
Saat ini Madika dan Bunggu telah terjebak di dalam wilayah domain milik si kura-kura raksasa.
dan tampak kura-kura raksasa itu kini sedang mengguna-kan wujud manusia-nya dan ia sedang berdiri jauh di depan Madika dan Bunggu.
Saat melihat wujud manusia dari kura-kura raksasa itu, Madika pun langsung tampak waspada.
"wilayah domain ini seperti-nya berbahaya." ucap Madika.
"ya, di wilayah domain ini kekuatan si pemilik domain akan meningkat drastis, dan kekuatan dari target si pemilik domain akan berkurang." ujar Bunggu dengan tenang.
Mendengar penjelasan singkat dari Bunggu, kini Madika hanya bisa menatap Bunggu dengan ekspresi terheran-heran.
"dih.... padahal ia tahu hal itu tapi kenapa dia masih tenang-tenang saja? apa dia memang kuat atau hanya terlalu percaya diri saja?" batin Madika.
Bunggu yang mendapati tatapan Madika itu kini langsung tersenyum tipis pada Madika.
"tenang saja tuan, aku bisa mengatasi hal ini." ucap Bunggu yang tampak ingin meyakinkan tuan-nya itu.
"apa kau yakin kau benar-benar bisa menghadapi jurus-ku ini?.... hahahaha jangan melucu! saat kalian berdua masuk ke dalam domain ini, maka kekuatan kalian sudah berkurang pesat dan kekuatan-ku akan meningkat dengan pesat.... dengan begitu, maka kalian berdua sudah di pasti-kan akan kalah dari-ku!" ucap jelmaan kura-kura raksasa itu dengan ekspresi yang tampak penuh percaya diri sambil tertawa kecil memandangi Madika dan Bunggu.
"hanya wilayah domain kecil seperti ini ingin melawan-ku?..... seperti-nya kau terlalu naif!" ucap Bunggu dengan tenang.
setelah itu Bunggu pun langsung mengangkat tangan kanan-nya dan kemudian langsung menjentik-kan jari-nya.
~CLAK!~
"DOMAIN NERAKA KEMATIAN!" ucap Bunggu saat menjentik-kan jari-nya barusan.
Seketika itu juga wilayah domain milik jelmaan kura-kura raksasa itu langsung berubah menadi domain milik Bunggu.
seluruh es yang ada di tempat itu meleleh dan perlahan berubah menjadi lahar panas.
__ADS_1
seluruh es itu kini hancur dan tampak tanah tandus dan panas muncul di bawah kaki mereka bertiga.
di sekeliling mereka kini di penuhi oleh lahar panas yang tampak meletup-letup.
si jelmaan kura-kura raksasa itu pun kini langsung terkejut melihat hal itu.
"ternyata kemampuan-nya memang lebih tinggi dari-ku." ucap jelmaan kura-kura raksasa itu dalam hati.
Kini Bunggu menatap jelmaan kura-kura raksasa itu sambil tersenyum licik.
ia berjalan pelan menuju ke arah jelmaan kura-kura raksasa itu.
hingga akhir-nya jelmaan kura-kura raksasa itu pun tampak menghela nafas, dan akhir-nya menyatakan diri menyerah.
"aku menyerah!" ucap si jelmaan kura-kura raksasa itu sambil mengangkat kedua tangan-nya dengan santai-nya. lanjut-nya, "kalau hewan kuno legendaris seperti-mu saja sampai tunduk pada bocah itu, maka aku pun tak perlu menguji-nya lagi.... mungkin sekarang dia masih lemah, tapi bisa saja di masa depan ia jauh lebih kuat dari kita berdua." ucap si jelmaan kura-kura raksasa itu.
"hmm?" Bunggu bergumam sambil sedikit memiring-kan kepala-nya. "hah.... membosan-kan." ucap Bunggu sambil memutar bola mata-nya dengan malas.
"seperti-nya dia akan menyerah-kan bola energi-nya, untuk sekarang kau tak perlu bertarung lebih dari ini." ucap Madika sambil menghadap pada Bunggu.
"bertarung?.... ini sama sekali tak bisa di anggap sebagai pertarungan tuan." jawab Bunggu yang terlihat dengan ekspresi kecewa.
Melihat tingkah Bunggu kini Madika hanya diam.
lalu ia pun menoleh ke arah jelmaan kura-kura raksasa itu.
"apa kau yakin mau menyerah?.... aku datang ke sini untuk membunuh-mu loh?.... jika kau menyerah berarti kau siap untuk di bunuh." ucap Madika.
Si jelmaan kura-kura raksasa itu kini tertawa kecil saat mendengar ucapan Madika.
"hahaha seperti-nya ada sedikit kesalahpahaman di sini." ucap-nya sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"salah paham?" tanya Madika memasti-kan.
"ya.... apa kau lupa apa yang tuan-ku Mawata kata-kan?" tanya kura-kura raksasa itu memastikan.
Mendengar perkataan si jelmaan kura-kura raksasa itu, kini Madika pun berusaha untuk mengingat kembali semua yang di kata-kan oleh tuan Mawata.
hingga akhir-nya Madika pun mendapat-kan sebuah petunjuk.
"tunggu dulu.... apa jangan-jangan maksud dari kata 'bagaimana-pun cara-nya kau harus mendapat-kan bola energi itu' berarti aku tidak harus bertarung atau-pun membunuh-mu?" ucap Madika memasti-kan.
"anak pintar.... itu memang benar!.... tuan-ku menyuruh-ku untuk sedikit menguji kemampuan-mu, setelah itu entah kau menang atau kalah aku tetap di perintah-kan untuk memberi-kan bola energi yang ku jaga ini untuk-mu." ucap jelmaan kura-kura raksasa itu sambil memuncul-kan bola energi di tangan kanan-nya.
Melihat hal itu, Madika pun langsung terkejut. ia tidak menyangka bahwa bola energi itu ternyata bisa di keluar-kan dengan sendiri-nya atas kemauan si monster yang memiliki-nya.
"seperti-nya sejak awal tuan Mawata memang sudah tahu aku akan kalah, tapi dia tetap memberi-ku perintah untuk melihat apa-kah aku memiliki keberanian dan tekad yang kuat atau tidak?" batin Madika mengira-ngira.
Setelah itu si jelmaan kura-kura raksasa itu berjalan mendekati Bunggu dan Madika.
sekali melangkah jelmaan kura-kura raksasa itu langsung lenyap dari tempat awal dan langsung berpindah hingga jarak kurang lebih sepuluh meter.
hanya dengan beberapa kali melangkah kini jelmaan kura-kura raksasa itu pun sudah berdiri di hadapan Madika dan Bunggu.
"sebelum aku menyerah-kan bola energi ini, aku akan memberi-kan ujian terakhir pada-mu, ujian ini akan menentu-kan apakah kau pantas mewarisi kekuatan tuan Mawata atau tidak!" ucap jelmaan kura-kura raksasa itu dengan ekspresi serius.
"ujian terakhir? seperti apa ujian itu?" tanya Madika.
"ujian terakhir adalah menguji kecocokan diri-mu dengan sikap bawaan tuan Mawata.... ujian terakhir ini di gunakan sebagai pencegahan terhadap orang-orang yang jalan hidup-nya melenceng dari kebenaran, dengan kata lain, tuan Mawata tak mau memberi-kan kekuatan-nya pada orang yang suka melakukan tindak kejahatan." ucap jelmaan kura-kura raksasa itu. lanjut-nya, "untuk ujian terakhir ini, aku hanya perlu mengguna-kan satu jurus spesial milik-ku, yakni jurus yang dapat membentuk sebuah alur dan situasi di alam. bawah sadar seseorang.... dengan kata lain, aku akan menguji hati dan pikiran-mu di alam bawah sadar-mu sendiri." ucap jelmaan kura-kura raksasa itu menjelas-kan.
Mendengar penjelasan itu, Madika pun tampak tidak gentar. diri-nya merasa cukup yakin bahwa diri-nya pantas untuk mendapat-kan kekuatan dari tuan Mawata.
"kalau begitu langsung lakukan saja." ucap Madika dengan penuh percaya diri.
__ADS_1