
Setelah Joe menyatakan bahwa diri-nya tidak akan menyerah, kini Madika pun langsung mengambil tindakan.
"hah...." Madika menghela nafas panjang.
"kalau begitu biar ku akhiri sendiri dengan cepat!" ucap Madika yang kemudian langsung melesat cepat ke arah Joe.
Kini Madika pun sudah berada di hadapan Joe dan langsung melancarkan tinju angin yang kuat.
melihat tinju itu, Joe pun langsung melompat ke belakang.
namun dengan cepat Madika langsung memutar tubuh-nya sambil melakukan tendangan ke arah Joe sehingga tendangan Madika pun tepat mengenai perut Joe dan membuat Joe pun terhempas cukup jauh.
Saat Joe baru saja mendarat di tanah setelah terhempas oleh tendangan Madika, kini Joe di kejutkan lagi oleh kehadiran Madika di belakang-nya yang kini siap menendang tubuh-nya.
Joe yang tak sempat lagi menghindar kini langsung menciptakan perisai petir untuk memblokir tendangan Madika.
Tendangan Madika pun berhasil di blokir.
namun ketika satu tendangan di blokir kini Madika pun langsung melangkah sambil memutar tubuh-nya untuk memutari perisai itu, dan kini Madika sudah berada di samping perisai, lalu dengan cepat ia melangkah maju sambil melancarkan tinju angin-nya ke arah Joe.
Joe pun kini tak bisa menghindar.
diri-nya kemudian dengan cepat Joe membuat satu perisai lagi untuk memblokir serangan Madika itu.
namun naas-nya perisai itu tak kuat lagi karena Saga milik Joe sudah habis total.
hasil-nya perisai itu pun hancur dengan sangat mudah saat di hantam oleh tinju angin Madika.
Hal itu pun membuat tinju Madika tidak terhentikan dan langsung menghantam wajah Joe serta membuat Joe terhempas ke udara.
Tidak cukup sampai disitu, Joe yang saat ini masih berada di udara langsung di sambut lagi oleh tendangan angin dari Madika.
Madika kini menyerang Joe secara terus menerus dan dengan kecepatan yang luar biasa.
hal itu pun membuat tubuh Joe tak sempat menyentuh tanah dan terus di hajar di udara bagaikan bola takraw yang tidak boleh menyentuh tanah.
hingga akhir-nya, saat Joe berada cukup tinggi di udara, Madika yang saat ini berada di tanah langsung menyiapkan tinju angin yang kuat.
__ADS_1
tampak pusaran angin terjadi di tangan kanan Madika.
angin-angin di sekitar Madika tampak terserap oleh tangan Madika dengan pola memutar layak-nya sebuah piringan yang berputar.
Setelah tinju itu siap, Madika pun langsung melompat tinggi ke udara dan melesat cepat ke arah Joe.
ia melesat hingga melewati tubuh Joe, sehingga ia kini berada di atas Joe.
"berakhir sudah.... pertarungan ini, akulah yang menang!" ucap Madika dengan tegas.
Lalu Madika pun langsung melesat ke bawah dan langsung melancarkan tinju angin-nya ke perut Joe.
ketika tinju angin itu menghantam perut Joe, tampak terjadi ledakan angin yang cukup kuat yang menghasilkan gelombang angin yang kini menyebar luas di udara.
Seketika itu juga Joe langsung terhempas sangat kuat dan langsung menghantam lantai hingga lantai yang di hantam-nya itu langsung retak.
"uhg!...." Joe merasakan seluruh tubuh-nya kesakitan dan beberapa organ tubuh bagian dalam-nya hancur. ia bahkan kesulitan untuk bernafas.
"si.... sial@n!" ucap Joe yang tampak berusaha untuk bangun namun akhir-nya gagal karena diri-nya langsung hilang kesadaran dan mati begitu saja.
hingga akhir-nya ada satu orang siswa yang bertepuk tangan untuk kemenangan Madika.
Mendengar suara tepuk tangan itu, kini beberapa siswa lain-nya langsung ikut bertepuk tangan.
tak butuh waktu lama kini seluruh siswa yang menonton pertarungan itu langsung bertepuk tangan dan menyoraki kemenangan Madika.
Madika yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum tipis.
ia mengedarkan pandangan-nya ke segala arah dan menatap para penonton yang memberi-nya sorakan yang meriah.
lalu mata Madika kini berhenti mengedarkan pandangan ketika ia melihat wajah Ariel yang sedang tersenyum lega ke arah-nya.
Melihat senyuman Ariel itu membuat Madika merasa sedikit senang.
ia pun melambaikan tangan kanan-nya ke arah Ariel.
Tak lama setelah itu, kini pemimpin pertandingan langsung mengumumkan pemenang pertarungan kali ini sekaligus mengumumkan bahwa babak selanjut-nya akan di adakan esok hari, dan hari ini seluruh siswa di perkenankan untuk pulang.
__ADS_1
Kini seluruh siswa bubar dari stadion arena pertarungan itu. begitu pula dengan Madika, ia memilih jalan lewat bawah stadion.
ketika Madika berjalan di tengah koridor seorang diri, tiba-tiba diri-nya di kejutkan oleh sosok gadis yang tiba-tiba memeluk-nya dari belakang.
hal itu pun membuat Madika berhenti melangkah dan langsung menoleh ke belakang.
Saat Madika menoleh ke belakang, diri-nya langsung mengetahui bahwa gadis yang sedang memeluk-nya saat ini adalah Ariel.
"A.... Ariel? apa yang kau lakukan?" tanya Madika dengan tergagap-gagap.
"uhm...." Ariel hanya bergumam sambil terus membenamkan wajah-nya di punggung Madika. "tolong biarkan aku seperti ini untuk beberapa saat." jawab Ariel yang saat ini masih membenamkan wajah-nya di punggung Madika.
Mendengar permintaan Ariel itu, Madika pun langsung memutar kembali kepala-nya dan menghadap ke depan.
"seperti-nya dia memang menghawatirkan-ku.... padahal hanya menggunakan tubuh ke dua saja, tapi kenapa dia sampai se-khawatir itu?" batin Madika.
>SKIP<
Saat ini, hari sudah malam dan menunjuk-kan pukul sembilan malam.
Madika yang saat ini sudah selesai makan malam kini tampak sedang duduk bersila di atas tempat tidur-nya.
saat ini tampak cukup banyak energi netral yang sedang mengitari tubuh Madika.
energi itu berasal dari udara yang ada di sekitar-nya.
saat ini tampak energi netral itu berkumpul di pusar Madika, dan perlahan di serap oleh tubuh Madika.
Tak lama setelah itu, kini energi yang tersebar di udara itu perlahan menghilang, dan tak lama setelah itu Madika pun perlahan membuka mata-nya.
lalu di gerakan-nya tangan-nya untuk menutup semedi-nya saat ini.
"huh...." Madika menghela nafas dengan ekspresi letih. "berlatih dengan cara ini benar-benar sangat lama." ucap Madika sambil menyudahi duduk bersila-nya.
Apa yang di katakan Madika memanglah benar. berlatih dengan cara mengumpulkan energi di udara memang akan menghabiskan banyak waktu dan peningkatan-nya juga tidak akan seberapa jika di bandingkan dengan cara mengumpulkan energi dari hewan monster dan para Niverom.
Energi netral yang tersebar di udara memang cukup banyak, namun butuh waktu 4-5 bulan untuk bisa mengekstrak-nya menjadi energi Saga. dengan kata lain, dalam waktu 4-5 bulan itu, energi Saga hanya akan meningkat 1 level saja.
__ADS_1