
Saat ini Madika sedang duduk bersantai sambil minum tuak di teras rumah pohon itu.
tak lama setelah itu Natalia keluar dari rumah dan melihat Madika yang sedang minum sendiri.
kemudian Natalia pun duduk di sebelah Madika.
"apa yang sedang kau minum itu?" tanya Natalia saat melihat minuman berwarna putih serta sedikit gelembung yang terapung di atas-nya.
"ini minuman yang di ambil dari pohon enau.... ehm.... lebih tepat-nya ini adalah minuman beralkohol." jawab Madika sambil meneguk gelas yang berisikan tuak itu.
Melihat Madika yang tampak asik meminum tuak itu, kini Natalia pun merasa tertarik untuk mencoba meminum segelas tuak itu.
"boleh aku mencoba-nya?" tanya Natalia sambil meraih gelas dari tangan Madika.
"memang-nya kau pernah meminum minuman. beralkohol sebelum-nya?" ucap Madika yang balik bertanya.
"belum, karena itu aku ingin mencoba-nya." jawab Natalia dengan jujur.
"hah...." Madika hanya bisa menghela nafas saat mendengar jawaban Natalia. "baiklah, terserah kau saja.... tapi ingat, kalau mabuk jangan sampai muntah ya, kalau kau muntah setidak-nya keluar dulu dari dalam rumah dan muntah-kan saja semua-nya di luar rumah." ucap Madika menakut-nakuti Natalia agar tidak bersikeras untuk tetap minum.
"aku tidak takut muntah." balas Natalia dengan cepat.
"hah.... dasar keras kepala." batin Madika.
Setelah itu Madika pun menuangkan tuak itu ke dalam gelas yang di pegang oleh Natalia.
saat Natalia meminum tuak itu, wajah-nya terlihat sedikit kusut karena tidak terbiasa dengan rasa minuman itu.
"bagaimana rasa-nya?" tanya Madika sambil meraih gelas dari tangan Natalia.
"rasa-nya sedikit manis bercampur asam dan pahit yang sulit untuk di jelas-kan.... inti-nya rasa minuman ini cukup unik." jawab Natalia menilai rasa minuman itu.
"benar-benar penilaian yang tidak masuk di akal." ucap Madika dalam hati sambil menuang minuman itu ke dalam gelas.
Setelah itu Madika meminum minuman di gelas itu.
sesudah Madika meminum-nya, kini Natalia juga meminta untuk minum segelas lagi.
akhir-nya mereka berdua pun meminum tuak itu secara bergantian hingga akhir-nya tuak itu pun habis.
Setelah tuak itu habis, kedua-nya pun kini terlihat mabuk.
__ADS_1
namun yang mabuk-nya paling parah adalah Natalia karena diri-nya memang belum terbiasa dengan minuman seperti itu.
sedangkan Madika yang sudah pernah meminum minuman seperti itu kini masih bisa sedikit bertahan sehingga tidak mabuk berat.
Sementara itu, Natalia yang saat ini sedang mabuk berat kini tampak kesulitan untuk berdiri dengan benar.
saat ia mulai berdiri, tiba-tiba tubuh-nya bergerak ke samping dengan sendiri-nya.
Madika yang melihat hal itu pun dengan cepat langsung menangkap tubuh Natalia dan menarik-nya kembali karena diri-nya kini hampir jatuh dari atas rumah pohon itu.
"ya ampun.... minum di sini benar-benar lebih berbahaya dari yang ku duga!" batin Madika.
"hei, kau tak apa-apa?" tanya Madika memasti-kan.
"ehm...." Natalia hanya bergumam sambil menatap Madika.
setelah itu Madika pun perlahan membawa Natalia ke dalam rumah.
di dalam rumah kecil mereka itu terdapat dua ruangan untuk beristirahat.
satu ruangan di jadikan sebagai kamar Natalia, dan yang satu-nya lagi adalah kamar Madika.
Kini Madika membawa Natalia ke kamar-nya.
"hei Madika, kenapa rumah pohon ini berputar-putar seperti ini?" tanya Natalia dengan ekspresi konyol-nya.
"dasar gadis bodoh, otak-mu lah yang sedang berputar-putar saat ini." ucap Madika sambil tersenyum manis ketika mendapati pertanyaan konyol dari Natalia.
"hah?.... yang benar saja? bagaiman bisa otak-ku berputar-putar?" balas Natalia.
"hahahaha.... aku hanya bercanda.... untuk sekarang sebaik-nya kau segera tidur agar mabuk-mu bisa sedikit teratasi saat bangun." ucap Madika sambil membaring-kan tubuh Natalia di lantai yang sudah di alas mengguna-kan kain tebal yang terbuat dari kulit hewan.
ketika Natalia kini berbaring di atas kain tebal itu, Natalia pun langsung mengalung-kan kedua tangan-nya di leher Madika.
hal itu pun membuat Madika yang sebelum-nya ingin melepas tubuh Natalia setelah terbaring kini jadi tak bisa langsung pergi begitu saja.
bahkan Natalia kini secara paksa menarik Madika untuk semakin mendekat dengan-nya. hal itu pun membuat Madika semakin terkejut.
kini wajah mereka pun benar-benar saling berdekatan sampai-sampai hidung mereka saling bersentuhan.
"bisa-kah kau tetap di sini?" tanya Natalia sambil perlahan memejam-kan mata-nya.
__ADS_1
Madika yang mendengar permintaan Natalia itu kini hanya diam.
"akhir-akhir ini entah kenapa rasa-nya aku sangat ingin tidur di samping-mu dan memeluk-mu..... jadi bisa-kah kau tetap di sini dan tidur dengan-ku?" ucap Natalia lagi sambil membuka mata-nya dan menatap Madika dengan penuh harap.
Mendengar permintaan Natalia itu, Madika pun terdiam sejenak.
selama ini mereka berdua memang tidak pernah tidur bersama karena harus saling menjaga.
mereka selalu tidur secara bergantian di alam liar saat melakukan penjelajahan.
sementara saat ini mereka berada di tempat yang sudah cukup aman meski-pun kedua-nya sedang tertidur bersama.
setelah beberapa saat terdiam, kini Madika pun perlahan menjatuh-kan tubuh-nya ke samping Natalia.
"hah.... terserah kau saja." ucap Madika tanpa membantah.
Mendengar helaan nafas dari Madika membuat Natalia sedikit tidak enak mendengar-nya.
"apa kau tak suka tidur dengan-ku?..... kau kelihatan-nya sangat berat untuk menerima-nya." ucap Natalia sambil memutar tubuh-nya menghadap Madika yang berada di samping-nya.
sementara Madika yang saat ini sedang menghadap ke atas langsung memberi jawaban.
"bukan begitu, aku hanya menghela nafas karena kelelahan, itu saja kok." jawab Madika.
Setelah Madika berkata seperti itu, kini Natalia langsung naik ke atas tubuh Madika sambil menghadap ke bawah tepat-nya menghadap pada Madika.
Madika pun langsung terkejut melihat apa yang sedang di lakukan oleh Natalia.
"Natalia, kau...." Madika kini tak tahu harus melarang Natalia atau tidak.
ia merasa sedikit bimbang. sejujur-nya ia menyukai wanita yang sedikit agresif namun saat ini bukan-lah waktu yang tepat dan benar karena keadaan pikiran Natalia yang saat ini sedang tidak terkontrol karena mabuk alkohol.
hingga akhir-nya Natalia pun perlahan menyandar-kan kepala-nya di dada Madika.
lalu ia perlahan menutup mata-nya dan tertidur di atas tubuh Madika.
Madika yang melihat hal itu kini tampak menghela nafas lega karena ternyata Natalia tidak berbuat nekat meski-pun sudah mabuk berat.
"seperti-nya aku terlalu banyak pikiran." ucap Madika dalam hati.
kemudian Madika pun merangkul tubuh Natalia mengguna-kan kedua tangan-nya. lalu ia pun perlahan menutup mata-nya.
__ADS_1
kini mereka berdua pun langsung tertidur lelap.