Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris

Reinkarnasi Sang Ksatria Legendaris
Bertemu Kembali


__ADS_3

Pria yang kini di todong oleh Madika itu juga. tampak terkejut. ia tak sempat bergerak dan langsung berhenti begitu saja.


"eh....? Madika?" ucap pria yang di todong oleh Madika.


Madika sedikit terkejut, ia menurunkan pedang angin-nya karena ternyata pria yang di todong-nya itu adalah Niko.


tak lama setelah itu kini Fany datang ke tempat itu dari arah belakang Niko.


"rupa-nya kalian ada di sini!" ucap Fany bersemangat saat melihat Madika dan Nina.


Setelah itu, kini Madika langsung menurunkan pedang angin-nya.


lalu pedang angin itu seketika lenyap dari tangan-nya.


"tidak ku sangka kalian masih hidup." ucap Madika dengan ekspresi datar.


"sial@n.... memang-nya kau pikir aku akan mati dengan mudah hah?" balas Niko dengan ekspresi jelek.


"ehmm.... aku juga berpikir begitu, soal-nya saat kami pergi menemui kalian, kami hanya bertemu dengan Natalia dan Mindo, jadi kami pikir kalian berdua telah di kalahkan oleh mereka." ucap Nina memberi penjelasan.


"ohh.... begitu ya." ucap Fany sambil memegang dagu-nya. lanjut-nya, "sebenar-nya saat itu kami menyadari kedatangan dua musuh dari arah yang berlawanan dengan kalian, jadi, setelah mengalahkan lawan kami, kami pun segera menggunakan trik yang kau ajarkan itu agar keberadaan kami tidak di ketahui oleh musuh.... tapi kami sama sekali tidak menyangka kalau kalian berdua akan menghampiri musuh itu." jelas fany pada Madika.


"meskipun sudah tahu ada musuh, tapi tetap saja kami hampir di habisi karena Fany yang sangat keras kepala.... kalau aku tak menyuruh-nya untuk segera menghilangkan keberadaan, pasti kami sudah di temukan oleh Natalia dan Mindo." ucap Niko dengan ekspresi menyindir Fany.


"hehehehe...." Fany tertawa kecil.


"syukurlah kalian baik-baik saja." ucap Nina menyela.


"uhmm...." gumam Fany sambil mengangguk-kan kepala-nya sekali.


"oh iya, kami baru saja di kejar oleh batas area yang sedang menyusut..... untuk sekarang sebaik-nya kita pergi dari tempat ini." ujar Niko.


"kita tunggu sebentar lagi..... kita saat ini tidak tahu apakah batas area masih terus bergerak sekarang atau sementara berhenti dan menunggu sepuluh menit berikut-nya.... jadi sebaik-nya kita tunggu saja dulu sampai batas area-nya bisa kita lihat." jelas Madika.

__ADS_1


"uhmm.... apa kau punya rencana sampai harus menunggu sampai batas area-nya terlihat?" tanya Fany.


"tentu saja." jawab Madika sambil mengangguk-kan kepala-nya. "inti dari rencana-ku adalah menghemat energi hingga akhir..... jadi untuk sekarang kita biarkan yang lain-nya bertarung satu-sama lain, sementara itu kita terus menyimpan tenaga hingga akhir." jelas-nya.


<~>


Di sisi lain, saat ini tampak Natalia dan Mindo sedang bersembunyi di salah satu wilayah yang berada dalam area pembatas.


mereka tampak sedang berusaha menghindari siswa lain-nya karena mereka juga memiliki rencana yang sama dengan Madika.


"sampai saat ini aku belum merasakan keberadaan pengguna Saga lain-nya..... seperti-nya siswa-siswa lain-nya yang tersisa di sini juga memiliki pemikiran yang sama dengan kita." ucap Natalia.


"kau benar, seperti-nya mereka semua juga berusaha untuk menghindari pertarungan yang tak berarti.... apa lagi saat ini yang tersisa pasti kelompok-kelompok yang sudah mengumpulkan gantungan kunci." balas Mindo.


Tak lama setelah itu, kini terdengar sebuah pemberitahuan menyusut-nya batas area.


"ayo pergi dari sini.... batas area sudah mulai menyusut lagi." ucap Natalia sambil melihat batas area yang berada sekitar 50 meter dari tempat mereka bersembunyi.


"uhmm...." gumam Mindo sambil mengangguk.


mereka melompat dari satu dahan pohon ke dahan pohon lain-nya sambil memperkirakan di mana kira-kira batas area berhenti menyusut.


"batas area ini menyusut dengan jarak 500 meter, jadi kita cukup perkirakan saja sudah sejauh berapa meter kita bergerak." ujar Natalia.


"tenang saja, begini-begini aku ini ahli-nya mengukur jarak." balas Mindo dengan penuh percaya diri.


"kalau begitu ku serahkan pada-mu untuk memperkirakan." balas Natalia memberi kepercayaan pada Mindo.


"oke..." jawab Mindo cepat.


Belum tiga menit Natalia dan Mindo bergerak, tiba-tiba mereka mendeteksi keberadaan pengguna Saga lain-nya.


"tunggu sebentar, ada yang sedang bergerak ke arah kita.... jumlah-nya tiga orang!" ucap Natalia dengan tegas.

__ADS_1


"seperti-nya mereka datang dengan niat bertarung." sambung Mindo.


"tidak! menurut-ku mereka hanya ingin mendesak kita karena kita berada dekat dengan batas area." balas Natalia meluruskan.


"apa mereka pikir mereka bisa mendesak kita hah?! dasar bod0h!" ucap Mindo dengan ekspresi angkuh di wajah-nya.


"mungkin mereka tidak berniat bertarung secara langsung, bisa jadi mereka sedang menguji apakah kita akan menghindari mereka atau justru maju menghadapi mereka.... selain itu kita berada di posisi yang kurang menguntungkan karena jika mereka melancarkan serangan jarak jauh, bisa-bisa kita benar-benar akan terdesak dan berakhir di sini." jelas Natalia.


lalu Natalia menoleh ke arah Mindo dengan ekspresi kesal. "sudah ku bilang sebelum-nya, jangan pernah meremehkan lawan-mu." ucap Natalia.


"maaf-maaf.... baiklah aku akan sedikit lebih serius sekarang." ucap Mindo dengan patuh.


"seperti-nya dia yang sekarang sedikit berbeda, padahal dulu dia sendiri juga sering meremehkan lawan-nya.... apa mungkin saat ia di kalahkan oleh Madika karena saat itu ia terlalu meremehkan Madika dan membuat diri-nya sendiri lengah.... kalau di pikir-pikir sebelum-nya juga aku kalah dari Madika karena terlalu meremehkan Madika." batin Mindo. lanjut-nya, "sebaik-nya aku harus mulai koreksi diri seperti yang di lakukan oleh Natalia saat ini."


Setelah membuat keputusan, kini Mindo pun langsung menatap ke depan dengan ekspresi yang tampak serius. kali ini ia benar-benar akan serius menghadapi lawan yang bahkan belum ia ketahui seperti apa yang saat ini sedang datang menghampiri mereka.


Beberapa saat kemudian, ketika jarak antara kelompok Natalia dan kelompok misterius itu berada sekitar 100 meter, tiba-tiba kelompok misterius itu berhenti.


Natalia yang menyadari hal itu langsung merentangkan tangan kanan-nya ke samping untuk menghentikan Mindo.


"mereka berhenti, sebaik-nya jangan bertindak gegabah." ucap Natalia.


"kira-kira apa yang sedang mereka rencanakan?" ucap Mindo bertanya.


"entahlah, tapi menurut dugaan-ku, mereka sudah memprediksi-kan bahwa kita juga akan berhenti jika mereka berhenti.... dengan kata lain, mereka berniat menahan pergerakan kita hingga batas area berada dekat dengan kita, lalu setelah itu mereka akan menyerang kita dengan teknik Saga dengan jangkauan serangan yang luas." ucap Natalia memperkirakan.


"kalau begitu sebaik-nya kita segera menjauh dari sini!" balas Mindo.


"itu tidak perlu." ucap Natalia sambil mengangkat tangan kanan-nya serata dengan bahu.


"kita hanya perlu menyerang lebih dulu sebelum mereka." ucap Natalia.


seketika dari telapak tangan Natalia muncul api yang membara. api itu menjalar hingga ke lengan bawah Natalia. lalu seketika muncul sangat banyak percikan petir di tangan kanan-nya itu.

__ADS_1


Mindo yang melihat teknik itu kini terdiam. ia bisa merasakan bahwa itu adalah teknik tingkat tinggi, teknik yang sangat kuat di banding dengan teknik-teknik yang di pelajari oleh siswa tingkat atas.


__ADS_2