
Saat ini Madika memunculkan hampir semua pasukan milik-nya yang berasal dari senjata pusaka miliknya.
Kini mulai dari ratusan budak bayangan, seribu pasukan kera bayangan serta ribuan pasukan monster semut langsung melakukan tugas mereka yakni berperang melawan para Niverom yang datang ke tempat itu.
Kini seluruh pasukan milik Madika langsung menggempur barisan terdepan para Niverom dan membunuh semua Niverom lainnya yang saat ini berada di bawah tekanan aura Saga milik Madika.
Sementara itu Niverom yang tidak terkena tekanan udara Saga Madika kini langsung mencoba mengejar orang-orang yang mencoba untuk mundur atas perintah dari Madika.
Namun mereka tak sempat mengejar karena kini ribuan pasukan Madika langsung turun tangan dan mengacaukan serangan para Niverom itu.
Mereka kini langsung menghajar para Niverom secara bersamaan dan mulai mengerumuni para Niverom itu.
Para Niverom itu tentunya kalah jumlah dari pasukan milik Madika karena pada dasarnya pasukan milik Madika memang jauh lebih banyak dari mereka.
Hal itu di karenakan para Niverom saat ini sedang bergerak dengan tersebar ke berbagai tempat di kerajaan ini.
Namun sebenarnya bukan hanya di kerajaan ini saja penyerangan itu terjadi karena di dua kerajaan lainnya saat ini juga telah mengalami masalah yang sama, yakni terjadi serangan para Niverom.
Kini pasukan Madika mengambil alih keunggulan dalam pertarungan tersebut.
Sementara itu, Lompu yang melihat segerombolan pasukan milik Madika itu kini hanya bisa menganga dan takjub dengan kekuatan Madika saat ini.
"Pantas saja ia bisa menghancurkan klan petir serta memporak-porandakan sekte Balumba, ternyata bocah ini memiliki kekuatan tingkat Legendaris!... Tapi anehnya kenapa sebelumnya ia hanya berada di tingkat master dan tiba-tiba langsung Menerobos ke tingkat legendaris?... Apa jangan-jangan ia menggunakan jurus tertentu untuk meningkatkan kekuatannya dalam waktu yang terbatas?" Pikir Lompu menganalisa apa yang sedang ia lihat saat ini.
Beberapa saat kemudian, kini lima Niverom ya h sebelumnya bertarung dengan empat tetua serta mantan ketua sekte kini tiba di tempat Madika.
Mereka kini melihat sosok Madika dari kejauhan.
Mereka bisa melihat saat ini Madika sedang melayang di udara dengan menggunakan sayap angin dan seluruh tubuhnya kini sedang di baluti oleh energi Saga tingkat legendaris yang terus meluap-luap dari dalam tubuhnya.
Seketika kelima Niverom itu pun langsung terkejut dan hanya bisa menatap Madika dengan mata yang terbelalak.
Dalam waktu sesaat mereka berlima langsung terdiam melihat hal itu karena ternyata apa yang mereka pikirkan sebelumnya berada di luar dugaan mereka.
Mereka yang sebelumnya mengira bahwa orang yang berada di tingkat legendaris itu adalah seorang kakek tua ternyata bukan kakek tua melainkan seorang pemuda yang bahkan masih berusia belasan tahun.
"Ya... Yang benar saja?!" ucap Niverom satu dengan ekspresi tidak percaya.
"Siapa bocah ini?! Aku belum pernah mendengar tentang dirinya sebelum-nya!" Sanggah Niverom dua.
"Bocah ini terlalu cepat naik ke tingkat Epic!... Apa jangan-jangan dia menggunakan jurus tertentu untuk meningkatkan kekuatannya?" Sambung Niverom tiga.
__ADS_1
"Jika seperti itu maka seharusnya ada harga untuk jurus sekuat itu!" Timpal Niverom empat.
"Sebenarnya masih ada satu kemungkinan lainnya, bisa saja bocah ini adalah sosok Ksatria di masa lalu yang bereinkarnasi kembali ke masa kini!" Balas Niverom lima.
"Benar juga!... Lagi pula saat ini kita juga sedang mencari reinkarnasi dari sang kristal! Mungkin saja para pilar terdahulu juga bisa bereinkarnasi layaknya sang kristal itu sendiri!" Ucap Niverom tiga.
Mendengar ucapan Niverom tiga, kini semuanya memiliki kesimpulan yang sama, yakni menganggap Madika sebagai reinkarnasi dari salah satu pilar di masa lalu.
Setelah itu, kini kelima Niverom itu langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing.
Ada yang menggunakan sebuah tombak, pedang, kapak besar, dan panah.
Dari kejauhan Niverom pengguna panah langsung melesatkan anak panahnya ke arah Madika.
Anak panah berelemen api itu kini berubah menjadi sangat banyak dan menjadi sebuah hujan anak panah yang melesat ke arah Madika.
Madika menyadari serangan itu kini langsung mengangkat tangan kanannya dengan santai dan seketika itu juga terbentuklah sebuah perisai angin yang sangat kuat di hadapannya.
Perisai angin itu pun kini menghalau semua serangan anak panah api milik si Niverom tersebut.
Di sisi lain, empat Niverom lainnya kini sudah melesat dan berada di jarak kira-kira 30 meter dari tempat Madika saat ini.
Keempat Niverom itu langsung terkejut melihat kedatangan perisai angin itu.
Dengan cepat mereka pun langsung menghindar secara berpencar ke empat arah.
Setelah itu kini si pengguna pedang langsung melemparkan pedang-nya di udara dan setelah itu ia menggerakkan kedua telapak tangannya dengan berbagai variasi gerakan.
Setelah itu kini ia mengangkat kedua tangannya itu.
Seketika itu pula kini dua elemen yang berasal dari kedua tangannya keluar dan mulai menyelimuti pedang tersebut.
Pedang itu kini di lapisi menggunakan elemen petir dan elemen api.
Tidak hanya di lapisi saja, bahkan kini ukuran dari pedang itu langsung bertambah besar secara berkala hingga akhirnya pedang petir api itu berubah menjadi pedang raksasa.
"Pedang petir api!" Ucap Niverom pengguna pedang itu sambil melesatkan pedang tersebut ke arah Madika.
Kini pedang raksasa itu pun langsung melesat dengan cepat ke arah Madika, namun Madika yang melihat hal itu kini langsung memunculkan monster kera bayangan raksasa miliknya.
Monster raja kera bayangan berukuran raksasa itu kini di masuki oleh Madika dan di kendalikan secara langsung oleh Madika.
__ADS_1
Kini tongkat kaisar rotan api yang sebelumnya berada di tangan Madika langsung lenyap dan tersimpan di tempat penyimpanan milik Madika dan sesaat setelah itu di kedua tangan Madika muncul pedang.
Kini Madika langsung mengayunkan pedang bayangannya itu ke arah pedang petir api milik si Niverom, dan seketika itu juga monster raja kera bayangan berukuran raksasa itu kini mengikuti pergerakan Madika dan langsung menebas ke arah pedang petir api itu.
DUAAARRRR!!
Seketika pedang petir api milik Niverom itu pun langsung meledak akibat tebasan pedang bayangan raksasa milik Madika.
Lalu Madika bergerak memutar sambil mengayunkan pedang yang satunya ke arah Niverom lainnya dan di saat yang bersamaan kini monster raja kera bayangan raksasa itu mengikuti gerakan Madika dan langsung menebas ke arah Niverom itu dengan cepat.
Seketika tebasan itu langsung menghantam Niverom pengguna tombak dan pengguna kapak raksasa yang sedang menyiapkan jurus terkuat yang mereka miliki.
Madika saat ini sengaja menargetkan mereka berdua sebelum Madika kehabisan tenaga untuk mengendalikan energi Saga tingkat legendaris milik-nya itu.
DUAAARRRR!!!
Pedang besar milik monster bayangan raksasa itu kini menghantam kedua Niverom itu.
Namun kedua Niverom itu masih sempat memblokir tebasan pedang Madika, namun sayangnya mereka tetap terdorong akibat tebasan itu.
"Ku... Kuat sekali!" Ucap Niverom pengguna tombak yang tampak kesulitan menahan serangan Madika.
"Aku tak bisa bertahan lagi!" Ucap si pengguna kapak besar yang saat ini melihat kapaknya sudah mulai retak.
Tak butuh waktu lama, kini tombak dan kapak kedua Niverom itu langsung hancur berkeping-keping dan pedang bayangan Madika langsung menghantam mereka berdua.
Hantaman itu menghasilkan ledakan yang cukup kuat dan dari ledakan itu kini membuat kedua Niverom langsung terhempas dengan sangat kuat ke tanah dan mereka berdua pun langsung menghantam tanah dengan sangat kuat serta menghasilkan efek ledakan yang cukup besar hingga akhirnya keduanya tewas seketika.
Di sisi lain, Niverom pengguna pedang yang satunya lagi kini langsung menyerang Madika menggunakan sebuah serangan Naga halilintar dan naga api, namun dengan cepat Madika langsung memutar lagi tubuhnya seraya mengayun-kan kedua pedangnya ke arah Niverom itu.
DUAAARRRR!!!
Hanya dengan satu tebasan menggunakan dua pedang itu saja kini membuat Niverom itu langsung terhempas dan mati seketika.
Kemudian Madika pun langsung menghilangkan kedua pedang milik-nya itu dan dengan segera ia memunculkan sebuah tongkat bayangan.
"Tidak ku sangka batas waktuku kini sudah habis!" Ucap Madika yang kemudian mengangkat satu tangannya di depan dada dan memposisikan telapak tangan-nya menghadap ke samping sementara jari telunjuk dan jari tengahnya di biarkan tegak lurus dan jari lainnya di tekuk.
Madika kemudian menyegel kembali Saga tingkat legendaris milik-nya itu dan setelah itu ia pun langsung mengangkat tongkat bayangan miliknya serta memutar-mutar tongkat itu di udara.
Kini energi Saga tingkat Legendaris telah tersegel dan ia tampak energi yang sebelumnya meluap-luap dari tubuh Madika kini sudah tidak ada lagi.
__ADS_1