
Saat ini tampak ketua sekte Balumba sedang terkejut akibat menghilangnya si monster gorila yang ada di depan Madika sebelumnya.
Di tengah keterkejutannya itu, tiba-tiba si monster gorila itu sudah ada di belakang ketua sekte itu.
Monster gorila itu ternyata telah berteleportasi ke tempat pedang besarnya itu berada.
Lalu monster gorila itu pun langsung menebaskan pedang besarnya itu pada ketua sekte balumba dengan sangat kuat.
Ketua sekte balumba kini merasakan bahaya di belakangnya dan dengan segera ia mengaktifkan perisai berbentuk bola untuk melindungi diri-nya.
Seketika pedang yang di tebaskan oleh gorila itu langsung menghantam perisai api milik si ketua sekte.
Ledakan yang sangat kuat pun terjadi ketika pedang gorila itu menghantam perisai api milik ketua sekte.
Ledakan itu menghasilkan efek hentakkan di udara, dan tampak hempasan angin bergerak meluas dari area ledakan itu.
Sementara itu, si gorila itu terus menekan pedang-nya pada perisai api milik ketua sekte, dan hal itu pun membuat perisai ketua sekte kini mengalami keretakan akibat tekanan dari pedang tersebut.
"Sialan! Ternyata serangan monster gorila ini cukup kuat juga!" ucap si ketua sekte dengan ekspresi yang tampak terkejut akibat serangan yang sekuat itu.
Si ketua sekte pun kini langsung memutar tubuhnya dan menghadap ke belakang tepat ke arah monster gorila itu.
Lalu dengan segera ia menahan perisainya itu agar tidak hancur.
Namun sayang sekali karena ia sudah terlambat menahan perisainya itu.
Kini perisai itu langsung hancur berkeping-keping bersamaan ketika ia menghadap ke arah monster gorila itu.
Bersamaan dengan hancur-nya perisai api itu, kini tebasan pedang itu pun langsung menghantam tubuh ketua sekte dan hantaman itu langsung menghasilkan ledakan yang memberikan efek hentakkan udara yang bergerak meluas dari pusat ledakan.
Bersamaan dengan ledakan itu, kini ketua sekte pun langsung terhempas dengan sangat kuat ke lantai.
Namun begitu mendekati lantai, si ketua sekte pun dengan segera memutar tubuhnya dan mengambil posisi untuk mendarat dengan baik.
Hingga akhirnya kini ketua sekte itu pun benar-benar langsung mendarat dengan sempurna menggunakan kedua kakinya.
Namun, baru saja ia mendarat, kini sebuah pedang kembali melesat ke arahnya dan kini sudah berada di depan wajahnya.
Si ketua sekte pun dengan refleks langsung menghindar dengan cepat dan menjauhi serangan tersebut.
Kini ketua sekte yang telah berhasil menghindar tampak berdiri cukup jauh dari pedang itu.
Sementara pedang itu kini terlihat menghantam lantai dan tertancap di permukaan lantai yang kini hancur akibat hantamannya barusan.
__ADS_1
Baru saja pedang itu tertancap, kini sosok monster gorila itu langsung muncul di dekat pedang itu dan langsung memegang pedang itu.
Kemudian dengan cepat monster gorila itu memutar tubuhnya sambil mengayunkan tangannya yang memegang pedang tersebut, dan dengan sekuat tenaga ia melemparkan pedang itu ke arah ketua sekte.
"Trik yang sama tidak akan mempan padaku!" Ucap ketua sekte sambil menunggu kedatangan pedang yang di lemparkan oleh monster gorila itu.
Namun belum sempat mencapai si ketua sekte, kini si monster gorila itu pun muncul di pedang tersebut dan dengan segera melesat ke arah ketua sekte sambil menebaskan pedangnya.
Si ketua sekte pun langsung terkejut dan dengan cepat ketua sekte itu langsung memunculkan pedang angin miliknya dan menahan tebasan si monster gorila itu dengan cepat.
"Sepertinya kemampuanmu tidak terbatas pada satu pola serangan saja! Bagaimana kalau kita coba berbagai teknik berpedang?!" Ucap ketua sekte sambil menghentakkan pedangnya yang sedang memblokir pedang monster gorila saat ini.
Seketika itu juga, hentakan pedang ketua sekte menghasilkan hentakan energi yang sangat kuat dan hal itu berhasil membuat si monster gorila itu terdorong mundur akibat dorongan dari hentakan energi itu.
GWAARRRRRR!!
Si monster gorila kini meraung dengan suara keras ke arah ketua sekte, setelah itu ia langsung melesatkan beberapa tebasan api ke arah ketua sekte itu.
Kini terlihat kobaran api berbentuk melengkung seperti bulan sabit melesat ke arah ketua sekte.
"Ternyata bisa menggunakan serangan elemen juga ya!" Ucap ketua sekte sambil tersenyum tipis.
Kini ketua sekte langsung membalas tebasan api itu menggunakan jurus tebasan miliknya. Ia bahkan mengkombinasikan kedua elemen yang ia miliki untuk melakukan jurus tebasan itu.
Seketika itu juga tampak sebuah tebasan angin api membentuk sebuah silang x dan langsung melesat ke arah monster gorila, sehingga kini serangan monster gorila itu dan serangan si ketua sekte pun saling bertemu dan berhantaman di tengah-tengah.
Namun sayangnya tebasan api milik monster gorila itu langsung meledak begitu saja sementara serangan dari ketua sekte kini terus melesat ke arah monster gorila.
Melihat hal itu, si monster gorila pun langsung mengangkat perisainya dan mengarahkannya ke depan untuk menahan serangan si ketua sekte itu.
Benar saja, kini serangan si ketua sekte itu pun berhasil di tahan oleh perisai milik monster gorila meskipun monster gorila itu kini sedikit terdorong ke belakang.
Saat serangan itu berhasil di hentikan dan di tepis oleh si monster gorila, kini si ketua sekte pun ternyata sudah melesat ke arah monster gorila itu sambil mengayunkan pedangnya.
Si monster gorila yang melihat ketua sekte susah berada di depannya dan sementara mengayun-kan pedang-nya kini langsung membalas gerakan ketua sekte itu sambil membenturkan ujung pedangnya ke tanah untuk memblokir tebasan si ketua sekte itu.
Tebasan ketua sekte pun berhasil di blokir, namun tidak cukup sampai di situ saja, kini ketua sekte kembali bergerak dengan beberapa variasi gerakan berpedang serta menunjukkan kemampuan berpedangnya.
Ketua sekte dan si monster gorila itu pun kini saling beradu pedang dengan sangat cepat.
Kecepatan keduanya dalam mengayunkan pedang benar-benar hampir tak terlihat oleh mata manusia bisa.
Satu-satunya yang bisa terlihat jelas oleh mata manusia biasa adalah cahaya yang di pancar-kan oleh pedang mereka yang bergerak meninggalkan seberkas sinar di jalurnya.
__ADS_1
Madika yang melihat pertarungan itu kini bisa melihat kapasitas si ketua sekte tersebut.
"Orang ini, dia masih belum menggunakan 30% kekuatannya tapi sudah sekuat ini, aku yakin orang ini pasti sedang menyimpan jurus yang kuat dan mempersiapkan jurus itu untuk melawan-ku nantinya." Ucap Madika dalam hati saat melihat pertarungan si monster gorila dan ketua sekte itu.
Setelah berkata seperti itu, kini Madika pun mencoba menambah jumlah pasukan miliknya agar pertarungan ini jadi semakin cepat selesai.
"Baiklah, waktunya menambah jumlah pasukan agar bisa lebih cepat lagi selesainya!" ucap Madika.
Lalu Madika pun mulai mengangkat tangan kanannya ke udara dan setelah itu ia pun langsung menjentikkan jarinya.
"Pasukan kera bayangan!" Ucap Madika dengan tegas.
Seketika itu juga seribu pasukan monster kera muncul dan melayang di udara.
Madika kemudian melakukan penargetan sekali lagi terhadap para anggota sekte Balumba.
Setelah selesai menargetkan, kini Madika pun langsung memerintahkan para pasukan monster kera bayangan itu untuk segera menyerang musuhnya.
"Bantai mereka semua!" Ucap Madika dengan tegas.
Kini seribu pasukan monster bayangan dengan bersenjatakan pedang ganda itu pun langsung melesat ke Medan pertempuran melawan para anggota sekte Balumba.
"Sialan!!" Umpat tetua Barugo dengan ekspresi kesal di wajahnya. Lanjutnya, "Bocah ini benar-benar masih belum kehabisan pasukan rupanya! Pantas saja ia bisa mengalahkan klan petir seorang diri!" Ucap tetua Barugo.
Sementara itu, Madika yang kini melihat para pasukan monster kera bayangan miliknya itu saat ini sudah ikut dalam pertarungan itu, kini Madika pun memutuskan untuk kembali ke dimensi bayangan untuk melihat situasi di sana.
"Ku harap naga es itu bisa ku jinakkan nantinya." ucap Madika dalam hati saat mengingat naga es milik Axel itu.
Setelah berkata demikian, kini Madika pun langsung menjatuhkan dirinya ke dalam bayangan dan langsung masuk ke dimensi bayangan di mana ia menyandra Axel dan hewan peliharaannya saat ini.
"Hei Bunggu, bagaimana situasi-nya?" Tanya Madika saat baru tiba di dimensi bayangan itu.
"Tenang saja tuan, semua sudah ku urus sesuai keinginan anda." jawab Bunggu dengan santainya.
"Hmm... begitu ya, kerja bagus!" Ucap Madika yang kemudian berjalan melewati Bunggu.
Kini Madika pun bisa melihat sosok Axel yang saat ini sedang di penuhi oleh luka dan ia sudah kesulitan untuk berdiri akibat dari kebanyakan luka di tubuhnya.
"Apa aku tak bisa mengatasi pendarahan-mu sendiri?" Tanya Madika.
"diam kau sialan!!" Bentak Axel mengumpat Madika.
"Lah malah ngamuk?" Ucap Madika dengan santainya.
__ADS_1
Setelah itu Madika pun langsung menoleh ke arah monster jenis naga es itu, dan terlihat naga es itu saat ini sedang terikat oleh rantai api milik Bunggu sehingga naga es itu kini tak bisa bergerak dengan bebas, bahkan mulutnya pun telah di ikat sehingga ia tak bebas mengeluarkan suara keras.