
Mendengar ucapan Nina, Madika jadi sedikit terkejut karena tiba-tiba Nina berkata tegas seperti itu kepada-nya.
ketika Nina hendak berdiri dan ingin menjauh dari tubuh Madika, saat itu Madika melihat serangan bola api yang mengarah ke arah mereka berdua.
Madika pun dengan cepat menarik Nina kembali mendekati tubuh-nya yang masih terbaring di atas tanah.
ia langsung memeluk tubuh mungil Nina sambil mengarahkan tangan kanan-nya ke depan untuk menciptakan perisai angin untuk menangkis serangan bola api itu.
Bola api itu kini menghantam perisai angin Madika. terjadi ledakan yang cukup kuat saat bola api menghantam perisai angin.
~DUARRR!!~
Ledakan terjadi. tampak asap hasil ledakan itu menutupi Nina dan Madika.
tapi Natalia tahu bahwa mereka masih baik-baik saja karena serangan-nya berhasil di blokir oleh Madika. hal itu pun membuat Natalia langsung menyerang menggunakan bola api yang jumlah-nya cukup banyak serta menggunakan Sambaran petir yang cukup kuat.
Sementara itu, Nina saat ini terlihat sedikit ketakutan karena serangan bertubi-tubi dari Natalia terus menghantam perisai angin milik Madika.
Madika menyadari ketakutan dan kekhawatiran nina, namun ia tak bisa bergerak cepat saat ini karena fokus memperkuat perisai-nya.
ia bahkan kesulitan untuk berdiri sehingga ia terus berbaring di atas tanah bersama Nina.
"tchi!! ini benar-benar situasi yang tidak ku ingin-kan.... aku benar-benar di buat terdesak." batin Madika. "harus-nya tadi aku menyebarkan lagi peluru angin-ku agar bisa di gunakan di saat-saat seperti ini.... tapi seperti-nya Natalia sudah menduga trik ini, karena itulah dia langsung menyerang-ku sebelum aku membuat rencana!"
Di sisi lain, Mindo yang melihat Madika yang terdesak dengan serangan bertubi-tubi dari Natalia kini hanya tertawa.
ia tertawa terbahak-bahak mengejek Madika. ia terlihat sangat senang dan kini makin banyak mengeluarkan kata-kata yang sombong dan angkuh.
Natalia tak tahan mendengar perkataan Mindo. ia tampak kesal, hal itu bisa di lihat dari raut wajah Natalia yang saat ini terlihat seolah ingin menyerang Mindo juga.
"berhentilah bicara dan lakukan tugas-mu b0doh!" ucap Natalia dengan tegas dan terdengar mengintimidasi.
Mindo langsung terdiam karena diri-nya tiba-tiba merasakan aura yang menakutkan yang terpancar dari tubuh Natalia.
"iya-iya.... akan ku lakukan." ucap Mindo patuh.
"tchi! dasar monster!... sudah dari tadi ia banyak menggunakan Saga-nya, tapi sampai saat ini pun saga-nya sama sekali tidak habis, stamina-nya juga luar biasa!.... dia seperti bukan manusia saja!" batin Mindo tanpa menoleh ke arah Natalia yang saat ini sedang ia bicarakan dalam hati.
__ADS_1
Setelah itu Mindo pun langsung mengaktifkan jurus-nya, dan tampak dari dekat Mindo es runcing yang mulai menjulang dari bawah tanah.
es itu terus bermunculan hingga terlihat seperti sebuah pagar yang bergerak ke arah Madika dan Nina.
Madika tentu-nya sudah tahu hal itu akan terjadi.
dia sudah memprediksikan bahwa Mindo akan menyerang saat Madika dan Nina terdesak.
Saat ini tempat Madika dan Nina di serang di kelilingi oleh asap dari ledakan api serta Sambaran petir dari Natalia.
Madika pun kini memutuskan untuk mencari cara kabur.
"Nina...." ucap Madika yang masih memeluk Nina yang berada di atas tubuh-nya.
"ada apa?.... apa kita tak bisa menang?" tanya Nina dengan wajah khawatir.
"ya.... untuk sekarang aku akan menghindari pertarungan ini bersama-mu.... tapi ini akan sedikit kasar jadi tolong jangan keberatan." jelas Madika.
"kasa....." ucapan Nina terhenti.
Tanpa menunggu jawaban dari Nina, Madika langsung bertindak cepat karena waktu sangat mendesak.
Madika memeluk erat tubuh Nina menggunakan kedua tangan-nya.
lalu di bawa-nya Nina berguling ke samping untuk menghindari serangan dari Mindo dan Natalia secara bersamaan.
tindakan Madika itu memang bisa terbilang agak kasar karena cara itu bisa saja membuat Nina terbentur oleh sesuatu yang ada di atas tanah.
"HUWAAAA!!" teriak Nina yang terkejut dengan tindakan Madika.
Setelah beberapa kali berguling dan berhasil menghindari serangan, kini Madika menemukan posisi yang tepat untuk membawa Nina kabur.
saat ini Madika berada di atas tubuh Nina.
Madika dengan cepat mengangkat tubuh-nya dan menarik tubuh Nina dengan pelukan yang sangat erat.
ia kemudian berdiri dengan cepat lalu di gendong Nina seraya melompat ke arah dahan pohon terdekat.
__ADS_1
saat melompat Nina sempat hampir berteriak karena diri-nya belum pernah melakukan hal ekstrim seperti itu.
hal baru itu tentu membuat-nya terkejut dan membuat mulut-nya lepas kendali untuk berteriak.
Namun, belum sempat berteriak kini bibir Madika sudah mendarat ke bibir mungil Nina yang terlihat manis itu.
wajah Nina memerah, ia tak bisa berteriak karena Madika menahan bibir Nina dan *******-nya dengan lembut.
Nina makin terkejut, jantung-nya makin berdegup kencang, ia ingin berteriak tapi tidak bisa.
pertarungan ekstrim tadi sudah cukup membuat jantung Nina berdetak kencang, tapi kini ia di buat makin berdebar-debar oleh tindakan Madika yang entah bisa di sebut romantis atau malah harus di sebut gila karena sempat melakukan hal itu di tengah pertempuran.
Setelah mendarat di dahan pohon terdekat, kini Madika kembali melesat ke dahan pohon lain-nya untuk menjauhi tempat pertarungan mereka itu.
setelah cukup jauh ia langsung mendarat di sebuah semak-semak yang sangat rimbun.
Setelah mendarat, ia langsung melepaskan ciuman-nya itu dari bibir mungil Nina.
"cepat hentikan peredaran Saga di seluruh tubuh-mu agar mereka tak dapat mendeteksi keberadaan kita." ucap Madika yang tampak tergesa-gesa karena khawatir.
Nina yang mendengar perintah itu langsung mengangguk patuh seolah lupa dengan apa yang baru saja Madika lakukan pada diri-nya.
Nina pun langsung menghentikan peredaran Saga di seluruh tubuh-nya, begitu pula dengan Madika yang sudah melakukan-nya sesaat setelah mendarat.
Di sisi lain, Natalia dan Mindo tampak masih melakukan serangan di tempat Madika dan Nina sebelum-nya. mereka masih belum menyadari kalau Nina dan Madika sudah berhasil kabur karena mereka tak dapat melihat pergerakan Madika yang memanfaat-kan asap untuk berkamuflase saat kabur.
Sesaat kemudian Natalia mulai curiga dan menghentikan serangan-nya.
"kenapa sekarang rasa-nya serangan-ku terlihat begitu polos?" batin Natalia yang merasa ada yang aneh. "rasa-nya seperti tidak ada yang menghentikan serangan-ku."
"hei bod0h! hentikan serangan dan coba aktifkan teknik pendeteksian-mu!" perintah Natalia sambil menoleh pada Mindo.
Mindo merasa kesal dengan cara Natalia memerintah-nya. tapi ia tetap melakukan sesuai perintah Natalia.
ketika Mindo menyebarkan Saga-nya untuk melakukan pendeteksian, ia sudah tak bisa merasakan keberadaan Nina dan Madika.
"seperti-nya mereka sudah mati." ujar Mindo sambil menoleh pada Natalia.
__ADS_1
Natalia tidak puas dengan ucapan Mindo. ia pun langsung memastikan-nya sendiri dan mengaktifkan teknik pendeteksian-nya, dan hasil yang ia dapat-kan sama seperti yang di dapatkan oleh Mindo.