Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Melawan Kinto


__ADS_3

Saat ini salah satu anggota Kinto itu kini terus menggerak-kan kedua tangan-nya untuk mengendali-kan tujuh belati-nya itu dari jarak jauh sehingga kini tujuh belati itu terus menyerang ke arah Madika dengan berbagai gerakan acak di udara.


Namun semua serangan belati itu berhasil di blokir oleh Madika mengguna-kan beberapa perisai angin berukuran kecil sehingga saat ini Kinto dan seluruh anggota-nya tidak bisa melihat perisai angin kecil itu.


Hal itu pun membuat mereka menjadi sedikit bingung melihat hal itu.


"apa yang terjadi?.... apa dia punya perisai tak terlihat atau semacam-nya?" ucap pria yang menyerang itu.


Sementara itu, Madika yang sedari tadi menangkis serangan belati itu kini hanya terlihat terus berdiri dengan santai.


ia hanya menjentik-kan jari-nya saja untuk membuat perisai kecil di tempat yang hendak di serang oleh belati itu.


"hei Askila, lakukan tugas-mu sekarang!" ucap Madika memberi perintah pada Askila.


"baik tuan." jawab Askila dengan patuh.


Lalu Askila pun kini langsung mengeluar-kan beberapa kloning untuk melawan Kinto dan para anggota-nya.


Kini Askila dan para kloning-nya itu pun langsung melesat ke arah Kinto dan para bawahan-nya.


"ayo maju semua-nya!" ucap Askila memberi perintah pada para kloning-nya.


Kini Askila dan para kloning-nya itu langsung memecah belah kelompok Kinto sehingga mereka semua-nya kini langsung berpencar.


Kini Askila yang asli berdiri di depan Kinto dengan ekspresi mengancam.


"kau sama sekali tak pantas menantang tuan-ku!" ucap Askila dengan tatapan tajam mengintimidasi.


"hoh.... sombong sekali.... memang-nya kau pikir kau pantas untuk melawan-ku hah?" ucap Kinto dengan tatapan sinis ke arah Askila.


Baru saja Kinto berkata seperti itu, kini Askila pun langsung membuat tiga pedang petir dengan sangat cepat, dan ia pun langsung melesat-kan tiga pedang petir itu ke arah Kinto.


Kinto yang melihat serangan itu kini hanya mengibas-kan tangan kanan-nya ke samping dan seketika itu juga tiga pedang petir terbentuk di depan Kinto dan tiga pedang petir itu langsung di lesat-kan ke arah pedang Askila.

__ADS_1


Kini pedang Askila pun berhasil di tangkis oleh ketiga pedang petir milik Kinto.


tidak cukup sampai di situ saja, Kinto kini dengan segera menggerak-kan kedua tangan-nya dengan beberapa variasi gerakan.


Seketika itu juga kini di depan Kinto langsung berkumpul petir-petir yang kini langsung membentuk gumpalan.


Askila yang melihat hal itu kini langsung membuat gumpalan petir yang hampir sama di depan mulut-nya.


Sementara Madika yang melihat mereka berdua kini hanya tersenyum tipis.


"seperti-nya cukup menarik." ucap Madika


Tak butuh waktu lama, kini Kinto pun langsung mengibas-kan tangan-nya ke samping dan seketika itu juga gumpalan yang ada di depan Kinto sebelum-nya kini langsung berubah menjadi sebuah laser petir yang kini langsung melesat ke arah Askila.


Sementara itu, gumpalan petir yang ada di depan mulut Askila juga kini berubah menjadi laser petir yang langsung melesat ke arah Kinto.


Seketika laser petir Askila dan Kinto pun langsung saling bertemu dan berhantaman di tengah-tengah.


Hantaman kedua laser petir itu menghasil-kan sedikit ledakan dan menyebab-kan sebuah gelombang energi.


"aku bukan anjing!.... apa kau tak bisa membedakan anjing dan serigala hah?" balas Askila dengan tatapan tajam.


Tak butuh waktu lama, kini Kinto pun menghentak-kan tangan-nya, dan seketika laser petir milik-nya berhasil mendorong laser petir milik Askila.


Namun Askila tampak tidak mau kalah, ia juga memperkuat laser petir milik-nya, namun sayang sekali laser petir-nya itu sama sekali tak bisa mendorong lebih kuat lagi karena memang saat ini kekuatan Askila telah terbagi-bagi dengan para kloning-nya.


Kini laser petir milik Kinto sudah semakin dekat dengan Askila, dan Kinto yang melihat hal itu langsung menatap Askila dengan angkuh serta meremeh-kan Askila


"hmp!!.... sebaik-nya kau menyerah saja!" ucap Kinto dengan ekspresi meremeh-kan.


Baru saja Kinto berkata seperti itu, kini salah satu kloning Askila datang dari belakang dan langsung melompat ke arah Kinto sambil membuka mulut-nya untuk menerkam Kinto.


Namun Kinto yang menyadari hal itu kini langsung menghenti-kan serangan laser petir-nya dan dengan cepat melompat ke samping untuk menghindari serangan dari salah satu kloning Askila itu.

__ADS_1


Begitu kloning Askila itu mendarat ke tanah, kini kloning Askila itu dengan cepat menyerang lagi ke arah Kinto mengguna-kan Sambaran petir yang sangat kuat yang berasal dari punggung-nya yang bergerigi tajam itu.


Sambaran petir itu sangat banyak dan menyambar cepat ke arah Kinto.


sementara Kinto yang melihat hal itu kini langsung mengangkat tangan kanan-nya ke depan dan segera membuat sebuah perisai petir di depan-nya untuk menghalau Sambaran petir itu.


Namun Sambaran petir milik kloning Askila itu kini langsung berbelok arah dengan sangat cepat, dan hal itu membuat Kinto tampak terkejut.


Kini lesatan petir itu berbelok arah dan kemudian langsung menyambar Kinto dari arah belakang.


Hal itu pun membuat Kinto tersentak dan terdorong ke depan akibat serangan itu.


Tidak cukup sampai di situ saja, kini Askila yang asli juga langsung melesat-kan sebuah cakaran petir ke arah Kinto, dan serangan cakar petir itu langsung menghantam tubuh Kinto hingga Kinto terhempas dan terdorong cukup jauh ke belakang.


Saat Kinto berhenti terdorong ke belakang, kini Kinto pun dengan cepat mencipta-kan sebuah tombak petir di tangan-nya.


Kini beberapa petir melesat lagi ke arah Kinto dengan sangat cepat. petir itu berasal dari kloning Askila.


Kinto yang melihat serangan petir itu kini langsung berdiri dan dengan cepat ia memutar tombak-nya dan menggerak-kan tombak itu dengan berbagai variasi gerak-kan.


ia tampak memutar-mutar tombak itu sambil melangkah dan memutar tubuh-nya untuk menangkis semua serangan petir dari kloning Askila.


"ternyata anjing ini merepot-kan juga!" ucap Kinto dalam hati.


Sementara itu, Madika yang saat ini melihat situasi pertarungan di mana Askila bisa mendominasi kini langsung berpamitan pada Askila.


"hei Askila, aku mau masuk ke dalam sini dulu.... barangkali ada beberapa harta kuno yang bisa ku dapat-kan di dalam sini." ucap Madika mengguna-kan telepati.


"baik tuan.... semoga anda mendapat-kan sesuatu yang luar biasa." ucap Askila melalui telepati dan menanggapi perkataan tuan-nya itu.


"baiklah, kalau begitu hati-hati ya.... kalau ada apa-apa jangan ragu-ragu menghubungi-ku." ucap Madika.


"tenang saja tuan.... aku akan baik-baik saja." balas Askila.

__ADS_1


Mendengar perkataan Askila itu, kini Madika pun langsung membuka paksa segel yang ada di pintu itu mengguna-kan sebuah jurus penghancur segel milik-nya.


__ADS_2