
Saat ini Madika melancar-kan serangan tebasan angin mengguna-kan pedang ganda secara bertubi-tubi ke arah si monster gorila.
sementara itu, si monster gorila saat ini sedang melempar-kan kapak besar-nya ke arah Madika dan kapak besar itu kini menghancur-kan beberapa tebasan angin milik Madika sehingga hanya beberapa yang tersisa saja yang kini melesat ke arah gorila itu.
Sementara itu kapak besar gorila itu langsung melesat cepat ke arah Madika, sehingga membuat Madika langsung melompat ke samping untuk menghindari serangan kapak besar itu.
sedangkan si monster gorila itu kini langsung mengguna-kan perisai milik-nya untuk menangkis semua tebasan angin milik Madika sehingga tak satu pun tebasan angin itu mengenai si monster gorila.
Kini kapak besar yang sebelum-nya berhasil di hindari oleh Madika tampak tidak mendarat ke tanah melain-kan terus bergerak dan memutar arah serta langsung bergerak kembali ke arah tuan-nya.
Kini kapak besar yang bergerak kembali kepada tuan-nya itu langsung bergerak tepat di tempat Madika berdiri, atau bisa di bilang lebih tepat-nya memang sengaja di arah-kan oleh gorila itu agar kapak-nya bergerak ke arah itu.
Namun karena Madika merasa-kan bahaya dari belakang, kini Madika pun menyempat-kan diri untuk menoleh, dan saat ia melihat kapak besar itu melesat ke arah-nya, ia pun langsung mengangkat kedua pedang di tangan-nya itu, lalu saat kapak raksasa itu sudah berada di dekat-nya ia pun langsung menebas kapak raksasa itu dan menahan-nya mengguna-kan pedang milik-nya itu.
Namun sayang-nya Madika tampak kesulitan menahan dorongan dari kapak besar itu.
ia yang saat ini berhasil memblokir serangan kapak itu kini malah terdorong ke belakang sambil terus menahan kapak itu mengguna-kan kedua pedang di tangan-nya.
"kuat sekali!" ucap Madika saat ia masih terdorong ke belakang meski-pun sudah berhasil memblokir serangan kapak itu.
Tak butuh waktu lama, kini kapak besar itu pun berhenti bergerak dan jatuh begitu saja ke lantai.
Namun, tak lama kemudian tiba-tiba kapak yang jatuh ke lantai itu pun perlahan lenyap, sementara itu di tangan kanan si monster gorila itu kini perlahan terbentuk sebuah kapak yang sama dengan kapak yang berhasil di tahan oleh Madika.
Madika pun kini langsung menoleh ke arah monster gorila yang ada di belakang-nya itu, dan baru saja ia menoleh kini monster gorila itu sudah tak ada i tempat sebelum-nya.
__ADS_1
Namun karena Madika yang memiliki respon cepat, maka kini Madika pun langsung menoleh ke atas dan benar saja tampak gorila itu sedang berada di atas Madika sambil mengayun-kan kapak-nya ke arah Madika.
Melihat hal itu, kini Madika pun langsung melakukan salto ke samping untuk menghindari serangan dari gorila itu.
Kini monster gorila itu pun mendarat di tempat Madika berdiri sebelum-nya, dan kapak yang ia ayun-kan sebelum-nya kini langsung menghantam lantai dan membuat lantai itu hancur berkeping-keping.
Bukan hanya lantai di tempat yang di hantam oleh kapak itu saja yang hancur, bahkan kini lantai di sekeliling monster gorila itu juga ikutan hancur dengan pola melingkar karena saat mendarat sebelum-nya si gorila tidak hanya sekedar mendarat saja, melain-kan ia juga mengguna-kan kekuatan milik-nya untuk mencipta-kan tekanan energi yang di fokus-kan di sekitar tubuh-nya dengan jarak tiga meter dari tubuh-nya.
Sementara itu, Madika yang sebelum-nya melompat sambil berguling ke samping itu kini langsung mengambil posisi untuk berdiri.
Baru saja Madika berdiri dengan benar sambil pasang kuda-kuda, kini si gorila itu langsung maju mendekati Madika dan dengan cepat menebas-kan kapak-nya ke arah Madika.
Madika yang melihat hal itu langsung melompat untuk menghindari tebasan kapak itu.
namun, setelah berhasil menghindari kapak itu, kini si gorila mengerang Madika mengguna-kan tameng yang ada di tangan-nya.
Madika yang melihat hal itu kini sedikit terkejut, dan dengan cepat Madika pun langsung mengeluar-kan sayap angin-nya agar bisa bergerak dengan cepat menghindari serangan itu karena saat ini kaki Madika belum menyentuh tanah.
Kini Madika pun berhasil kabur dari serangan itu dengan cara terbang ke belakang secepat mungkin.
"hampir saja!" ucap Madika dalam hati.
Tidak cukup sampai di situ saja, kini si monster gorila yang melihat Madika sedang terbang itu kini langsung melempari Madika mengguna-kan kapak besar milik-nya itu.
Kapak besar itu pun kini melesat cepat ke arah Madika.
__ADS_1
Madika yang melihat hal itu dengan segera terbang ke samping untuk menghindari serangan kapak itu.
Melihat Madika yang berhasil menghindar, kini si monster gorila itu pun mengamuk sambil memukul-mukul dada-nya dengan satu tangan sambil berteriak ke arah Madika.
Kini kapak yang sebelum-nya di lempar-kan oleh monster gorila itu langsung berbalik arah lagi seperti sebelum-nya, dan tentu-nya Madika mengetahui hal itu sehingga Madika pun kini sekali lagi bergerak ke samping untuk menghindari kapak itu.
Namun, tiba-tiba si monster gorila itu pun langsung berteriak sekali lagi dengan suara keras dan menggema, dan saat kapak besar itu lewat di samping Madika yang berhasil menghindar, tiba-tiba si monster gorila itu langsung muncul tepat di tempat kapak besar itu sambil memegang kapak besar itu mengguna-kan tangan kanan-nya.
Madika yang melihat hal itu langsung terkejut melihat kemunculan Monster gorila itu secara tiba-tiba.
Lalu monster gorila itu pun dengan cepat langsung menebas-kan kapak-nya ke arah Madika.
Madika yang melihat hal itu langsung mencoba menahan serangan kapak itu mengguna-kan pedang-nya.
namun karena ia sedikit terlambat mengambil tindakan, kini kapak besar yang di ayun-kan oleh gorila itu langsung menghantam pedang beserta tubuh Madika.
Hantaman kapak itu kini menghasil-kan sebuah ledakan energi yang sangat kuat dan membuat Madika langsung terhempas sangat kuat hingga menghantam salah satu pilar besar dan membuat pilar itu langsung hancur berkeping-keping saat di tabrak oleh tubuh Madika yang terhempas akibat serangan itu.
Kini Madika pun tampak jatuh dan berguling di lantai.
namun dengan sigap Madika langsung mengambil posisi untuk berdiri dan langsung menghadap ke arah gorila itu.
Baru saja Madika menoleh ke arah gorila itu, tiba-tiba Madika langsung melihat kapak besar sebelum-nya kini melesat lagi ke arah-nya.
Madika yang melihat hal itu langsung terbang menjauh sejauh mungkin dari kapak itu karena diri-nya kini mulai curiga bahwa gorila itu kemungkinan besar bisa melakukan teleportasi mengguna-kan kapak besar itu sebagai media-nya.
__ADS_1
"sial?!.... seperti-nya monster gorila ini bisa berteleportasi dengan memanfaat-kan kapak-nya!" ucap Madika dalam hati sambil menyeka darah di bibir-nya.