
Kini monster babi itu sudah berada di atas Madika dan langsung mengayun tangan-nya dengan sangat kuat untuk mencakar kepala Madika.
Madika yang melihat hal itu langsung menahan cakar monster babi itu mengguna-kan pedang-nya.
setelah itu dengan cepat Madika mengguna-kan tangan kiri-nya untuk melakukan serangan.
ia mengayun-kan tangan kiri-nya ke arah monster babi itu.
seketika sebuah lengkungan angin langsung melesat ke arah monster babi itu.
karena jarak mereka sangat dekat, monster babi itu pun kini hanya bisa terkejut.
ia terlambat untuk melakukan antisipasi terhadap serangan Madika.
kini monster babi itu terdorong ke belakang dan langsung jatuh ke tanah.
Saat monster babi itu jatuh, Madika pun dengan segera membuat tiga peluru angin sekaligus.
"tidak ku sangka, ternyata kecepatan-ku dalam membuat peluru angin kini bertambah, padahal sudah lama aku tak berlatih dan mengguna-kan jurus ini." ucap Madika dalam hati.
Kini monster babi itu sudah berdiri. ia melihat ke arah Madika.
sementara itu, Madika yang sudah siap dengan peluru angin-nya kini langsung melesat-kan peluru angin yang melayang di atas telapak tangan-nya itu.
ketiga peluru angin itu itu keni melesat cepat ke arah monster babi itu.
sementara itu, monster babi yang melihat tiga peluru angin itu kini langsung mengaum dengan suara keras, dan seketika itu juga terbentuk perisai angin di depan si monster babi itu.
kini peluru angin itu berhantaman dengan perisai angin milik si monster babi. hantaman peluru angin dengan perisai itu menghasil-kan hentakan di udara serta terjadi gelombang angin yang cukup kuat.
sementara itu, peluru angin milik Madika tampak terus bergerak maju, sedangkan si monster babi tampak terus menahan perisai-nya mengguna-kan tangan-nya agar tidak hancur dengan mudah.
namun tak lama setelah itu Madika pun langsung meledak-kan peluru angin milik-nya dan membuat perisai angin si monster babi itu langsung hancur berkeping-keping.
monster babi itu pun kini langsung terhempas jauh ke belakang akibat dari ledakan tiga peluru angin barusan.
Di sisi lain, tuan Mawata yang melihat jurus peluru angin Madika itu kini langsung terkejut bukan main.
__ADS_1
ia sebelum-nya tidak pernah melihat jurus yang seperti itu. diri-nya bahkan tak tahu bagaimana cara-nya membuat sebuah peluru angin yang sangat kecil bisa menghasil-kan ledakan yang sangat luar biasa. bahkan ledakan-nya pun tidak terjadi saat peluru itu berhantaman dengan objek lain.
"umum-nya sebuah serangan seperti itu akan meledak ketika menghantam objek lain, namun serangan-nya tidak langsung meledak, dan ketika meledak ternyata ledakan-nya jauh lebih kuat dari serangan bola angin biasa.... dari mana anak ini mempelajari jurus yang ia gunakan?" batin tuan Mawata bertanya-tanya sambil mengelus janggut-nya.
Lalu Madika kembali membuat tiga peluru angin lagi.
setelah itu ia langsung melesat-kan ketiga peluru angin itu ke arah si monster babi.
sementara itu, monster babi yang saat ini baru saja berdiri langsung terkena serangan peluru angin.
kini peluru angin Madika langsung menembus kulit dada kiri dan kanan serta leher di monster babi itu.
kini peluru angin itu tertanam di dalam tubuh si monster babi itu.
monster babi itu tampak sangat kesal ketika diri-nya terkena serangan dari peluru angin itu.
Sementara itu, Madika yang melihat monster babi yang sedang kesal kini hanya menatap monster itu sambil tersenyum tipis seolah diri-nya telah menang melawan monster itu.
kemudian ia langsung berbalik badan dan membelakangi monster babi itu.
monster babi itu pun langsung berlari ke arah Madika, dan kemudian langsung melompat ke udara sambil bersiap menyerang Madika mengguna-kan cakar angin milik-nya.
namun belum sempat melakukan, serangan, kini Madika yang sedang membelakangi monster babi itu langsung menjentik-kan jari-nya.
seketika itu juga si monster babi langsung meledak dan seluruh anggota tubuh-nya hancur berkeping-keping.
Tuan Mawata yang melihat hal itu langsung terkejut seketika.
"jurus yang luar biasa, ledakan-nya bisa di atur sesuai keinginan pengguna-nya." ucap tuan Mawata sambil mengangguk pelan sembari mengelus janggut-nya.
Setelah ledakan itu terjadi, kini sebuah bola energi jatuh dari udara tempat monster babi itu meledak.
bola energi itu kini jatuh ke tanah.
Madika yang melihat bola energi itu kini langsung berjalan ke arah bola energi tersebut.
"bola energi ini benar-benar sangat kuat, sebelum-nya aku pernah mencoba menghancurkan-nya namun tidak berhasil." ucap Madika dalam hati ketika melihat bola energi itu tidak hancur karena ledakan dari peluru angin barusan.
__ADS_1
Setelah itu Madika langsung mengambil bola energi itu, dan kemudian ia langsung menoleh ke arah tuan Mawata.
setelah itu ia langsung melompat dan melesat cepat ke arah tuan Mawata.
Madika kini berada di depan tuan Mawata.
"aku sudah mendapat-kan satu bola energi lagi." ucap Madika sambil menunjuk-kan dua bola energi yang ada pada-nya.
dua bola energi itu tampak sedang melayang di atas telapak tangan Madika.
"bagus.... bagus.... sekarang kau butuh lima bola energi lagi." ucap tuan Mawata sambil mengelus janggut-nya.
"uhm." gumam Madika sambil mengangguk sekali.
"kalau begitu di mana letak monster berikut-nya yang harus ku lawan?" tanya Madika.
"tenang saja, hewan monster selanjut-nya yang akan kau hadapi semua-nya ada di tempat ini, hanya yang pertama kau kalah-kan itu saja-lah yang ku biar-kan berkeliaran di luar tempat ini." ucap tuan Mawata.
"sengaja di biar-kan?" balas Madika dengan ekspresi meminta penjelasan.
"ya, aku sengaja membiar-kan dia berkeliaran di luar karena dia adalah salah satu kunci penentu untuk memasti-kan orang yang pantas dan bisa mewarisi kekuatan-ku." ucap tuan Mawata.
Seketika Madika langsung bisa menangkap maksud dari perkataan tuan Mawata barusan.
"jadi monster yang ku kalah-kan saat berburu itu adalah ujian pertama sebagai penentu begitu?" ucap Madika memasti-kan.
"hmm." tuan Mawata bergumam sambil mengangguk. "itu benar."
setelah itu kini tuan Mawata pun langsung membalik-kan badan-nya dan membelakangi Madika.
"baik-lah, sekarang langsung saja lanjut ke ujian ke-tiga." ucap tuan Mawata sambil mengayunkan tangan-nya ke samping.
seketika di jarak kira-kira 50 meter dari tuan Mawata muncul sebuah penjara api.
besi penjara itu menyala-nyala seperti api, dan di dalam-nya terdapat monster kadal dengan tinggi tiga meter.
monster kadal itu tampak sedang tertidur pulas, namun saat diri-nya keluar dari bawah tanah bersamaan dengan penjara itu, kini monster kadal itu perlahan membuka mata-nya, dan ia pun akhir-nya terbangun dari tidur-nya.
__ADS_1