekat lokasi ledakan kini layu bahkan ada yang terbakar.
Sementara itu tampak Wili sedang berlindung di belakang es yang di buat oleh Langu.
__ADS_1
sementara Lili sudah siap sejak awal dengan perisai api-nya. begitu pula dengan Tepaonjo yang sudah menduga hal itu kini sudah siap dengan perisai angin-nya.
Angin panas itu menghancurkan pepohonan, tampak kepulan asap memenuhi tempat itu dan menutupi area ledakan hingga tak terlihat apa-apa.