
Saat ini Madika berada dalam kepulan asap yang sangat tebal itu.
tak lama setelah itu tiba-tiba kepulan asap tebal itu terhempas oleh hembusan angin yang di lancarkan oleh Madika.
Kini Madika terlihat sedang memegang pedang-nya lurus ke samping.
setelah itu Madika pun mengayun pedang-nya ke arah Natalia dan terbentuklah gelombang angin yang kini melesat ke arah Natalia.
Melihat gelombang angin itu, kini Natalia pun langsung menghentak-kan kaki-nya ke lantai dan seketika muncul beberapa petir menyambar dari lantai ke udara yang kemudian bergerak memutar di sekeliling tubuh Natalia dan memblokir gelombang angin milik Madika.
Setelah itu kini Natalia mengayun tangan-nya ke depan.
seketika itu juga petir yang tadi mengelilingi Natalia kini langsung melesat ke arah Madika.
Melihat serangan petir itu, kini Madika pun langsung menggerak-kan tangan-nya beberapa kali setelah itu ia mengayun-kan tangan ke arah datang-nya serangan petir Natalia.
Seketika itu juga sebuah angin puyuh dengan tinggi kurang lebih 5 meter langsung bergerak maju menghadapi petir itu.
Saat petir itu menabrak angin puyuh dari Madika, kini petir-petir itu langsung terhisap oleh angin puyuh itu, dan petir-petir itu kini tampak berputar-putar searah dengan pergerakan putaran angin puyuh.
Kini angin puyuh bermuatan petir itu bergerak ke arah Natalia.
saat angin puyuh itu berada cukup dekat dengan Natalia, kini Natalia pun dengan cepat memuncul-kan sebuah pedang petir di tangan-nya.
lalu Natalia pun langsung menebas-kan pedang-nya itu ke arah angin puyuh yang sedang mendekat.
seketika tebasan Natalia itu menghasilkan sebuah laser petir yang ukuran-nya cukup besar.
Laser petir milik Natalia pun kini menabrak angin puyuh milik Madika.
tabrakan yang terjadi antara dua jurus itu pun menghasilkan gelombang angin akibat ledakan energi yang saling bertumbuk.
kini angin puyuh Madika tak bisa bertahan lama dari laser petir Natalia.
alhasil angin puyuh itu pun berhasil di tembus oleh laser petir dan angin puyuh itu pun lenyap begitu saja setelah di tembus oleh laser petir.
Kini laser petir langsung mengarah pada Madika dan membuat Madika pun harus segera mengatasi laser petir tersebut.
akhir-nya Madika pun langsung mengangkat tangan-nya ke depan dan membuat-nya sejajar dengan dada.
seketika itu juga terbentuk-lah dua perisai angin di depan Madika.
Laser petir pun kini melesat cepat dan menghantam perisai pertama.
__ADS_1
perisai pertama bisa menahan-nya sejenak, namun akhir-nya perisai pertama retak dan tak lama setelah itu perisai pun langsung hancur berkeping-keping.
kini tersisa satu perisai yang menahan laser petir itu, dan ternyata perisai ke dua ini berhasil menahan laser petir itu hingga akhir-nya laser itu menghilang dengan sendiri-nya.
Saat serangan Natalia berhasil di blokir oleh Madika.
kini Natalia pun berinisiatif untuk beradu pedang dengan Madika.
"ternyata kau punya respon yang sangat cepat ya.... bagaimana kalau kita beradu pedang!?" ucap Natalia yang tanpa basa-basi langsung memuncul-kan satu pedang lagi di tangan-nya, yakni pedang api.
lalu dengan segera Natalia maju dengan kecepatan yang tidak biasa.
Madika pun tidak punya pilihan lain selain meladeni tindakan Natalia saat ini.
Madika pun dengan segera pasang kuda-kuda untuk menunggu kedatangan Natalia yang saat ini bergerak cepat ke arah-nya.
Kini Natalia pun berada di depan Madika.
Natalia saat ini berada di udara dengan ketinggian yang hanya berada setengah meter di atas kepala Madika.
Natalia yang saat ini berada di atas Madika kini langsung mengayunkan kedua pedang-nya sambil berputar di udara.
Madika langsung menahan tebasan dari Natalia.
Kini Natalia telah mendarat-kan kaki-nya di lantai.
lalu Natalia pun langsung melakukan tebasan ke arah perut Madika.
namun dengan segera Madika menangkis pedang itu.
Satu pedang lagi kini di ayun oleh Natalia ke arah leher Madika sambil melangkah-kan kaki-nya dengan pola memutar.
Madika merasa serangan ke arah leher tidak akan sempat ia blokir menggunakan pedang, hal itu pun memaksa Madika untuk mundur selangkah untuk menghindari serangan pedang itu.
setelah berhasil menghindar, Madika pun langsung menusuk-kan pedang-nya ke arah Natalia.
namun dengan cepat Natalia melangkah-kan kaki-nya ke samping sambil melakukan gerakan berputar untuk menghindar. bahkan selain menghindar, di saat yang bersamaan dengan memutar tubuh-nya, Natalia masih menyempat-kan diri untuk mengayun-kan pedang-nya ke leher Madika.
akan tetapi, dengan refleks yang cepat Madika pun langsung menunduk sambil menebas ke arah Natalia.
Natalia pun langsung memblokir serangan dari pedang angin Madika menggunakan pedang petir-nya, dan dalam waktu yang kurang dari sedetik pedang petir Natalia langsung menyambar-kan petir-nya ke pedang Madika dan dengan cepat menjalar di pedang Madika hingga akhir-nya menyambar tangan Madika yang memegang pedang.
Madika pun tersentak akibat serangan petir itu.
__ADS_1
bahkan kini pedang Madika terjatuh di lantai akibat dari kejutan listrik dari petir itu.
lalu Madika pun dengan segera melompat ke belakang untuk menjauhi Natalia.
Saat Madika masih berada di udara ketika melompat, Natalia pun dengan cepat menebaskan pedang api-nya ke arah Madika.
seketika terbentuk-lah lengkungan api yang kini melesat ke arah Madika.
Melihat lengkungan api itu, kini Madika pun langsung membentuk sebuah perisai di depan tubuh-nya.
perisai itu berhasil memblokir serangan lengkungan angin.
Saat Madika mendarat-kan kaki-nya ke lantai, Madika pun dengan segera membuat dua pedang di tangan-nya.
"kalau tak bisa satu maka akan ku coba dengan dua pedang!" ucap Madika dengan semangat.
Lalu Madika pun langsung bergerak menghampiri Natalia.
terlihat saat ini Natalia juga langsung melesat ke arah Madika.
kedua-nya kini bergerak dengan kecepatan yang sama.
pedang mereka menghasilkan warna cahaya yang berbeda-beda sehingga saat melesat dengan cepat, hanya seberkas cahaya saja yang terlihat jelas, sementara Madika dan Natalia yang sedang beradu pedang itu tidak terlihat jelas oleh para penonton.
Kedua-nya kini saling beradu pedang dengan kecepatan yang tak bisa di ikuti oleh mata orang biasa.
mereka tampak bergerak dengan sangat cepat, dan setiap kali pedang mereka berhantaman maka saat itu terjadi ledakan energi di udara yang menghasilkan gelombang udara yang menekan.
"mereka sangat cepat!"
"aku hampir tak bisa melihat pergerakan mereka!"
"tidak ku sangka ternyata Madika bisa seimbang melawan Natalia!"
"seperti-nya rumor yang selama ini beredar memang bukan-lah gosip semata!"
"kau benar!.... sekarang aku juga berpikir seperti itu."
Berbagai ocehan penonton terdengar.
ada yang kagum dengan kemampuan Madika.
ada yang sedang membahas kekuatan Natalia.
__ADS_1
bahkan ada yang saat ini rela menahan buang air besar demi menonton pertandingan yang membuat mereka penasaran.