
Beberapa saat ketika serangan petir dewa yang di lancarkan oleh ksatria petir terus menyambar, kini perisai api yang di miliki oleh tiga Niverom itu mulai retak lagi.
"tchi!!.... jurus orang ini sangat merepotkan!" ucap salah satu Niverom.
"tetap fokus bertahan!.... jika kita memaksakan diri untuk menyerang di saat seperti ini sudah pasti kita akan mati!" ucap Niverom 2.
"ini benar-benar di luar dugaan-ku!" batin Niverom 3 yang sebelum-nya meremehkan para ksatria.
note: tiga Niverom kita sebut saja dengan Niverom 1, 2, dan 3.
sedangkan ksatria kita sebut saja ksatria 1, dan 2.
Tak lama setelah itu, tiba-tiba tampak ribuan pedang es melesat cepat ke arah tiga Niverom itu.
Melihat hal itu, tiga Niverom itu langsung terbelalak dan dengan segera memperkuat perisai mereka.
"fokus perkuat perisai! jika tidak kita akan mati!" ucap Niverom 1.
Baru saja mengatakan hal itu, tiba-tiba Niverom 3 langsung tertusuk es runcing yang menjulang dari bawah tanah.
melihat hal itu, Niverom 1 dan 2 langsung terkejut dan tiba-tiba di bawah kaki mereka muncul es runcing yang bergerak ke atas. namun kedua Niverom yang menyadari hal itu dengan refleks langsung melapisi tanah yang mereka pijaki menggunakan perisai api mereka sehingga es itu meleleh dan tak bisa menjulang lebih tinggi lagi.
"sial!.... mereka bisa menahan-nya!" ucap ksatria 2 si pengguna Saga es.
"jangan berhenti!.... lanjut-kan terus!.... tinggal kau saja jalan terakhir untuk mengalahkan mereka!" tegas ksatria 1.
"ya!.... aku sedang berusaha sekuat tenaga saat ini!." ucap ksatria dua sambil terus mengaktifkan jurus-nya itu.
Kini ksatria dua terus menguras Saga-nya untuk menggunakan teknik-nya.
__ADS_1
teknik Saga ksatria dua kini terus menyerang. tampak pedang es terus menghantam perisai api. bukan hanya itu saja, tampak juga es runcing terus bermunculan dari tanah untuk menusuk perisai api itu.
namun apa daya, semua serangan es itu berhasil di leleh-kan meskipun sempat membuat perisai api retak namun itu tak ada guna-nya karena Niverom yang berusaha bertahan tentu punya banyak energi untuk di fokuskan memperkuat perisai api.
Di tempat pertarungan mereka terlihat sangat kacau.
banyak petir yang menyambar dan menghantam tanah, di sertai badai pedang es dalam jumlah banyak.
tempat itu tampak penuh dengan lubang-lubang besar di tanah. bukan hanya itu saja, di tempat itu kini tampak di tutupi oleh asap dari ledakan yang di hasilkan oleh badai petir serta kepulan debu yang di sebabkan oleh hantaman es dengan tanah.
"tchi!.... apa masih belum selesai-selesai juga?!" ucap Niverom satu.
Beberapa saat setelah itu, kini badai petir langsung terhenti, pertanda bahwa durasi jurus petir dewa telah berakhir.
"akhir-nya petir ini selesai juga!" ucap Niverom dua. "kalau cuma es, kita hanya perlu memperkuat api kita untuk melelehkan es-nya."
Baru saja berkata seperti itu, tiba-tiba perisai api milik Niverom dua langsung pecah karena terkena hantaman pedang es serta es runcing yang muncul dari bawah tanah.
"yang benar saja!" ucap Niverom dua dengan kesal.
"sudah ku bilang fokus perkuat perisai api-mu dan jangan teralihkan oleh hal-hal lain!" ucap Niverom satu.
"sial@n!!" bentak Niverom dua sambil mengeluarkan pedang api-nya dan menebas semua pedang es yang melesat ke arah-nya sambil melompat-lompat menghindari es runcing yang menjulang dari bawah tanah.
"ini benar-benar merepotkan!.... aku harus menunggu saat yang tepat!... jika aku lengah maka stamina-ku hanya akan terbuang sia-sia karena harus menghindari semua serangan es ini." batin Niverom satu dengan ekspresi serius.
Sementara itu, ksatria dua saat ini terlihat mulai gelisah karena diri-nya sudah mendekati batas penggunaan Saga-nya.
"ini benar-benar berbahaya!.... jika tidak ku selesai-kan sekarang maka semua usaha kami akan sia-sia!" batin ksatria dua.
__ADS_1
Sementara itu, Niverom dua yang terus menghindar sambil menangkis serangan es ksatria dua kini tampak kesal.
"menghindar terus tak ada guna-nya!" ucap-nya dengan tegas.
setelah mengatakan hal itu, ia pun langsung berlari dengan kecepatan tinggi ke arah ksatria dua.
saat ia berlari tampak banyak es runcing yang dengan cepat muncul dari bawah tanah dan menusuk ke atas.
hal itu pun membuat Niverom dua harus berlari dengan pola zig-zag untuk menghindari es runcing itu.
tidak hanya itu saja, si Niverom dua itu saat ini juga harus menghadapi banyak pedang es yang melesat ke arah-nya.
melihat ada pedang es yang mengarah ke kepala-nya, Niverom itu dengan cepat berguling ke depan untuk menghindari pedang. ketika pedang itu terhindari, ia kini melihat tiga pedang es melesat ke arah perut, leher, dan kaki-nya.
melihat hal itu ia dengan cepat menebas pedang yang mengarah ke leher. lalu dengan segera ia memutar tubuh-nya sambil menebas pedang es yang mengarah ke kaki-nya. setelah itu ia pun langsung melompat karena tiba-tiba di bawah kaki-nya muncul es runcing yang menusuk ke atas. hal itu memaksa-nya untuk melompat lalu menebas pedang es yang mengarah ke perut-nya itu sambil berputar di udara.
Niverom satu yang melihat tindakan Niverom dua itu kini terlihat terkejut dengan mata terbelalak.
"dia sudah terlalu nekat!.... tapi tidak ku sangka ia bisa menghindari semua serangan itu!." batin Niverom.
"meskipun begitu...." ucap ksatria dua dalam hati sambil menatap Niverom dua yang terus maju dan menerjang jurus es-nya.
"itu belum cukup!.... serangan es dari ksatria itu masih terus berlanjut!" batin Niverom satu yang menatap ksatria dua dari kejauhan.
"sekarang akan ku kerahkan seluruh kekuatan-ku!!" teriak ksatria dua sambil mengangkat tangan kanan-nya setinggi mungkin.
Setelah mengatakan hal itu, kini pedang e dan es runcing yang menyerang Niverom dua menjadi semakin banyak. tidak hanya itu saja, saat ini serangan yang di lancarkan ke arah Niverom dua jauh lebih kuat dari serangan yang di arahkan ke Niverom satu.
hal itu pun membuat Niverom satu tampak membuka mata-nya lebar-lebar seolah menyadari sesuatu.
__ADS_1
Sementara itu, Niverom dua yang saat ini di serang habis-habisan langsung terlihat makin kesal. ia juga kini terlihat kelelahan karena dari tadi tak bisa mendekati ksatria dua.
"si@l!!.... aku sama sekali tak bisa mendekat." ucap Niverom dua sambil melompat ke belakang karena ada es runcing muncul di bawah kaki-nya. bahkan saat belum mendarat pun ia masih harus menebas beberapa pedang es yang melesat ke arah-nya.