
Setelah mendengar pengakuan Natalia itu, kini hampir seluruh siswa di ruangan itu langsung menoleh ke arah Madika dan menatap Madika dengan ekspresi tidak percaya.
hal itu di karenakan banyak dari siswa di sekolah itu yang sudah mengenal siapa Natalia.
Natalia adalah gadis yang sangat berbakat di kalangan para siswa tingkat atas, hal itu di karenakan Natalia pernah memenangkan sebuah lomba pertarungan Saga tingkat atas padahal diri-nya masih berada di tingkat menengah.
"Natalia ya.... padahal satu tahun yang lalu ia sangat kuat sampai-sampai bisa mengalahkan-ku.... apa kini kemampuan-nya sudah tumpul sampai-sampai di kalahkan oleh orang itu?" ucap si ketua OSIS sambil melirik Madika dari kejauhan dengan tatapan meremehkan karena saat ini level Madika jauh lebih rendah dari-nya.
Sementara itu, para siswa di dalam gedung mulai terdengar gaduh. mereka bertanya-tanya siapa sebenar-nya Madika sampai-sampai bisa mengalahkan Natalia.
"bagaimana bisa? padahal level Saga-nya jauh di bawah Natalia.... padahal orang yang sudah jelas-jelas berlevel tinggi masih bisa di kalahkan oleh Natalia, tapi bagaimana bisa orang itu mengalahkan Natalia?"
Orang-orang makin bertanya-tanya. namun Madika berusaha menenangkan diri-nya meskipun saat ini ia benar-benar merasa grogi dan tiba-tiba canggung karena di tatap oleh banyak mata dari segala arah.
"sial.... aku benar-benar tidak terbiasa dengan situasi seperti ini.... di pandangi oleh banyak orang dan tiba-tiba jadi pusat perhatian!" batin Madika yang saat ini terlihat kaku dan hanya terus menunduk-kan kepala-nya.
Sementara itu, Natalia pun kini melanjutkan perkataan-nya. namun ia kini sudah tidak mengungkit kekalahan-nya saat berhadapan dengan Madika karena bagi-nya kekalahan itu sendiri juga sudah membuat diri-nya kesal karena ia sendiri juga tidak menyangka akan di kalahkan oleh orang yang level-nya jauh di bawah-nya.
******
Setelah seluruh rangkaian penyambutan siswa baru selesai, kini seluruh siswa sudah beranjak ke kelas-nya masing-masing.
sementara itu, saat ini Madika tampak di ikuti oleh beberapa pria yang terlihat tidak senang dengan sikap Madika.
mereka terlihat seolah ingin menantang Madika untuk bertarung. hal itu bisa di tebak dari ekspresi mereka saat melihat ke arah Madika.
Saat ini Madika sudah tiba di kelas-nya, yakni kelas 1 angin.
di akademi ini setiap siswa di tempat-kan di kelas yang menjadi spesialis elemen Saga-nya. dengan kata lain, di akademi ini setidak-nya ada empat jenis kelas yang akan di masuki oleh siswa-nya.
bagi mereka yang memiliki Saga elemen petir, maka mereka akan di tempatkan di kelas petir, jika Saga-nya elemen api, maka dia akan berada di kelas api, dan begitu hingga seterus-nya.
akan tetapi, bagi mereka yang memiliki kekuatan yang istimewa, yakni pengguna Saga dua elemen, mereka akan di beri pilihan. yakni memilih satu di antara dua elemen yang ia miliki. jadi inti-nya hanya satu saja yang akan di kembangkan dengan bantuan dari guru pembimbing yang merupakan wali kelas mereka.
__ADS_1
Setelah Madika memasuki kelas, tampak di kelas itu terlihat banyak siswa-siswi yang saling mengobrol dan berusaha mengakrab-kan diri satu dengan yang lain.
namun ketika Madika masuk ke kelas, tiba-tiba pandangan mereka semua langsung tertuju ke arah Madika.
Tak lama setelah itu tiba-tiba salah satu gadis datang mendekati Madika.
"perkenalkan, nama-ku Ariel Rifana.... bisakah kau beri tahu-kan nama-mu?" ucap Ariel memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan-nya kepada Madika.
"ca.... cantik sekali...." batin Madika memuji Ariel dengan ekspresi wajah yang tampak terpesona.
Melihat Ariel yang tiba-tiba mendekati Madika, tiba-tiba para pria di kelas itu tampak seperti orang yang sedang berputus asa.
"ba.... bagaimana mungkin?"
"dia itu benar-benar beruntung sekali.... sudah jadi pusat perhatian karena mengalahkan Natalia yang di kenal dengan julukan 'putri sadis pengendali petir api'..... dan sekarang gadis yang sangat cantik itu langsung mendekati-nya begitu saja."
"dunia ini tidak adil.... kalau ganteng langsung dapat perhatian.!"
Berbagai keluh kesah pria-pria jelek itu mulai terdengar. sementara itu para gadis yang saat ini yang tampak berkumpul di salah satu meja malah melihat para pria itu dengan tatapan yang tampak suram.
Sementara itu, kini Madika mengabaikan suara-suara orang yang ia dengar.
ia kemudian menatap wajah Ariel dan langsung menjawab-nya.
"namaku Madika Rosom...." ucapan Madika langsung tertahan karena seketika ia teringat bahwa marga Rosompodapala adalah marga kerajaan, sedangkan saat ini status diri-nya sedang di sembunyikan dan nama keluarga-nya saat ini di ubah menjadi Tumbawani.
"hampir saja aku salah lagi.... sebelum-nya aku sudah menggunakan marga itu saat berkenalan dengan Kulimu, tapi untung saja setelah beberapa hari kami bertarung bersama, ia sempat curiga namun tetap tenang mendengarkan penjelasan-ku sehingga aku bisa langsung menyuruh-nya untuk tutup mulut dan menjadikan hal ini sebagai rahasia kami berdua." batin Madika sambil mengingat kesalahan-nya saat berkenalan dengan Kulimu.
"ehm??...." gumam Ariel sambil memiringkan kepala-nya dan menatap Madika dengan ekspresi meminta penjelasan dari kata-kata-nya.
"aku Madika Tumbawani, senang berkenalan dengan-mu." ucap Madika sambil meraih tangan Ariel yang terulur kepada-nya.
Setelah mereka berkenalan, kini Ariel langsung mengajak Madika untuk duduk di kursi yang bersebelahan dengan diri-nya.
__ADS_1
awal-nya Madika berusaha menolak secara halus namun karena sikap Ariel yang sedikit memaksa membuat Madika pun merasa harus duduk di sebelah-nya.
kini Madika dan Ariel pun duduk bersebelahan. lalu Ariel pun mulai membuka pembicaraan serius dengan Madika.
"boleh aku tahu bagaimana kau mengalahkan Natalia?" tanya Ariel sambil menopang dagu-nya dan menatap Madika dengan ekspresi yang tampak sedikit dingin.
"kenapa ekspresi-nya tiba-tiba berubah begitu?.... bahkan aura di sekitar-nya juga ikut berubah." batin Madika.
"ehm.... soal itu rasa-nya akan sangat lama bila ku jelaskan.... mungkin pertarungan-ku dengan-nya itu bisa di bilang sangat sulit sehingga hanya keberuntungan-lah yang membuat-ku bisa menang dari-nya." ucap Madika menjawab.
"jelaskan saja, aku akan mendengarkan cerita-mu itu dengan teliti." balas Ariel sambil tersenyum manis.
Melihat senyuman manis itu membuat Madika terpesona. kemudian Madika membalas senyuman manis dari Ariel.
"baiklah.... jika kau memaksa maka aku akan menjelaskan-nya..... jadi begini cerita-nya..."
"Perhatian anak-anak! cepat duduk yang rapi! hati ini kita akan menentukan siapa yang akan jadi ketua kelas di kelas ini!" ucap wali kelas yang datang secara tiba-tiba nada dengan tegas.
Tingkatan di dunia Ksatria yang di mulai dari tingkatan terendah.
-Tingkat dasar.
-Tingkat menengah.
-Tingkat atas.
-Tingkat tinggi.
-Ksatria profesional.
-Ksatria Elit.
-Ksatria master.
__ADS_1
-Ksatria legendaris.
-Ksatria Mutlak.