
Saat ini Madika tampak sibuk menghindari semua serangan tombak angin dari Freon.
ia melompat dari satu perisai ke perisai angin lain-nya agar bisa menghindar dengan efektif.
Sementara itu, Freon yang melihat tindakan Madika itu tentu kini mulai curiga bahwa saat ini Madika sedang meminimalisir penggunaan Saga-nya agar bisa memungkinkan diri-nya untuk jadi lebih unggul nanti-nya.
Mengingat pertarungan yang semakin lama, Freon pun langsung berinisiatif untuk menghancurkan semua perisai angin milik Madika yang berada di udara.
"tidak akan ku biarkan kau menghindar secara terus-menerus!.... jika kau ingin menghindar maka akan ku buat kau menggunakan jurus perisai angin-mu itu berkali-kali agar kau juga terus menggunakan Saga-mu!" ucap Freon yang kemudian langsung melesatkan beberapa pedang lain-nya untuk menghancurkan perisai angin milik Madika.
bahkan saat Madika hendak mendarat di salah satu perisai tiba-tiba perisai itu di hancurkan oleh Freon.
hal itu pun membuat Madika sedikit terganggu dan diri-nya pun kehilangan pijakan untuk bergerak di udara.
"sial!... semua perisai-ku sudah di hancurkan oleh-nya!" batin Madika yang kini jatuh bebas dari udara. "ini adalah situasi yang sangat rawan bagi-ku!.... ia pasti akan segera menyerang di saat seperti ini!" batin Madika.
Baru saja berpikir seperti itu, kini beberapa tombak angin pun sudah berada di depan Madika.
"mati-lah kau sial4n!!" teriak Freon sambil menggerak-kan tangan kanan-nya.
Melihat tombak angin yang kini hampir mengenai diri-nya, Madika pun dengan cepat membuat sebuah perisai angin di atas-nya lalu menggunakan perisai angin itu Madika langsung mendorong tubuh-nya untuk melesat ke lantai.
akhir-nya Madika pun berhasil menghindari serangan tombak angin milik Freon.
Ketika Madika telah tiba di lantai, kini Madika pun langsung menghilangkan pedang di tangan-nya. lalu dengan segera ia pun membuat tiga peluru angin di tangan-nya.
namun belum sempat tiga peluru angin itu selesai di buat, kini Freon telah melancarkan serangan ke arah Madika.
"tchi.... dia benar-benar tak akan mau memberi-ku waktu!" batin Madika.
__ADS_1
Madika pun kini langsung menghindari serangan itu sambil membuat peluru angin di tangan-nya.
hingga akhir-nya, setelah beberapa kali menghindar dari serangan Freon, kini tiga peluru angin Madika telah selesai di buat.
lalu Madika pun langsung berhenti menghindar.
ia kemudian menatap ke arah datang-nya serangan itu.
saat melihat banyak tombak angin melesat ke arah-nya, Madika pun langsung menembak-kan salah satu peluru angin ke tengah-tengah tombak yang melesat itu.
namun Madika tidak langsung meledak-kan peluru angin-nya, ia menunggu hingga peluru angin-nya berada di cukup jauh menerobos ke tengah-tengah beberapa tombak yang sedang melesat ke arah Madika.
saat sudah berada di jarak yang cukup pas, Madika pun langsung meledak-kan peluru angin-nya itu dan membuat lebih dari setengah jalur serangan tombak angin Freon berhasil di hancurkan.
bahkan ledakan dari peluru angin Madika itu menghasilkan gelombang angin yang sangat kuat sehingga beberapa tombak lain-nya terhempas.
Tidak cukup sampai di situ, Madika pun kini memanfaatkan kesempatan itu untuk menghancurkan semua tombak milik Freon.
lebih tepat-nya ia melancarkan serangan ke arah lingkaran angin yang masih memiliki tombak angin yang belum di lesat-kan untuk menyerang-nya.
Akhir-nya kini Madika pun berhasil meledak-kan semua lingkaran angin milik Freon.
hal itu pun membuat Freon terkejut dan langsung membuat perisai angin agar diri-nya tidak terhempas oleh gelombang angin yang tercipta dari ledakan peluru angin Madika.
"jadi seperti ini rasa-nya berhadapan dengan jurus peluru angin itu?" batin Freon.
Sebelum-nya Freon sudah mendapat-kan banyak informasi yang berkaitan dengan jurus peluru angin Madika.
sebelum-nya ia memang sudah melihat langsung bagaimana kekuatan peluru angin Madika, dan sejak ia mulai menganggap Madika sebagai lawan yang harus di waspadai, ia pun mulai mencari tahu tentang kekuatan Madika yang sebenar-nya.
__ADS_1
"akan sangat merepotkan jika berhadapan dengan peluru angin ini.... berdasarkan informasi-ku saat ini, kemungkinan besar peluru angin milik-nya ini adalah tipe serangan yang tidak langsung bereaksi atau tidak langsung meledak jika si pengguna-nya belum ingin meledakan-nya.... dengan kata lain, ini adalah salah satu jurus unik yang membutuhkan pengendalian satu arah." batin Freon memikirkan tentang jurus Madika.
Ketika gelombang angin dari ledakan peluru angin itu berlalu, kini Freon pun langsung menghilangkan perisai-nya.
baru saja Freon menghilangkan perisai-nya, kini terlihat sebuah peluru angin melesat ke arah-nya.
Freon yang melihat peluru angin itu kini langsung menghindari peluru angin itu dengan cepat.
Sambil menghindari peluru angin itu, Freon pun menciptakan sebuah tombak angin dan sambil melakukan gerakan memutar Freon pun dengan cepat melemparkan tombak itu ke arah Madika.
Namun Madika tidak terlalu peduli dengan serangan tombak milik Freon itu.
ia dengan santai-nya menghindari tombak itu sambil melancarkan serangan peluru angin berikut-nya.
Sementara itu, Freon pun kini hanya bisa menghindari serangan peluru angin itu karena ia tahu bahwa sia-sia saja jika ingin memblokir peluru angin itu menggunakan pedang, tombak, atau pun perisai.
"menghindar adalah pilihanku satu-satunya saat ini.... akan tetapi, setelah ini aku yakin, kemungkinan akan ada ledakan beruntun yang akan terjadi di seluruh arena pertarungan ini!" batin Freon menebak.
Setelah melancarkan serangan peluru angin yang cukup banyak ke arah Freon, kini Madika pun memulai tahap peledakan peluru angin itu agar Freon terkena serangan telak dari-nya.
Kini ledakan pun mulai terjadi dan di awali dari satu ledakan yang ada di samping kiri Freon, yakni tempat salah satu peluru angin berada.
melihat ledakan yang terjadi secara mendadak itu, Freon pun tampak sedikit terkejut dan mata-nya tampak terbelalak melihat ledakan itu.
Ledakan yang menghasilkan gelombang angin dengan tekanan yang kuat itu pun kini menghantam tubuh Freon tampak membuat Freon sempat menggunakan perisai angin milik-nya.
Kini Freon pun terhempas cukup jauh di akibatkan oleh gelombang angin dari ledakan itu. ia bahkan sampai terguling-guling beberapa kali di lantai hingga akhir-nya berhenti.
baru saja Freon ingin berdiri, tiba-tiba sebuah ledak-kan peluru angin terjadi lagi dan membuat Freon lagi-lagi harus terhempas karena hantaman dari gelombang angin.
__ADS_1
"sudah ku duga ini yang akan terjadi!" batin Freon saat diri-nya kini terlempar di udara.