Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Memulai Kekacauan


__ADS_3

Saat ini Madika telah mengeluarkan pedang pusaka milik-nya, yakni pusaka raja monster semut.


Madika kemudian mulai mengangkat pedangnya itu di udara dan mulai menyiapkan jurusnya.


Si ketua sekte dan empat tetua itu kini hanya melihat Madika dan ingin tahu jurus seperti apa yang hendak Madika gunakan.


Tak butuh waktu lama, kini ribuan monster semut langsung bermunculan di udara dan mereka semua tampak sedang melayang di udara.


Ribuan monster semut itu kini berkembang seiring berkembangnya kekuatan dan tingkatan Madika.


Semenjak Madika menerima warisan dari raja monster kera bayangan, kini Madika telah naik ke tingkat master dan hal itu pun membuat semua benda pusaka miliknya juga ikut berkembang dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Melihat kemunculan ribuan pasukan monster semut itu, kini para tetua dan ketua sekte jadi sedikit terkejut dan di otak mereka kini langsung terbesit sebuah pemikiran bahwa Madika saat ini benar-benar sedang mendeklarasikan perang besar melawan seluruh anggota sekte Balumba.


"Bocah ini sepertinya akan melibatkan semua orang!" Ucap ketua sekte.


"Anda benar! Kita tak boleh diam saja!" Timpal tetua Supiri yang berdiri di samping belakang ketua sekte.


Lalu ketua sekte pun langsung berbalik badan.


"Cepat sebarkan pemberitahuan pada seluruh murid sekte dan seluruh anggota sampai para guru di sekte ini! Perintahkan mereka semua berkumpul di sini dan melakukan persiapan perang! Kita akan melawan bocah ini dengan semua kekuatan kita! Kita tak boleh lagi meremehkan bocah ini!" Ucap ketua sekte.


"Tapi ketua, bukankah terlalu berlebihan jika sampai memanggil semua orang?" Tanya tetua Lagonu.


"Ya! Benar kata Lagonu, Jika kita sampai menyerang bocah ini dengan seluruh kekuatan kita, bukankah itu akan merusak citra dan harga diri kita sendiri?... Hanya satu bocah saja sampai mengeluarkan seluruh kekuatan, bukankah itu terdengar lucu?!" Sanggah tetua Kabosu.


"Aku merasakan firasat buruk kali ini! Oleh karena itu sebaiknya panggil semua orang!... Karena tidak akan lucu jika sekte kita hancur dalam satu hari hanya karena ulah satu bocah itu saja!" Balas ketua sekte dengan nada suara yang terdengar tegas.


"Cepat lakukan yang ketua sekte katakan! Aku juga merasakan firasat yang sama dengan ketua sekte!" Ucap tetua Barugo memberi sanggahan.

__ADS_1


Seketika ketiga tetua langsung menoleh ke arah tetua Barugo karena tidak biasanya tetua Barugo berkata seperti itu.


Tetua Barugo yang mereka kenal adalah sosok yang tidak pernah gentar akan apapun itu, dan selalu maju tanpa perlu menakutkan apa pun. Namun kali ini mereka mendengar bahwa tetua Barugo yang pemberani ini juga ternyata bisa merasa takut dan khawatir.


Sementara itu, Madika yang saat ini sudah selesai menyiapkan serta menargetkan seluruh murid dan para guru dari sekte Balumba kini langsung menebaskan pedangnya di udara.


"Serang!!" Teriak Madika.


Seketika itu juga ribuan pasukan monster semut itu pun langsung berjatuhan dan langsung melesat ke arah para guru dan para murid dari sekte Balumba.


Ribuan monster itu memulai kekacauan dan kehebohan.


Kini para guru yang sudah berada di tingkat grand master serta beberapa guru yang berada di tingkat Epic tahap pertama kini langsung berhadapan dengan para monster semut itu.


Tampak pertarungan benar-benar pecah. Ribuan monster semut mulai berpencar dan bertarung dengan sengit melawan para penghuni sekte Balumba.


Beberapa siswa sekte Balumba tampak kesulitan dan banyak yang sudah menjadi korban, sementara para guru yang berada di tingkat grand master serta tingkat Epic tahap pertama masih bisa mengatasi sekelompok pasukan monster semut itu.


"Ayo serang dia sebelum ia mengeluarkan jurus lainnya!" Bentak tetua Barugo sambil melesat ke arah Madika.


Namun dengan tenang Madika langsung mengaktifkan pusaka mahkota raja monster kera bayangan.


Dan setelah itu Madika pun langsung melambaikan tangan kanannya di udara.


"Bangkitlah budak bayanganku." Ucap Madika dengan santainya.


Seketika itu pula muncul empat gumpalan aura hitam yang kini langsung menghampiri tetua Barugo, dan saat gumpalan aura hitam itu berada dekat dengan tetua Barugo, kini empat gumpalan aura hitam itu berubah menjadi empat sosok pria tua. Mereka adalah empat budak bayangan Madika yang sudah berada di tingkat Epic level menengah dan tingkatan itu menyamai tingkatan dari empat teriak sekte Balumba saat ini.


Empat pria tua itu adalah Lingka, salah satu tetua sekte dari klan petir, Akina yang juga mantan tetua klan petir, dan Rionda yang juga merupakan mantan tetua klan petir. Sementara Rukadu sendiri adalah pemimpin kelompok penyelidik yang di kirim oleh sekte Balumba itu sendiri.

__ADS_1


Kini Rukadu langsung menebaskan sebuah pedang ke arah tetua Barugo.


Tetua Barugo yang melihat hal itu langsung terkejut dan dengan refleks langsung melompat ke belakang mencoba menghindari serangan dari Rukadu.


Seketika semua orang yang melihat hal itu langsung terkejut, baik itu orang-orang yang berasal dari beberapa akademi yang masih tinggal di tempat itu maupun ketua sekte dan para tetua sekte lainnya.


"Ap... apa-apaan maksudnya ini? Apa Rionda mengkhianati kita?!" Ucap ketua sekte bertanya-tanya dengan ekspresi wajah yang tampak mulai kesal.


Di sisi lain, Natalia dan para siswa lain kini hanya bisa menatap Madika dari kejauhan dengan ekspresi kagum di wajah mereka.


Mereka benar-benar tidak menyangka, hanya dalam waktu sesingkat ini Madika sudah bisa sekuat itu dan memiliki banyak senjata pusaka yang bisa di andalkan.


"Bocah ini benar-benar penuh dengan kejutan!" Ucap si guru pemandu.


"Anda benar! Tidak ada yang menyangka kalau Madika bisa jadi sekuat itu... Padahal terakhir kali aku melihat pertarungan-nya hanya saat pertandingan antar siswa di akademi, saat itu pertandingan yang di lakukan untuk memperebutkan posisi sebagai pengawal pribadi Natalia dan tentu itu menarik banyak minat dari para ksatria Saga yang memiliki keinginan untuk mendapatkan popularitas dan pekerjaan yang layak di masa depan." Timpal salah satu siswa yang berada di dekat guru pemandu itu.


"Kau benar, tapi sekarang Madika bukan lagi sekedar pengawal pribadi di mata Natalia... Coba lihat bagaimana Natalia memandangi Madika yang sekarang!" Ucap guru pemandu itu sambil melirik ke arah Natalia.


Siswa yang di samping itu pun ikut melirik ke arah Natalia dan melihat Natalia yang saat ini tampak benar-benar sangat bahagia melihat sosok Madika, padahal selama ini ia selalu murung namun kali ini ia benar-benar jadi sangat cerah saat memandangi Madika.


"Hahaha anda benar." Jawab siswa itu.


Di sisi lain, Madika yang telah memunculkan empat orang pengguna Saga tiruan itu pun langsung menatap empat tetua dan ketua sekte dengan tatapan tajam.


"Kali ini aku benar-benar akan serius untuk menghancurkan sekte kalian!" Ucap Madika dengan lantang.


Setelah itu Madika menyimpan kembali pedang pusaka raja monster semut miliknya. Setelah itu ia langsung menggerakkan tangan kanannya ke samping dan seketika itu juga sebuah singgasana muncul dan melayang di udara.


Singgasana itu adalah sebuah pusaka yang bernama singgasana harimau api, dan tampak di samping singgasana itu terlihat di ekor monster harimau api sedang berjaga di singgasana tersebut.

__ADS_1


Lalu Madika pun terbang mendekati singgasana itu dan kemudian duduk dengan santainya di singgasana itu.


Si ketua sekte langsung kesal dengan sikap Madika yang menurutnya sangat angkuh karena di saat-saat seperti ini dia masih sempat-sempatnya membuat sebuah singgasana dan ia hanya duduk memerintah bawahan layaknya seorang raja yang sangat berkuasa.


__ADS_2